Kesembuhan

Kebahagiaan Yang Dalam

Ditulis oleh Gede Prama

Kebahagiaan telah menjadi permata spiritual yang paling banyak dicari oleh banyak sekali orang sejak dulu. Dari anak-anak hingga orang dewasa, dari orang tidak punya sampai orang yang punya, nyaris semuanya mencari kebahagiaan. Sedihnya, tidak sedikit orang yang mengejar kebahagiaan terlalu keras kemudian berjumpa ketidakbahagiaan. Terutama karena energi mendorong terlalu keras sering diikuti oleh dorongan balik yang juga keras. Ia mirip dengan bandul. Jika ditarik terlalu keras ke kiri, ia akan balik ke kanan juga terlalu keras. Dan itu yang terjadi dengan kawan-kawan yang mau menemukan kebahagiaan dengan mengkonsumsi narkoba, pil tidur, atau segala bentuk perayaan yang terlalu berlebihan.

Terinspirasi dari sini, layak direnungkan untuk selalu membimbing diri agar bertumbuh di rumah tuanya jiwa bernama keseimbangan. Tubuh, pikiran, perasaan, spirit semuanya lebih mudah menemukan kebahagiaan dan kedamaian di rumah tua keseimbangan. Perhatikan tubuh, ketika udara luar terlalu panas ia merindukan hawa sejuk. Tatkala cuaca luar terlalu dingin, tubuh memerlukan kehangatan. Itu sebabnya, sahabat yang lama tumbuh di pantai menyebut gunung sebagai surga. Kawan-kawan yang kedinginan di gunung mengatakan kalau pantai adalah surga. Sesungguhnya yang dicari tubuh bukan panas-dingin, bukan gunung atau pantai, melainkan rumah tua keseimbangan.

Pikiran tidak jauh berbeda. Keyakinan ekstrem merasa terlalu benar tidak saja bisa membakar orang di luar, tapi juga bisa sangat membakar di dalam. Penghakiman diri berlebihan berupa rasa bersalah tidak saja membahayakan orang luar, tapi juga membahayakan jiwa di dalam. Itu sebabnya, meditasi sebagai salah satu jalan kesembuhan sering disebut sebagai jalan tengah. Ketika merasa diri terlalu benar, bagikan senyuman pada keyakinan jenis ini, kemudian bawa pikiran secara lembut ke tengah. Saat para sahabat dikejar rasa bersalah berlebihan, bagikan senyuman pada rasa bersalah berlebihan. Serta ingat untuk selalu kembali secara lembut ke tengah.

Perasaan lebih halus dari pikiran. Sedih-senang, duka-suka, sakit-sembuh adalah bagian dari bandul perasaan yang selalu bergerak. Sedalam apa pun meditasi seseorang, bandul perasaan akan selalu bergerak. Yang dilakukan meditasi sederhana, menyadari sifat alaminya yang bergerak, menjaga perasaan agar tidak ekstrem. Serta secara lembut dan halus selalu membawanya ke titik tengah. Senyuman yang penuh penerimaan adalah sahabat sangat dekat dalam hal ini. Kerangka yang sangat membantu adalah lingkaran Yin-Yang dari China. Setinggi apa pun pencapaian seseorang, di dalam akan selalu ada hitam-putih, duka-suka. Namun ingat, di wilayah hitam ada titik putih. Di wilayah putih ada titik hitam. Itu wajah keseimbangan yang lebih dalam.

Spirit adalah bagian paling rumit dalam hal ini. Bumi adalah planet yang sangat kaya akan spirit. Dari spirit yang gelap sampai yang terang ada di bumi. Dan spirit apa yang ditemukan seseorang di bumi, sangat ditentukan oleh tubuh, pikiran dan perasaan seseorang di dalam. Yang membuat hati sedih, banyak manusia yang di dalamnya gelap sekali, dibimbing oleh spirit gelap, kemudian secara sangat meyakinkan mewartakan kebenaran dengan jalan kekerasan. Tidak sedikit diantara mereka bahkan melakukan pembunuhan massal. Dan di sepanjang zaman ada manusia jenis ini. Logikanya sederhana, cacing akan menemukan rumah indah di lumpur. Lalat menemukan rumah indah di tong sampah. Bagi manusia kebanyakan, lumpur dan tong sampah memang kotor. Tapi bagi cacing dan lalat, itu rumah mewah dan indah.

