Kesembuhan Spiritualitas

BERJUMPA GURU SEJATI

BERJUMPA GURU SEJATI
Ditulis oleh Gede Prama

BERJUMPA GURU SEJATI

Tidak mungkin seseorang melihat matahari di malam hari. Ia sama tidak mungkinnya dengan melihat bintang di siang hari. Dengan cara yang sama, tidak mungkin seorang pencari berjumpa Guru sejati kalau tabungan karma baiknya tidak berlimpah. Untuk itu, tidak ada pilihan lain bagi pencari sejati terkecuali menumpuk tabungan karma baik secara terus menerus.

Itu sebabnya agama-agama sangat menekankan pentingnya melaksanakan kebaikan. Terutama karena tabungan karma baik yang berlimpah inilah yang menunjukkan arah di mana Guru sejati bersembunyi. Tanda-tanda di mana Guru sejati bersembunyi ada banyak sekali.

Mereka yang mengalami tanda-tanda lemah bisa tertarik pada Guru sejati melalui bacaan, cerita orang, atau kebetulan-kebetulan yang penuh makna. Pencari yang mengalami tanda-tanda sedang menjumpai Guru sejati karena minat yang kuat, tekad yang kokoh, atau merasa panggilan hidupnya sudah harus menjumpai Guru sejati.

Murid-murid sejati yang mengalami tanda-tanda kuat serupa Jetsun Milarepa. Hanya mendengar nama Gurunya saja seluruh bulu kuduk berdiri, badannya menggigil menangis, pada saat yang sama merasakan secara sangat kuat hanya dengan menjumpai Guru sejati perjalanan jiwa bisa selamat.

Catatannya kemudian, Guru sejati mirip matahari. Jika seseorang terlalu dekat, ia bisa terbakar atau buta. Bila pencari terlalu jauh, mereka bisa kehilangan cahaya dan vitamin D. Tanda-tanda seseorang terbakar karena terlalu dekat dengan Guru sejati sederhana, ada yang kehilangan nyawa, ada yang kehilangan ingatan, ada yang kecelakaan. Ciri-ciri seseorang terlalu jauh sederhana, kehidupan terasa gelap, bingung, serba salah.

Ini menyisakan tugas yang tidak sederhana bagi pencari sejati, yakni menjaga jarak yang tepat dan pas dengan Guru sejati. Tugas ini tentu saja sangat sulit. Dan kembali pada pengandaian Guru sejati serupa matahari, perhatikan tanda-tanda di dalam diri Anda setiap kali berjumpa Guru sejati.

Kapan saja Anda merasa terlalu panas (baca: mudah marah, tersinggung, sakit hati, tinggi hati, sombong, congkak), jangan menunggu sampai terkena kanker kulit baru menjauh dari Guru sejati. Manakala Anda bingung dan gelap sekali, lebih-lebih ada bisikan untuk bunuh diri, cepat jumpai Guru sejati.

Tidak saja menjaga jarak yang tepat dengan Guru sejati perlu kecermatan, berjumpa Guru sejati juga memerlukan kecermatan. Jangan pernah membawa tata krama tempat lain untuk digunakan berinteraksi dengan Guru sejati. Di universitas misalnya, murid diberi nilai tinggi kalau kritis pada Guru. Kritis di depan Guru sejati sama dengan membuka pintu petaka.

Sejumlah anak-anak sekolah menggunakan Guru mereka sebagai bahan tawa dan canda. Menggunakan Guru sejati sebagai bahan tawa dan canda sama dengan mengusir nyawa sendiri. Ini bisa terjadi karena di mana saja seorang Guru sejati tinggal dan mengajar, di empat arah mata angin dijaga oleh Naga, Garuda, Singa, Harimau.

Ringkasnya, berjumpa Guru sejati memang banyak berkahnya. Tapi di mana ada banyak berkah, di sana juga tersedia banyak musibah. Pesannya kemudian, belajar peka membaca tanda-tanda di dalam diri. Dan pada akhirnya, Guru sejati ternyata bersemayam di dalam diri.

Author: Gede Prama.
Photo Courtesy: Twitter @elmejorpaisaje.

Pesan Gede Prama dalam bahasa Inggris bisa dibaca di bellofpeace.org, fb Home of Compassion by Gede Prama, atau Twitter @gede_prama

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Leave a Reply to Joni ikhsan X

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 Komentar

  • Pandowolimo @pandowolimo • Sabtu, 12 Desember 2015 | 13:40
    Bagus

    Mat Saleh @mat.saleh.7503 • Senin, 7 Desember 2015 | 11:21
    Guru sejati, ada di dalam hati yang suci. Setiap orang bisa menemukan guru sejati asalkan bisa dan mampu mensucikan hatinya. Hati tidak akan pernah menipu walupun ke pemiliknya sendiri. Hati yang suci akan selalu membimbing kejalan yang lurus, karena di hati yang sucilah Allah akan selalu hadir.

    Rivaldi Rosni @rivaldirosni • Senin, 7 Desember 2015 | 6:2
    Matur suksma GURU, benar kata Guru, bahwa semakin hari tambah banyak godaan hidup ini, semoga saya dapat melihat sisi-sisi berkah dari setiap godaan tersebut.. Amiin…. Dan semoga Guru selalu sehat, agar semakin banyak mahluk yang mendapat pencerahan. Amiin

    Fragung Bram @fragungbram • Sabtu, 5 Desember 2015 | 11:13
    Dulu aku sempat terharu dengan guruku yang memaafkanku karena aku menjiplak tugas milik temanku. Aku datang memberanikan diri menemuinya di ruang guru. Kulihat pak guruku sedang mengoreksi ulangan. Aku terbata-bata mengucapkan kata maaf. Dia hanya bilang “minta maaflah pada dirimu sendiri”. Dan, sikap guruku tadi sempat membuatku bertanya-tanya, apakah dia memaafkanku kesalahanku itu ? mengapa aku harus minta maaf pada diriku sendiri ? apa maksudnya ?

    Aku merasakan guruku telah menunjukkan bahw

  • Salam Kenal dgn Bapak dari sy,, Joni ikhsan,, sy mau bertanya, dan smg bpk berkenan menjawab nya,, Umur sy 53 tahun, sy berada di Bukittinggi Sumbar, yg sy mau tanya kpd bpk,, sejak tahun 1997 sampai saat ini, ketika sy pikiran dan perasaan sy diam dgn sendiri,, seluruh bulu roma di tubuh sy tegak dan merinding,, ttp rasa nyaman dan tenang sekali, sy tidak ada rasa takut sedikit pun,, Alhamdulillah sy sehat, mohon penjelasannya dari bpk,

    catatan :
    Sy pernah melakukan meditasi pernafasan,, sy melakukan cara olah nafas panjang, terus sy tahan kira kira 30 detik, selanjutnya sy lepas perlahan lahan,