Kesembuhan

Sehat dan Awet Muda

Ditulis oleh Gede Prama

Pertumbuhan ekonomi yang demikian hebat rupanya tidak membuat manusia semakin sehat. Di negara-negara super kaya secara ekonomi ditemukan, angka kematian karena kelebihan gula terus menerus meningkat. Angka bunuh diri dan angka perceraian juga fantastis. Konsumsi pil tidur per kapita, sebagai barometer sulitnya orang tidur, justru lebih tinggi di negara-negara super kaya. Di negeri yang sedang bertumbuh juga tidak banyak berbeda. Di sana-sini terlihat orang-orang yang berpenampilan indah di luar, tapi sangat gelisah di dalam. Di sebuah desa yang penduduknya tidak terlalu kaya terbuka rahasia, kendati biaya denda perceraian dinaikkan hingga tiga kali lipat, tetap saja angka perceraian menaik terus. Seperti menghadirkan pekerjaan rumah, bagaimana mengimbangi kekayaan ekonomi dengan kekayaan harmoni.

Sumber energi di dalam

Para sahabat yang memadukan biologi, psikologi dan spiritualitas mengerti. Inti dari hidup sehat dan awet muda adalah energi. Kekayaan ekonomi mencuri kekayaan harmoni, karena manusia hanya terfokus pada energi fisik saja. Padahal selain energi fisik ada energi mental (kemampuan untuk memecahkan masalah), ada energi emosional (kerinduan untuk menyayangi), serta energi spiritual dari mana manusia bisa terhubung dengan pusat energi di dalam. Anggapan tua bahwa semakin banyak uang maka hidup akan semakin baik, berawal dari keyakinan keliru bahwa manusia hanya memerlukan energi fisik semata. Sebagai hasilnya, di mana-mana terlihat manusia yang lelah, resah, gelisah, sedikit-sedikit dibakar amarah. Bahkan ada yang sudah dibikin berbahaya oleh penyakit, ada juga yang sudah bunuh diri.

Tatkala pepohonan menunggu matahari pagi, binatang mencari makanan, sumber energi mereka hanya di luar. Manusia punya sumber energi yang ke dua, yakni di dalam. Kegagalan untuk menemukan sumber energi di dalam inilah yang membuat banyak manusia berpenampilan indah di luar, tapi sangat gelisah di dalam. Pertumbuhan ekonomi lengkap dengan persaingan berlebihan agar terlihat selalu lebih kaya, ternyata memacu manusia untuk semakin dekat dengan sumber energi di luar, sekaligus semakin jauh dengan sumber energi di dalam. Di negara-negara super kaya sudah terbuka secara transparan, orang-orang kaya di sana tidak saja gelisah, tidak sedikit diantara mereka yang mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Tentu saja bukan karena kekurangan, tapi karena kerumitan.

Dari sinilah muncul undangan untuk mengajak para sahabat agar terhubung dengan sumber energi di dalam. Dalam tradisi tua ala India, ada sebuah kata yang sangat bermakna yakni shakti (energi kehidupan). Dan puncak semua shakti adalah kehidupan yang sepenuhnya dalam harmoni. Agar sampai di sana, semua bentuk penghalang perjalanan ke dalam diri sebaiknya dibersihkan. Pada saat yang sama, kualitas-kualitas spiritual seawal mungkin dikembangkan. Di zaman yang serba canggih ini, penghalang berbahaya untuk terhubung dengan pusat energi di dalam adalah stres yang meningkat dan kualitas tidur yang terus menurun. Keduanya lahir dari rahim yang sama yakni kerumitan. Persisnya, kerumitan yang dibimbing oleh keinginan berlebihan agar selalu terlihat lebih dibandingkan orang lain.

Itu sebabnya jiwa-jiwa indah yang bercahaya di zaman ini, semuanya memulai perjalanan dengan menjauhi kerumitan, sekaligus mendekati kesederhanaan. Tidak saja sederhana dalam hal harta material, tapi juga sederhana dalam pencapaian spiritual. Tidak saja berani mengatakan cukup pada kekayaan ekonomi, tapi juga berani mengatakan cukup pada rasa lapar berlebihan agar hidup selalu tumbuh dalam harmoni. Dibutuhkan keberanian luar biasa untuk bisa sampai di sini. Di jalan meditasi, ini bisa dicapai dengan selalu terhubung bersama saat ini (present moment awareness). Ringkasnya, masa lalu telah berlalu, masa depan belum datang. Satu-satunya waktu di mana manusia bisa bahagia dan damai hanya di saat ini.

