Kesembuhan

Tiga Malaikat Cantik Di Dalam

Ditulis oleh Gede Prama

Di tingkat pemula, tubuh manusia disebut menyimpan banyak hal yang kotor. Sebuah cara pandang yang layak dihormati. Dan begitu jiwa bercahaya, di sana seseorang bisa mengerti melalui pencapaian, bukan melalui perdebatan, tubuh manusia menyimpan banyak Cahaya sangat indah. Bahkan tidak sedikit malaikat cantik yang bersembunyi di sana. Malaikat jenis ini bahkan lebih menyelamatkan dibandingkan malaikat dari alam yang tidak terlihat. Tentu saja kalau seseorang cerdas dan terampil membaca pesan-pesan suci dari dalam.

Malaikat cantik pertama yang sering menyelamatkan tidak terhitung manusia adalah rasa lelah, resah dan gelisah. Sedihnya, tidak sedikit manusia yang salah membaca malaikat jenis ini. Kemudian pergi ke narkoba dan hal-hal berbahaya lainnya. Padahal, malaikat cantik jenis ini sedang berbisik pelan meyakinkan: “Melangkahlah menuju rumah tua keseimbangan”. Konkritnya, rasa lelah, resah, gelisah adalah masukan kalau seseorang bertumbuh terlalu jauh dari rumah tuanya jiwa bernama keseimbangan. Untuk itu, bagi para sahabat yang didatangi malaikat cantik jenis ini, cepat melangkah menuju keseimbangan.

Jika keramaian terasa demikian membakar, jumpai kesendirian yang penuh penerimaan agar jiwa bisa mekar. Bila para sahabat merasa jiwanya kering karena terlalu mementingkan diri sendiri, temukan makhluk ciptaan Tuhan di sekitar Anda untuk disayangi. Dari rumput kering, kucing kurus, anak kecil yang perlu ditatap dengan mata kasih sayang, atau orang tua kesepian yang sangat butuh didengarkan. Seumpama ada kawan-kawan yang jenuh di dunia material, cepat belajar spiritual. Setidaknya dengan mengisi keseharian di jalan pelayanan yang penuh ketulusan. Menatap orang dengan mata yang penuh penerimaan, tulus mendengarkan, berbagi senyuman adalah sebagian pilihan yang tersedia.

Malaikat cantik kedua yang sering disalah tafsirkan adalah keseharian yang mulai marah-marah. Sebagian orang menyebutnya dosa. Ada yang menakut-nakuti dengan masuk neraka. Padahal, keseharian yang mulai marah-marah sedang bercerita, ada kegelapan di dalam yang merindukan datangnya Cahaya. Sebutlah sering marah sama orang bawah seperti pembantu, ia undangan untuk mendekatkan harapan dengan kenyataan. Bersama harapan yang selalu dekat dengan kenyataan, benih-benih kedamaian di dalam akan mudah mekar indah. Marah sama orang dekat seperti anak lain lagi, ia masukan untuk menyempurnakan sayap jiwa bernama keikhlasan.

Sebagian orang marah karena memiliki luka jiwa yang sangat mendalam. Jika itu terjadi, cepat belajar memaafkan. Mulai dengan memaafkan diri sendiri terlebih dahulu. Kemudian melebar menuju memaafkan orang yang melukai. Dulunya, ini hanya cerita buku suci. Sekarang, pentingnya memaafkan sudah bisa dibuktikan melalui mesin pengukur gelombang otak EEG. Ringkasnya, tanpa memaafkan, jiwa mana pun tidak akan mengalami pertumbuhan. Langkah praktisnya, jika kedua belah pihak masih terbakar, cukup memaafkan di alam doa. Jika Anda tidak terbakar, orang lain terbakar, bagikan senyuman. Jika keduanya tidak terbakar, belajar memaafkan melalui tindakan. Setidaknya, jangan pernah menjelekkan orang yang pernah melukai.

