Kesembuhan

Ahimsa, Ahimsa dan Ahimsa

Ditulis oleh Gede Prama

Sebagaimana dicatat para sejarawan, kekerasan antar manusia memang menurun beberapa tahun terakhir. Perang, terorisme dan sejenis kuantitas dan kualitasnya memang menurun. Bersamaan dengan itu kekerasan yang dilakukan oleh alam terus menaik kuantitas dan kualitasnya. Tsunami, gempa, gunung meletus, longsor terus menerus memakan korban dalam bentuk nyawa manusia. Ada memang yang menyebut ini sebagai buah dosa-dosa manusia. Ada juga yang menyimpulkan ini sebagai kecongkakan manusia karena mencoba menjadi “Tuhan” di muka bumi. Namun tidak sedikit peneliti energi menyimpulkan, energi alam hanya pantulan dari dinamika energi yang ada dalam diri manusia. Di tempat di mana manusia di dalam dirinya penuh kekerasan, di sana alam juga akan muncul dengan wajah kekerasan.

Belajar dari sini, layak direnungkan untuk membuka kembali ajaran tua tentang ahimsa (tanpa kekerasan). Mirip dengan mengangkat salah satu bagian kertas tinggi-tinggi kemudian bagian lain ikut terangkat, jika para sahabat melaksanakan ajaran ahimsa secara sangat dalam maka pada saat yang sama para sahabat juga melaksanakan semua ajaran suci, juga secara sangat dalam. Belajar dari studi-studi mendalam tentang kaum fundamentalis di banyak agama yang melakukan banyak kekerasan, orang yang melakukan banyak kekerasan di luar nyaris semuanya telah melakukan kekerasan di dalam terlebih dahulu. Setelah dibuka lebih dalam lagi, ternyata agama, sekolah, kulturisasi berisi banyak sumber kekerasan yang membuat banyak manusia melakukan kekerasan di dalam diri.

Sebut saja ajaran tentang neraka dan surga. Orang jahat akan masuk neraka, orang baik akan masuk surga. Di permukaan ia menjadi pagar agar manusia tidak keluar batas-batas norma. Tapi di kedalaman yang dalam, ajaran neraka-surga adalah sebentuk kekerasan di dalam diri. Setiap hal yang dianggap buruk dibuang, setiap hal yang dianggap baik diceritakan. Akibatnya, jiwa manusia tumbuh tidak seimbang. Selalu ada yang terasa kurang. Ini terlihat di mata banyak manusia di keramaian. Ada yang mau menyembuhkan diri dengan belanja, ada yang mau mengobati diri dengan berdoa, ada yang menyeimbangkan jiwa dengan hal-hal mewah. Ujungnya, semua seperti kucing yang mengejar ekornya. Semakin ia dikejar, yang dikejar semakin jauh.

Undangan sekolah dan orang tua untuk terus menerus memperbaiki diri juga layak dihormati. Ia berperan tidak kecil dalam membuat masyarakat agar bertumbuh. Namun begitu seseorang bertumbuh dewasa, tumbuh dari rasa resah menuju rasa gelisah, di sana ia akan menyadari, ide tentang perbaikan diri terus menerus (self-improvement) adalah sejenis kekerasan di dalam diri. Ia mirip merpati yang mencoba menjadi kelinci, serupa kelinci yang mencoba menjadi merpati. Persoalan waktu yang bersangkutan akan merasa terasing dalam tubuh sendiri. Tubuh tidak menjadi rumah yang bikin betah, tapi menjadi penjara yang bikin gelisah. Begitu perasaan jenis ini menumpuk banyak dan lama di dalam, di sana seseorang bisa berbahaya.

Agar para sahabat sehat dan selamat, mari belajar menghentikan segala bentuk kekerasan di dalam. Dengan harapan agar Anda tidak memperpanjang daftar panjang kekerasan yang telah panjang. Titik berangkatnya dimulai dari menemukan panggilan alami masing-masing. Sesederhana lumba-lumba yang panggilan alaminya di lautan, sesimpel kupu-kupu yang panggilan alaminya di taman. Rahasia tentang panggilan alami tersembunyi di masa kecil. Dari mimpi masa kecil, mainan kesukaan, teman yang mudah akrab, pelajaran yang gampang dicerna, sampai kejadian-kejadian yang terus mengikuti di dalam memori. Berkomunikasi secara intensif dengan masa kecil adalah langkah yang sangat disarankan dalam hal ini.

