Kesembuhan Spiritualitas

HATI YANG INDAH

HATI YANG INDAH
Ditulis oleh Gede Prama

HATI YANG INDAH

Sejumlah sahabat pengusaha mengeluh kalau peluang usaha ada banyak, tapi yang sangat langka adalah menemukan orang-orang yang bisa dipercaya untuk bisa memimpin perusahaan. Akibatnya, banyak peluang usaha yang dibiarkan lewat semata-mata karena kelangkaan orang yang bisa dipercaya.

Implisit dalam cerita ini, di zaman ini menemukan orang pintar mudah. Bahkan cenderung terlalu berlimpah. Yang teramat sulit adalah menemukan manusia yang berhati indah. Yang bisa diajak jujur melayani, indah dalam sikap, indah dalam perbuatan.

Mendengar cerita seperti ini, seorang remaja bertanya: “apa itu hati yang indah?”. Coba lihat ke dalam saat mendengar teman sekolah Anda zaman dulu yang suka nyontek kemudian diangkat menjadi guru besar (profesor), kalau Anda bisa tersenyum tanpa rasa iri, itulah bibit-bibit hati yang indah.

Tengok ke dalam saat mendengar ternyata teman sekolah Anda zaman dulu yang jauh lebih bodoh dari Anda, tiba-tiba terdengar sukses dan kaya. Jika Anda tidak bercerita buruk tentang teman ini, merasakan rasa bahagia di dalam karena temannya bahagia, itulah hati yang indah.

Rasakan apa yang terjadi di dalam tatkala orang yang pernah menyakiti Anda ternyata menang dalam pilkada. Manakala Anda tidak berkomentar soal kekurangan-kekurangan orang ini, sebaliknya Anda ikut merasakan kebahagiaannya akan menjadi pemimpin daerah, itulah hati yang indah.

Pekerjaan rumahnya kemudian, bagaimana kita bisa mengembangkan hati yang indah? Suatu hari ada seorang anak kecil yang memperhatikan penjual balon terbang. Begitu melihat ada balon berwarna biru juga terbang, anak ini bertanya polos: “memangnya balon berwarna biru juga bisa terbang”. Dengan lembut penjual balonnya bergumam: “bukan warna luar nak yang membuat balon bisa terbang, melainkan sesuatu yang ada di dalam”.

Dengan kata lain, pekerjaan mengembangkan hati yang indah adalah pekerjaan di dalam. Untuk itu, apa pun keseharian Anda – dari bekerja hingga berdoa – selalu sempatkan diri untuk menengok ke dalam. Jika orang biasa suka diseret habis oleh emosi negatif seperti marah, di jalan ini setiap kali ada gerakan pikiran dan perasaan di dalam, selalu dilihat, diperhatikan, dirasakan, kemudian dibiarkan berlalu sesuai dengan sifat alaminya.

Siapa saja yang tekun berlatih seperti ini, tidak mudah menyerah, pelan perlahan ada jarak antara seseorang dengan pikiran dan perasaannya. Sebagian orang pintar digenggam habis sama pikirannya, begitu pemikirannya ditolak orang maka terbakarlah ia di dalam. Sebagian orang pemarah digenggam habis oleh perasannya, begitu ia tersinggung maka terbakarlah ia di dalam.

Latihan bertahun-tahun untuk selalu melihat, merasakan serta melepaskan pikiran dan perasaan yang muncul di dalam, suatu hari bisa membuat seseorang memiliki pikiran yang seluas ruang.

Sebagaimana sifat alami air yang basah, sifat alami gula yang manis, pikiran yang seluas ruang secara alami bisa melahirkan hati yang indah. Tandanya sederhana, Anda bisa bahagia melihat orang lain bahagia.

Penulis: Gede Prama.

Photo Couresy: Twitter @StellaTesori.

Pesan Gede Prama dalam bahasa Inggris bisa dibaca di bellofpeace.org, fb Home of Compassion by Gede Prama, atau Twitter @gede_prama

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.