Malaikat cantik ketiga yang dimusuhi nyaris semua orang, padahal pelajaran spiritual yang dibawa paling dalam, ia bernama penderitaan. Bisa tubuh yang terkena penyakit kronis seperti kanker, ditinggal wafat oleh orang yang sangat dicintai, atau dikhianati oleh orang-orang dekat yang sangat dicintai dalam waktu sangat lama. Jika itu terjadi, belajar mengolah penderitaan menjadi jalan menuju kedamaian. Sebagaimana sering dibagikan, ada pesan spiritual di balik penyakit. Asal larangannya tidak dilanggar, penyakit tidak saja tidak membunuh, malah membantu seseorang untuk bertumbuh. Seorang sahabat yang terkena penyakit hepatitis B di umur muda, membuka banyak rahasia spiritual di balik penyakit hepatitis B.

Larangan untuk tidak meminum alkohol, serta selalu awas dengan kolesterol, membuat sahabat ini tumbuh cepat sekali di jalan meditasi. Terutama karena tubuh yang tidak terkena alkohol selama puluhan tahun membuat pikiran mudah sekali melakukan konsentrasi. Tubuh yang kolesterolnya terjaga rapi, membuat organ-organ tubuh jadi tumbuh jauh lebih sehat. Inilah contoh nyata, penyakit tidak jadi membunuh, malah membantu jiwa untuk bertumbuh. Pesan spiritual lebih dalam lagi, sakit hepatitis B kalau tidak disembuhkan bisa menjadi kanker hati. Dari sinilah, sahabat tadi mengembangkan hati yang indah. Ia tidak saja menerangi jiwanya sendiri, tapi juga menerangi banyak jiwa manusia di mana-mana.

Contoh lain, ada sahabat yang lama telapak kakinya mengalami pengerasan. Awalnya, ia membawa pesan agar hati-hati dalam melangkah. Benar saja, pengerasan di telapak kaki membuat sahabat ini sehat selamat. Kemudian, penyakit ini bercerita tentang pentingnya lebih terhubung dengan energi bumi yang penuh cinta kasih. Yang mengolah semua sampah menjadi bunga indah. Dari sini sahabat ini belajar merawat taman. Dari menanam rumput, menyirami tanaman, bersentuhan dengan tanah, sampai dengan bersyukur dengan mekarnya bunga indah di mana-mana. Setelah bertaman selama puluhan tahun, di sana sahabat ini melihat pertumbuhan jiwanya di taman.

Awalnya, ia menyukai taman yang serba hijau. Ia masukan tentang jiwa yang mulai sejuk. Kemudian bertumbuh menjadi lebih menyukai warna merah muda yang mewakili cinta kasih. Artinya, kesejukan di dalam mulai mekar indah dalam bentuk kerinduan jiwa untuk berbagi cinta kasih. Setelah panggilan cinta kasih ini dilaksanakan dalam waktu lama, di sana terbuka rahasia yang lebih dalam lagi. Ada lingkaran kesempurnaan di alam ini. Sampah berevolusi menjadi bunga indah. Bunga indah layu menjadi sampah. Daun muda mewakili kelahiran, daun kering mewakili kematian. Semuanya berputar melingkar di lingkaran kesempurnaan yang sama.

Meminjam pesan sebuah buku suci tua: “Musim panas tidak mengurangi jumlah air di alam. Musim hujan tidak menambahkan jumlah air di alam”. Demikian juga dengan bunga indah dan sampah, cacian dan pujian, duka cita serta suka cita, keduanya tidak mengurangkan apa-apa, tidak menambahkan apa-apa. Siapa saja yang bisa mengerti ini melalui pencapaian, bukan melalui bacaan, bukan melalui perdebatan, di sana ia mengerti. Ternyata asal cerdas dan terampil menyimpulkan, penyakit bahkan bisa membimbing jiwa menuju pencerahan. Tandanya, dari awal yang tidak berawal, sampai akhir yang tidak berakhir, semuanya mewakili tarian kesempurnaan yang sama. Dan yang membawa seseorang sampai di sini adalah malaikat tercantik di dalam bernama penderitaan.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Pinterest

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.