Rasa berkecukupan

Sekaligus di sanalah letak pusat energi spiritual yang berlimpah serta tidak mengenal istilah habis. Penjelasannya mudah, langkah ke sana yang tidak mudah. Terutama karena manusia modern sudah terlanjur dibikin sangat rumit oleh keyakinan tua bahwa kebahagiaan dan kedamaian hanya ada di masa depan. Akibatnya, nyaris semua manusia berkejaran ke masa depan. Ujungnya mudah ditebak, lebih dari sebagian manusia sangat kelelahan. Filsuf Franz Kafka sudah lama menulis: “The art of life is the art to stop”. Seni kehidupan adalah seni berhenti. Maksudnya berhenti berkejaran ke masa depan. Kemudian belajar merasa berkecukupan di saat sekarang. Anehnya, begitu seseorang merasa berkecukupan, ia langsung merasa kaya di dalam. Sekaligus mulai terhubung dengan pusat energi di dalam.

Jika di dalam diandaikan sebagai restoran energi, menu utama yang bisa menghentikan semua rasa lapar dan rasa lelah gelisah adalah rasa berkecukupan yang sangat mendalam. Langkah meditasinya, apa pun panggilan kekinian, belajar menyatu. Saat makan belajar menyatu dengan makanan. Saat bekerja belajar menyatu dengan pekerjaan. Ketika berdoa belajar menyatu dengan doa. Seperti penulis yang menikah dengan kata-kata, serupa pelukis yang berpelukan dengan warna, mirip anak-anak yang demikian menyatu dengan mainannya, seperti itulah sebaiknya kehidupan keseharian dijalani.

Makanya, anak-anak sangat jarang lelah, sangat jarang sakit karena mereka terhubung rapi dengan pusat energi yang bernama saat ini. Pikiran polos yang bersahabat dengan sukacita kekinian, itulah sumber energi berlimpahnya anak-anak. Sekaligus itu juga tanda kalau seseorang mulai terhubung dengan pusat energi di dalam. Siapa saja yang berkarya dan bekerja menggunakan energi ini, tidak saja kreativitasnya berlimpah, mereka juga bisa mencipta dengan cara yang sangat mudah. Tanpa banyak memaksa, tanpa banyak berupaya, tiba-tiba saja kehidupan sudah sampai di puncak pencapaian yang sangat indah bernama rasa berkecukupan yang mendalam.

Sementara jiwa-jiwa gelisah tumbuh di waktu historis yang membagi waktu ke dalam tiga bagian (lalu, kini, nanti), jiwa-jiwa indah yang sudah berkecukupan tumbuh di waktu ultimate yang hanya mengenal saat ini. Makanya, dalam bahasa Inggris saat ini disebut the present (hadiah). Ia hadiah terindah kehidupan yang bisa diberikan pada umat manusia. Dalam bahasa sebuah manuskrip tua, Anda tidak memerlukan tujuan. Andalah tujuannya. Sesampai di sini, seseorang sudah terhubung dengan pusat energi di dalam. Tandanya ada dua, yang bersangkutan hidupnya stabil sekaligus fleksibel. Stabil karena tidak lagi diombang-ambingkan keinginan berlebihan. Pada saat yang sama, lentur dan fleksibel ketika berinteraksi dengan kehidupan.

Sebagai akibatnya, tidak saja sangat sedikit energi yang bocor ke luar, tapi juga seseorang berlimpah energi di dalam. Terutama karena yang bersangkutan terus menerus terhubung dengan pusat energi yang tidak pernah habis. Situs educateinspirechange.org menulis, ilmuwan menemukan begitu seseorang kualitas kesadarannya mengagumkan, otak memproduksi biophotons yang membuat seseorang memancarkan lingkaran cahaya di sekitar kepala. Ia tidak saja bercerita kalau yang bersangkutan telah terhubung dengan pusat energi di dalam, tapi juga menjadi sumber energi bagi lingkungan sekitar. Di titik inilah, para sahabat bisa mengimbangi kekayaan ekonomi yang berkawan dengan kerumitan, dengan kekayaan harmoni yang bersahabatkan rasa berkecukupan. Tidak saja penyakit menjauh, seseorang juga bisa tumbuh sehat sekaligus awet muda.

Penulis: Guruji Gede Prama.
Photo: Pinterest.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.