Kesembuhan

Kata Tidak Yang Berkwalitas Tinggi

Ditulis oleh Gede Prama

“Anda bisa menjadi baik dan mengatakan kata tidak pada saat yang sama”, itu bunyi salah satu pesan tua. Lebih-lebih di zaman ini, tanpa keberanian untuk mengatakan kata tidak, bahkan orang suci pun banyak yang roboh. Tidak elok mengungkapkan contoh dalam hal ini. Lebih-lebih menyebut nama, itu lebih tidak elok lagi.

Sebagai bahan renungan untuk bertindak, ada kata tidak yang berkwalitas rendah, ada kata tidak yang berkwalitas tinggi. Jika seseorang ditawari narkoba misalnya, kemudian mengatakan tidak sambil menceritakan kejelekan orang yang menjual narkoba ke mana-mana dengan penuh kemarahan dan kebencian, itu salah satu wajah kata tidak yang berkwalitas rendah. Ia tidak saja berbahaya bagi yang dijelekkan, tapi juga berbahaya bagi yang menjelekkan.

Sejak dulu, tidak sedikit wanita baik remaja maupun yang sudah bersuami, yang mudah jatuh cinta pada pria dengan penampilan agak dewasa. Ini biasanya terjadi karena mereka bermasalah dengan ayahnya di rumah, kemudian mencari sosok ayah di luar. Apa yang disebut dengan kata tidak yang berkwalitas tinggi sederhana, mengerti bahwa para wanita ini sedang mencari sosok ayah. Kemudian berikan bahasa tubuh yang berjarak tidak terlalu dekat.

Sejumlah pria memilki energi seks yang tinggi, yang dengan sangat mudah terangsang begitu melihat lawan jenis yang agak atraktif. Bagi para wanita, terutama yang tubuhnya berisi aura seks yang menarik, penting sekali memiliki mata yang peka. Begitu melihat tanda-tanda ada pria dengan mata berbahaya, cepat menjauh dengan sopan ke tempat yang aman.

Salah satu energi yang mendorong banyak manusia masuk jurang di zaman ini adalah energi persaingan berlebihan. Tidak sedikit jiwa yang masuk jurang berbahaya karena mau disebut lebih kaya, lebih terkenal, lebih banyak dipuji orang. Melawan energi ini sama saja dengan mengundang serangan banyak orang. Agar kata tidaknya berkwalitas tinggi, cukup jangan ikuti arus berbahaya ini. Yang bisa diingatkan silahkan diingatkan, yang tidak bisa diingatkan bagikan senyuman.

Perjalanan berbagi Cahaya di banyak Lembaga pemasyarakatan (LP) bercerita, kalau ada sejumlah pejabat serta orang terhormat yang dihukum di sana. Jangan pernah menggunakan data ini untuk menyerang orang, cukup gunakan ia sebagai masukan. Menjadi pejabat tidak mudah, bergelimang uang dan kekuasaan tidak selalu membuat jiwa semakin indah. Ujungnya, belajar tau diri untuk menjaga keseimbangan antara keinginan dan kemampuan.

Sahabat-sahabat yang sudah berjalan jauh di dunia spiritual mengerti. Tidak semua simbol-simbol luar kesucian isi di dalamnya juga kesucian. Tidak sedikit yang isi di dalamnya sangat mengecewakan. Begitu berjumpa hal seperti ini, tidak perlu pindah agama, tidak perlu menjelekkan lembaga keagamaan, cukup menjadi lilin penerang di lingkungan masing-masing. Setidak-tidaknya dengan cara tidak ikut memperpanjang daftar panjang kekerasan yang sudah panjang.

Diringkas menjadi satu, tidak sedikit energi di alam ini yang tidak layak untuk diikuti. Namun selalu catat di dalam hati, perlawanan berlebihan tidak saja akan memperburuk keadaan, tapi juga rawan membuat seseorang masuk jurang. Contoh dan buktinya sudah terlalu banyak dalam hal ini.

Agar kata tidak di dalam diri berkwalitas tinggi sekaligus berbagi bau wangi, cukup konsentrasikan energi untuk membuat diri di dalam tenang dan seimbang. Langkah praktisnya, sesederhana sampah dan bunga indah yang terus menerus berputar, buruk-baik, salah-benar, sedih-senang semuanya berputar.

Peneliti energi di Barat tidak sedikit yang bercerita, keikhlasanlah yang membuat energi spiritual turun dan menyentuh bumi. Begitu seseorang ikhlasnya sempurna, ia memiliki vibrasi energi yang jauh lebih tinggi dari energi yang mengendalikan bumi. Di tingkat keikhlasan ini, tidak saja kata tidak jadi berkwalitas sangat tinggi, tapi seseorang juga berbagi bau wangi saat ada di sini di muka bumi.

Penulis: Guruji Gede Prama.
Photo: weheartit.com.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 Komentar

  • Om swastyastu pak gd ,
    Dalam menghadapi persaingan yg tinggi , yg ingin kelihatan paling kaya tentu akan berusaha mengalahkn org lain bahkan sampai merugikan orang lain ( yg dianggap saingannya ) , sbg pihak yg dirugikan , apa yg mesti kita lakukn , kerugian ekonomi , tenaga sdh byk, sdh sampai mengeluarkn stok tabungan u menutupi kerugian , sementara mrk msh tetap semena mena ?