Kesembuhan Spiritualitas

SURGA JINJING

SURGA JINJING
Ditulis oleh Gede Prama

SURGA JINJING

Kehidupan kekinian berisi banyak sekali orang yang menawarkan surga. Dunia materi lengkap dengan iklan dan promosinya setiap hari tersenyum. Ada yang tersenyum menawarkan mobil, ada yang tersenyum menawarkan jasa asuransi, ada yang tersenyum menawarkan tabungan untuk masa depan anak-anak.

Ciri khas dunia materi sederhana, selalu menawarkan obat penenang dari luar. Penjual mobil selalu berjanji kalau Anda bisa bahagia dengan mengemudikan mobil baru. Kalau mobil yang sudah dibeli tidak membahagiakan, mereka akan menawarkan lagi mobil dengan harga yang lebih mahal.

Ujung-ujungnya mudah ditebak, perjalanan kebahagiaan seperti ini tidak saja tidak berujung, tapi juga membuat banyak jiwa sangat kelelahan. Di barat sana di mana kehidupan materi demikian dipuja, angka-angka penyakit sosial semakin menakutkan dari tahun ke tahun.

Menyadari keringnya kehidupan materi seperti inilah yang membuat banyak orang mengurangi mencari surga di luar, kemudian belajar menemukan surga yang tersedia berlimpah di dalam. Meditasi adalah salah satu jalan untuk menemukan surga yang tersedia berlimpah di dalam.

Itu sebabnya, salah satu pengertian meditasi adalah ketekunan untuk selalu tersenyum pada setiap berkah kekinian. Saat kaki semutan, belajar tersenyum. Tatkala pikiran damai, belajar tersenyum. Manakala suasana sekitar riuh atau sepi, belajar tersenyum.

Ketekunan untuk terus menerus tersenyum ke dalam seperti ini, pelan perlahan membawa dampak perubahan yang menyejukkan dan menentramkan. Awalnya terasa aneh, terutama karena diminta tersenyum pada hal-hal negatif seperti kaki semutan. Lama kelamaan ia menjadi biasa.

Efek langsung dari senyuman ke dalam seperti ini, kuantitas dan kualitas pertengkaran dengan diri di dalam menurun drastis. Begitu pertengkaran di dalam berakhir, secara alami kehidupan di dalam mirip dengan samudra.

Makanya di Tibet sana banyak Guru yang dipanggil dengan sebutan Lama. La artinya samudra. Ma artinya cinta kasih seorang ibu. Ringkasnya, begitu pertengkaran di dalam selesai, secara alami seseorang akan memiliki pikiran seluas samudra. Dari samudra pikiran seperti inilah bisa lahir cinta kasih seorang ibu pada semua mahluk.

Berbekalkan pikiran seperti ini, kemana-mana seseorang membawa surga jinjing. Entah di rumah, di jalan, di tempat kerja, semuanya terlihat serupa surga. Bukan karena orang-orang menghormat dan memberi uang, tapi karena pikiran sudah longgar dari cengkraman penghakiman, mata sudah memandang dengan tatapan cinta.

Di mana saja ada pikiran yang seluas samudra berjumpa dengan mata yang menatap dengan cinta, di sana jiwa-jiwa menemukan surga yang menenangkan sekaligus menentramkan.

Penulis: Gede Prama.
Photo Courtesy: Twitter @4732pxqh.

Pesan Gede Prama dalam bahasa Inggris bisa dibaca di bellofpeace.org, fb Home  of Compassion by Gede Prama, atau Twitter @gede_prama

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.