Dalam kaitan inilah, studi sangat dalam tentang kesembuhan jiwa dan kebahagiaan yang pernah dilakukan Universitas Harvard layak direnungkan ulang. Sebagaimana dipublikasikan di situs youtube-nya TED, serta dipresentasikan oleh Rober Waldinger, riset ini dilakukan selama 75 tahun. Ia melibatkan responden berjumlah 724 orang. Termasuk 2.000 anak cucu responden ikut dipantau. Mereka tidak saja diwawancara dari tahun ke tahun selama 75 tahun, tapi percakapan mereka dengan keluarga dekat juga direkam. Yang paling menakjubkan, bahkan catatan kesehatan para responden dimonitor selama puluhan tahun. Tentu saja lengkap bersama grafik naik turun yang mereka alami.

Kesimpulan riset sangat mendalam ini, mungkin malah riset paling dalam di bidang kesembuhan jiwa dan kebahagiaan, sangat menyentuh hati. Faktor terpenting yang membuat manusia sehat dan berumur tua bukan kadar gula darah atau kolesterol, melainkan kualitas hubungan seseorang dengan orang-orang dekat. Sekali lagi, kualitas hubungan dengan orang-orang dekat. Kembali ke cerita soal spirit, kualitas hubungan yang positif serta sehat dengan orang-orang dekat selama puluhan tahun, membuat manusia memiliki spirit yang indah di dalam. Spirit yang sehat dan indah di dalam ini kemudian mengundang pembimbing spirit dari luar yang juga sehat dan indah. Ia sesederhana taman indah yang mengundang datangnya kupu-kupu indah.

Untuk alasan seperti inilah, kenapa keluarga spiritual Compassion sangat-sangat tekun untuk merawat para sahabat agar memiliki keluarga yang rukun dan sehat. Jangankan yang mau pisah, bahkan yang telah resmi pisah pun kami selalu usahakan agar rukun kembali. Terutama agar para sahabat tumbuh di lingkungan spirit yang sehat dan indah. Sebagaimana pengalaman keluarga Compassion melayani masyarakat. Di awal ada yang curiga, ada yang marah, ada yang menyerang. Tapi setelah selalu dijawab dengan sikap yang indah selama puluhan tahun, kecurigaan, kemarahan dan serangan orang menurun drastis. Hal yang sama juga terjadi dengan manusia yang bertumbuh di keluarga.

Kurangi mengukur orang dengan ukuran-ukuran ideal bahwa suami mesti begini, istri harus begitu, anak-anak sebaiknya begini dan begitu. Sebaliknya, fokuskan energi untuk tumbuh semakin indah di dalam. Konkritnya, jauhkan pikiran dari segala bentuk keyakinan berlebihan bahwa diri sendiri selalu benar, tatap orang sekitar dengan mata yang penuh penerimaan, hiasi bibir dengan senyuman, sediakan telinga untuk mendengarkan secara tulus dan halus. Asal tekun dan tulus, secara alamiah lingkungan sekitar akan memantulkan spirit indah yang sama. Perpaduan antara spirit indah di dalam, yang berjumpa spirit indah di lingkungan sekitar, itulah yang membuka pintu bagi kebahagiaan yang jauh lebih dalam.

Sebagai akibatnya, tidak saja tubuh sehat, jiwa selamat, tapi para sahabat akan menjadi pembawa-pembawa cahaya fajar (bringers of the dawn). Jangankan tindakan dan kata-kata, bahkan tatapan mata pun akan mudah menyejukkan lingkungan sekitar. Tumbuh di sekitar orang-orang jenis ini membuat kebahagiaan dan kedamaian mekar secara sangat mudah. Meminjam warisan tua Bunda Teresa, yang dibutuhkan dari Anda bukan tindakan-tindakan besar, melainkan tindakan-tindakan kecil dengan cinta kasih yang besar. Dalam bahasa tua ilmu keseimbangan, belajar seimbang antara merawat diri dan merawat orang lain. Lebih spesifik lagi, cara terindah untuk merawat diri adalah dengan cara merawat orang lain. Inilah bentuk konkret dan praktis dari kebahagiaan yang dalam.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Pinterest

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.