Kesembuhan Spiritualitas

Membuat Istri Jadi Cantik

Ditulis oleh Gede Prama

Di sana-sini terdengar angka perceraian yang terus menaik, di sana-sini terdengar angka bunuh diri yang menaik, di sana-sini terdengar penghuni rumah sakit jiwa yang juga menaik. Dan ia bukan bahan untuk menjelekkan ini dan itu, namun undangan untuk melakukan sesuatu agar kelahiran kita di hidup ini berguna dan bermakna.

Dan salah satu unit sosial di masyarakat yang sangat berpotensi untuk bisa diajak menyejukkan keadaan adalah keluarga. Terutama karena keluarga yang sejuk berpotensi untuk membuat masyarakat juga sejuk. Lebih dari itu, keluarga mirip dengan pelabuhan bagi kapal, serupa bandara bagi pesawat. Sebuah tempat sejuk di mana kekurangan bisa diolah menjadi bahan pertumbuhan.

Mengacu pada sejumlah karya tentang psychology of relationship, sisi kejiwaan dari hubungan suami-istri, penting sekali untuk mengenali dua insting. Pertama mother instinct (insting keibuan) yang mengendap dalam diri setiap istri. Kedua heroic instinct (insting kepahlawanan) yang tersimpan pada diri setiap suami.

Yang membuat perjalanan ini menjadi menantang, kedua insting ini muncul ke permukaan dalam wajah yang berbeda. Sehingga diperlukan kepekaan yang sangat tinggi agar seseorang bisa menemukan kedua insting ini, serta menggunakannya sebagai bahan bertindak dalam kenyataan.

Mari dimulai dengan mendalami insting keibuan. Sejujurnya, setiap wanita sekeras apa pun penampilannya, sepedas apa pun bahasanya, memiliki benih-benih keibuan di dalam dirinya. Oleh karena cobaan dan tantangan yang berat di masa lalu khususnya, sejumlah wanita mencoba menutupinya. Kendati demikian, benih keibuan tetap tumbuh di dalam sana.

Tugas seorang suami kemudian, memberikan kesempatan agar benih ini tumbuh sehat dan indah. Konkritnya, berikan istri kesempatan seluas-luasnya agar sangat dekat dengan anak laki-laki khususnya. Berikan mereka waktu bersama, gembira bersama, rekreasi bersama, sampai anak-anak merasakan kelembutan ibunya. Lebih bagus lagi kalau anak-anak dekat, hingga bercerita hal-hal rahasia yang sifatnya sangat pribadi.

Tanda-tanda permukaan kalau insting keibuan ini mulai tumbuh, seorang istri tubuhnya sehat, mukanya terlihat semakin cantik dari hari ke hari, merasa betah bersama keluarga di rumah, sama sekali tidak tertarik dengan godaan perselingkuhan. Di atas semuanya, ia akan merawat keluarga seperti merawat tubuhnya sendiri.

Insting kepahlawanan lain lagi. Sebagaimana diukir di gua-gua tua yang berumur puluhan ribu tahun di Prancis Selatan dan Spanyol Utara, sejak dulu pria memang senang didudukkan dalam posisi sebagai pahlawan. Di zaman dulu, simbolnya adalah pria yang bisa berburu binatang buas. Di zaman ini, pria umumnya bertanggung jawab terhadap keselamatan keuangan keluarga. Bertanggung jawab juga pada kestabilan keluarga secara keseluruhan.

Bagus sekali kalau seorang istri memberi kesempatan pada suami untuk memiliki karir sebagus-bagusnya, sekolah setinggi-tingginya, mendorongnya agar tidak mudah menyerah. Dan yang paling penting, mengajak anak-anak untuk menghormati ayahnya, seperti masyarakat zaman dulu menghormati pria yang suka berburu.

Tanda-tanda permukaan seorang pria yang insting kepahlawanannya sudah tumbuh, percaya dirinya membaik dari hari ke hari, tanggungjawabnya terhadap keluarga tinggi, mau berkorban untuk keselamatan keluarga, sangat dekat dengan keluarga, penampilannya semakin simpatik, serta tidak tertarik sama sekali dengan godaan perselingkuhan.

Paduan indah antara insting keibuan yang bertumbuh sehat, dengan insting kepahlawanan yang juga bertumbuh sehat, mudah sekali membuat keluarga tidak saja selamat, tapi juga membuat keluarga bisa menjadi pohon sejuk bagi banyak sekali jiwa. Dari sinilah mungkin lahir cahaya yang bisa menerangi banyak kegelapan di zaman ini.

Penulis: Guruji Gede Prama.
Photo: dreamstime.com.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.