Kesembuhan Spiritualitas

KESEDERHANAAN, KEJERNIHAN, KESEMBUHAN

KESEDERHANAAN, KEJERNIHAN, KESEMBUHAN

Tidak ada manusia yang berdoa sakit. Tapi kendati tidak meminta, tidak berdoa banyak sekali manusia yang sakit. Terutama akibat interaksi rumit antara sakit fisik dan sakit kejiwaan.

Taman Kering Kerumitan

Rumah sakit dan lembaga pemasyarakatan adalah salah satu cermin jujur tentang apa yang terjadi di tempat itu. Rasa sakit yang berjumpa dengan pikiran rumit, kemudian membuat kehidupan diselimuti mendung yang semakin gelap dari hari ke hari. Itu sebabnya, baik di rumah sakit maupun lembaga pemasyarakatan, aura kesedihan dan kerumitan terasa seperti asap yang pekat.

Orang tua sakit tentu saja musibah. Tapi mencurigai tetangga mengirim santet adalah musibah berikutnya yang akan muncul. Didiagnosa kanker adalah musibah, tapi menyalahkan suami, istri, orang tua, anak-anak adalah musibah berikutnya yang lebih besar. Lebih dari itu, kerumitan membuat seseorang jauh dari kejernihan jalan keluar.

Dengan bekal kearifan seperti ini, kerumitan, ketakutan yang menjadi hulu dari banyak penyakit kejiwaan sebaiknya diurai ulang dengan kesederhanaan. Semua tubuh yang menua dikunjungi rasa sakit dan penyakit. Ia sebuah hukum alami di alam ini. Tapi bila bisa melihat bahwa rasa sakit adalah kesempatan untuk menghaluskan jiwa, orang tua sakit adalah peluang untuk membayar kebaikan mereka, maka penyakit dan rasa sakit bisa berubah menjadi cahaya. Dalam bahasa sebuah judul buku: Pain, The Gift that Nobody Want (rasa sakit adalah berkah yang dibuang oleh semua orang). Tanpa keberanian menyederhanakan seperti ini, kehidupan bisa menjadi taman kering kerumitan.

Sederhana Itu Indah

Brandom Bays dalam karya indahnya berjudul The Journey adalah contoh kesederhanaan yang menawan. Bayangkan, suatu hari wanita ini perutnya tambah hari tambah besar seperti wanita hamil. Tatkala diperiksa dokter, ditemukan tumor sebesar bola basket. Bila ini terjadi dalam pikiran yang rumit, maka munculnya penyakit akan diikuti oleh penyakit lain yang lebih besar.

Tapi Brandom Bays tenang sekali di depan musibah ini. Berbekalkan kesederhanaan berpikir, penulis buku best seller ini kemudian menoleh ke dalam. Belajar mendengar kecerdasan yang tersedia di dalam (inner genius). Awalnya, ia juga diserang kerumitan, tapi tidak diijinkan kerumitan berkunjung lama-lama. Menghubungi suami, sahabat dekat, pengobatan alternatif tentu saja dilakukan. Tetapi pembimbing utamanya tetap inner genius. Dalam bimbingan inner genius inilah, Brandom Bays memadukan pengobatan alternatif (seperti dipijat) dengan meditasi.

Di kedalaman meditasi ia menemukan, ada kecerdasan tidak berhingga (infinite intelligence) di dalam. Protes, kesedihan, ketidakmampuan untuk memaafkan adalah tumpukan lumpur yang menutupi infinite intelligence, sehingga tubuh gagal menyembuhkan dirinya. Perhatikan salah satu penemuan Brandom Bays: “why would I seek love from others when I’d realized I am love?“. Inilah indahnya kesederhanaan, penyakit memaksa seseorang menoleh ke dalam, kemudian menemukan ternyata Anda adalah cinta. Dan di puncak penemuan ini, tumor sebesar bola basket ini lenyap menghilang.

Kesembuhan Maha Utama

Kisah Brandom Bays adalah kisah tua yang dibungkus dengan cerita baru. Jangankan manusia biasa, bahkan nabi pun disembuhkan melalui rasa sakit. Ini yang menerangkan kenapa Yesus disalib, Mahatma Gandhi dan Martin Luther King Jr. ditembak, Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun. Pesannya sederhana, rasa sakit adalah cahaya penerang yang mengagumkan.

