Kedamaian

Membuka gerbang kebebasan…

Ditulis oleh Gede Prama

“Ketika saya masih muda, saya ingin mengubah dunia dan gagal. Ketika saya beranjak dewasa, saya ingin mengubah negara dan gagal lagi. Sekarang ketika saya sudah cukup dewasa, saya mulai memahami bahwa kunci perubahan adalah dengan mengubah diri saya sendiri. Kabar baiknya, ketika saya mengubah diri saya, dunia juga berubah”, itulah pesan orang bijak yang menginspirasi Guruji sejak usia muda. Itu membuat Guruji mengalami lebih sedikit pembocoran energi dari pikiran. Itu membuat langkah hidup Guruji menuju kebebasan yang sempurna.

Untuk menuju ke arah itu, pertama-tama bebaskan diri Anda dari tawanan masa lalu. Masa lalu tidak lagi menentukan siapa Anda, tetapi masa lalu sedang memberikan Anda pelajaran. Ketika Anda fokus pada pelajaran, bukan hukuman, Anda sedang keluar dari kurungan masa lalu. Pendapat orang lain adalah sebuah kurungan lainnya. Semakin cepat Anda membebaskan diri dari penjara terakhir, semakin baik. Ingat, hidup lebih sehat ketika Anda tidak terlalu memperhatikan pendapat orang lain. Itu adalah tentang mereka, bukan tentang diri Anda.

Bagi kebanyakan orang, masa depan juga merupakan penjara.  Ia menciptakan keraguan, ketakutan, ketidakpastian di masa kini. Daripada meracuni pikiran dengan ketakutan, padukan bahan-bahan yang indah ini: “Lakukan yang terbaik, rangkul hasilnya juga dengan cara yang terbaik”. Pada saat yang sama jangan pernah lupa, mereka yang melakukan yang terbaik di masa kini sedang mempersiapkan masa depan juga yang terbaik. Begitu Anda terbebas dari tiga penjara di atas, Anda mulai menjadi jiwa yang bebas. Lakukanlah aktivitas refleksi diri, lihatlah jauh ke dalam diri Anda saat Anda sedang sendirian. Jika Anda merasa nyaman dengan kesendirian, selamat!  Anda telah membuka gerbang kebebasan. Untuk membimbing sesama pencari cahaya, sekarang mari kita pahami lebih dalam, apa arti jiwa yang bebas.

Semangat kemandirian & keautentikan…

Jiwa yang bebas adalah sebuah konsep yang sering dikaitkan dengan individu yang ingin mewujudkan semangat kemandirian, keaslian, dan keinginan untuk menjelajah melampaui norma-norma masyarakat. Individu-individu ini memprioritaskan kebebasan pribadi, ekspresi diri, dan pengejaran hasrat mereka di atas konformitas dan harapan tradisional.

Jiwa yang bebas menjalani hidup dengan caranya sendiri, menghargai pengalaman dan pertumbuhan jiwa mereka di atas harta benda ataupun status.  Mereka sering dianggap sebagai orang yang tidak mau mengikuti norma yang berlaku dan menantang status quo. Pilihan hidup mereka mencerminkan keinginan yang mendalam untuk hidup secara autentik, merangkul jati diri mereka yang sebenarnya tanpa takut dihakimi atau ditolak oleh orang lain.

Pencarian terus-menerus akan makna & kepuasan jiwa..

Perjalanan jiwa yang bebas ditandai oleh pencarian terus-menerus akan makna dan kepuasan di dalam. Perjalanan ini dapat terwujud dalam berbagai cara, seperti bepergian ke tempat-tempat baru, terlibat dalam kegiatan kreatif, atau menjelajahi filosofi dan gaya hidup yang berbeda. Jiwa yang bebas didorong oleh rasa ingin tahu dan keinginan untuk mendapatkan pengalaman yang baru, selalu berusaha untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman mereka tentang dunia dan tentang diri mereka sendiri.

Dalam hubungan dengan orang lain, jiwa yang bebas menghargai hubungan yang tulus dan rasa saling menghormati. Mereka sering mencari orang-orang yang berpikiran sama yang memiliki nilai dan pandangan hidup yang sama. Namun, kebutuhan mereka akan kebebasan berarti mereka mungkin menghindar dari dinamika yang terlalu membatasi atau mengendalikan, lebih memilih hubungan yang memberi ruang bagi pertumbuhan dan kebebasan setiap individu.

Pada hakikatnya, menjadi jiwa yang bebas berarti merangkul ketidakpastian hidup dengan hati dan pikiran yang terbuka, menemukan kegembiraan dalam setiap perjalanan, dan tetap setia pada diri sendiri meskipun ada tekanan-tekanan dari luar. Ini adalah perayaan terhadap potensi jiwa manusia yang tak terbatas dan komitmen yang teguh untuk menjalani hidup yang penuh makna dan cahaya.

Langkah-langkah praktis…

1. Semua kebebasan dimulai dengan pikiran yang bebas. Karena alasan itu, latihlah pikiran untuk selalu terbuka. Mengutip dari kearifan kuno, pikiran seperti parasut. Ia tidak berfungsi, kecuali jika terbuka.

2. Hargailah perbedaan. Sejak awal yang tak berawal, hidup selalu penuh warna. Sementara pikiran yang kecil dan sempit hidup dalam kotak hitam & putih, jiwa yang bebas hidup di rumah pelangi. Ia indah karena mengakomodasi banyak perbedaan.

3. Hiduplah dgn cara Anda dan biarkan orang lain hidup dengan caranya sendiri. Di saat hujan, ayam bersembunyi di bawah pohon, bebek melompat ke kolam. Mereka berbeda, tetapi mereka bahagia apa adanya.  Hal yang sama juga terjadi pada kehidupan manusia.

Foto milik: Akun Fb Voire Nature, EndTimes News, Keindahan Planet Bumi
Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #cinta #perdamaian #meditasi #penyembuhan #perjalananpenyembuhan #harmoni #gurujigedeprama

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.