Sebagai bahan pembanding, seorang sahabat yang lahir di tengah keluarga besar bercerita kalau sampai umur belasan tahun ia tidak pernah punya kamar sendiri. Kerinduan memiliki kamar sendiri mirip bayangan yang terus mengikuti. Dari sini sahabat ini menginvestasikan sebagian lebih dananya di dunia properti. Hasilnya, masa tua sahabat ini bertumbuh mudah dan indah. Bahan pembanding lain, ada sahabat lain yang dari kecil ingin sekali sekolah ke luar negeri, kendati banyak persyaratan yang tidak bisa ia penuhi. Kekuatan keyakinan membuat sahabat ini bisa sekolah ke luar negeri didanai bea siswa, bahkan di dua negeri maju di Eropa sana. Ciri unik masa kecil ini kemudian diterjemahkan ke dalam menyimpan dana di valuta asing. Inilah contoh nyata berkomunikasi dengan masa kecil. Yang membimbing seseorang tumbuh alami. Jauh dari kekerasan di dalam.

Setelah berkomunikasi dengan masa kecil, sangat disarankan bagi para sahabat untuk mendengarkan rasa nyaman di dalam. Rasa nyaman di dalam sedang bercerita tentang arah yang mau dituju oleh sang jiwa. Tidak saja kenyamanan fisik, tapi juga kenyamanan mental dan spiritual. Ada orang yang secara fisik lebih nyaman tumbuh di pantai, ada yang lebih nyaman tumbuh di gunung, ada juga yang suka menjaga keseimbangan diantara keduanya. Menyangkut kenyamanan mental, belajar mendengarkan pesan-pesan dari dalam. Dari kualitas tidur, mimpi, lancar tidaknya buang air, keseimbangan emosi, sampai dengan tidak mudah gelisah dan marah-marah. Semuanya digunakan sebagai penunjuk arah untuk melangkah.

Kenyamanan spiritual jauh lebih dalam. Seseorang tidak saja tubuhnya sehat, tapi hidupnya juga selamat. Tidak mudah diombang-ambingkan oleh gelombang kehidupan duniawi yang ke sana ke mari. Di atas semuanya, puncak kenyamanan spiritual tercapai ketika seseorang merasa sangat berkecukupan di dalam. Dari rasa berkecukupan ini kemudian lahir kerinduan untuk membimbing banyak makhluk agar berjumpa rasa berkecukupan yang sama. Setelah berkomunikasi dengan masa kecil serta mendengarkan rasa nyaman di dalam, para sahabat disarankan untuk berkomunikasi dengan alam semesta. Sebuah tugas yang tidak sederhana bagi orang biasa. Tapi jangan khawatir, ada tanda-tanda yang bisa dibaca.

Rasa resah, gelisah apa lagi terkena penyakit adalah masukan kalau seseorang kurang terhubung dengan alam sekitar. Sarannya, habiskan lebih banyak waktu di alam terbuka ditemani oleh rasa syukur dan rasa terimakasih yang mendalam. Bagi sahabat yang sakit, tanam tumbuhan obat di sekitar rumah. Sambil ingat, tetumbuhan adalah perjumpaan antara inti sari energi langit dengan energi bumi. Lihat semuanya dari sisi-sisi yang indah. Lebih bagus lagi untuk melatih diri kalau apa yang disebut pikiran sebagai salah-benar, buruk-baik, semuanya mewakili tarian kesempurnaan yang sama. Kurangi keluhan perbanyak senyuman. Kurangi penolakan, perbanyak penerimaan. Di atas semuanya, latih diri untuk selalu tumbuh dalam keseimbangan.

Suka cita adalah masukan kalau manusia terhubung rapi dengan alam semesta. Terutama suka cita yang tidak mengenal musim. Meminjam pesan sebuah buku suci tua, awalnya suka cita, akhirnya suka cita, di tengah juga suka cita. Seorang sahabat yang selalu tidur dengan bibir tersenyum bercerita kalau ia selalu berangkat tidur sambil memikirkan hal-hal lucu dan kocak yang pernah terjadi. Sehingga di dalamnya selalu penuh tawa dan canda. Sebagai hasilnya, ia jarang sakit. Sebaliknya malah berbagi energi kesembuhan dan suka cita pada lingkungan sekitar. Bagi manusia jenis ini berlaku rumus sederhana namun mendalam: “Canda adalah obat termurah. Cinta akan kehidupan adalah obat terindah”.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Pinterest

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.