Meminjam pendekatan psikologi klasik ala Sigmund Freud, sumber utama kegelapan seperti rasa sakit dan penyakit adalah kegelapan alam bawah sadar. Itu sebabnya, banyak orang tidak mau marah atau bad mood, tapi tetap saja kemarahan dan bad mooddatang dan datang lagi. Semua tidak mau rasa sakit, tapi tetap saja rasa sakit bertamu. Dan melalui meditasi yang belajar “menerima, mengalir, senyum” – dan ini juga yang dilakukan Brandom Bays – seseorang belajar untuk memberikan kesempatan pada kesadaran yang lebih tinggi (higher consciousness) untuk menerangi kegelapan alam bawah sadar.

Tatkala alam bawah sadar terterangi oleh kesadaran yang lebih tinggi, saat itulah infinite intelligence memancar dari dalam. Dalam cerita kesembuhan fisik, ia membuat kekebalan tubuh kembali sempurna sehingga tubuh bisa menyembuhkan dirinya. Dalam cerita kesembuhan kejiwaan, semuanya terang benderang. Semuanya sedang berproses, seperti sampah jadi bunga, bunga jadi sampah. Semuanya hanya aliran energi yang sama. Terima, mengalir, senyum, itulah kesembuhan yang maha utama.

————————————–

 

English Note: English speaking friends, the messages that flowing through me can be accessed in twitter @gede_prama or web http://www.bellofpeace.org

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar

  • anna chen •
    Terima kasih

    Tunjung Biru •
    Matur Suksma Bpk Gede. Hanya tulisan2 bpk Gede ini yg bisa mendamaikan titiang. Matur Suksma.

    sutrisno •
    Matur suksma guru

    hendra adi •
    Nilai-nilai spiritual yg Guru ajarkan tertulis jelas di Kitab Suci saya, Al Qur’an. Membca tulisan Guru, smkin mmperdalam kecintaan saya pada Kitab Suci saya. Terimakasih Guru.

    yanu hanugrah •
    tulisan ini sangat bagus dan bermagna tinggi bagi semangat kehidupan saya. thanks lot

    Toko Mebel Ukiran Jepara •
    postingannya bagus banget.

    salam kenal

    Heni Rosita •
    Matur suksme Guru.. semoga sy bisa selalu menjalankan ajaran2 Guru.. suksme suksme suksme _/|\_

    tutken •
    terima kasih pak gede atas pencerahannya. Meski perjalanan saya masih jauh, tapi tyang tetap senang membaca tulisan-tulisan pak gede. mudah-mudahan suatu saat saya bisa mempraktekannya. suksme

    Ir Made Sudarmini •
    Pak Gede, mohon ijin tulisan-tulisan pencerahannya kami share di komunitas kami.

    gede nova •
    Matur suksma….. guru…

    i kadek adi pradana •
    Terimakasih Guru

    komang •
    Matur Suksma Pak Gede,
    Terima-Mengalir-Senyum sungguh kemuliaan dalam kesederhanaan, serupa japa alam semesta (Utpeti-Stiti-Pralina).

    Apa yang terjadi dan tercipta sesungguhnya hanya untuk diterima karena hasil bukan wewenang kita. Begitu terjadi dan tercipta ,dia akan hidup dan mengalir serupa pikiran kita. Dan senyum memberikan nilai bagi semuanya (menjadi reward dan sekaligus punishment yang terbaik). Karena senyum memiliki arti dan nilai yang tak terhingga.

    Dumogi kenak rahajeng sinarengsami

    ketut sutamayasa •
    Kesederhanaan adalah langkah awal kebahagiaan yang sejati

    suksema

    Suryo Adji •
    Terima kasih buat Guru Gede Prama atas tulisan yg menyejukan jiwa. Mohon doa nya agar saya diberi kekuatan untuk praktekkan ajaran Guru….amen

    Made •
    Terima kasih Bapak sering menuliskan buku inspiratif dalam tulisan Bapak Gede sehingga menjadi referensi. Saya sudah membaca a child call it yang sering menjadi refrensi dalam tulisan2 Pak Gede. The journey pun menjadi buku yang ingin saya baca, mudah2an ketemu bukunya soon. Suksma Pak Gede salam sejuk dari Abu Dhabi