Kesembuhan

Bahagia Sampai Tua

Ditulis oleh Gede Prama

Kebahagiaan adalah pencapaian yang paling dicari di zaman ini. Demikian menariknya kebahagiaan, bahkan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) pun mengukur kinerja bangsa-bangsa dengan indeks kebahagiaan. Dalam skala yang lebih mikro juga terlihat serupa. Sahabat-sahabat yang sakit begini dan sakit begitu di sesi-sesi meditasi bercerita terang benderang, bahwa mereka memiliki terlalu sedikit memori indah sejak masa kecil. Sebagian diantara mereka bahkan memiliki gen kebahagiaan yang sangat lemah. Sehingga tubuh mereka rawan dikunjungi oleh penyakit kronis. Keluarga mereka rawan terbakar dan bubar. Tidak sedikit yang mulai mendengar bisikan bunuh diri.

Sebagai bahan renungan untuk para sahabat, coba tanyakan 15 pertanyaan ini ke dalam diri Anda:

  1. Dari kecil Anda sering melihat orang tua bertengkar
  2. Lingkungan masa kecil Anda berisi terlalu sedikit orang yang gembira
  3. Di masa sekolah, Anda jarang bahagia
  4. Saat masih TK dan SD, Anda kurang banyak bernyanyi
  5. Menurut Anda, ketika kecil Anda memiliki terlalu sedikit mainan
  6. Saat remaja, Anda kurang menyukai teman-teman yang suka tertawa
  7. Anda tidak memiliki lagu favorit yang suka dinyanyikan
  8. Anda tidak tertarik dengan cerita-cerita lucu
  9. Jika ada orang tertawa ramai-ramai, Anda suka menjauh
  10. Anda suka tidak nyaman dengan lingkungan yang berisi terlalu banyak orang tertawa
  11. Film-film lucu dan komedi tidak menarik minat Anda
  12. Tidak ada satu pun pelawak (komedian) yang Anda kagumi
  13. Menurut Anda, tertawa itu hanya buang-buang waktu percuma
  14. Tidak ada satu pun memori dari masa lalu yang mudah membuat Anda tertawa
  15. Bila ada film-film lucu di TV dan bioskop, biasanya Anda tidak tertarik menonton

Jika Anda menjawab “ya” sejumlah 1 sampai 5 kali, itu tanda gen kebahagiaan di dalam diri Anda relatif sehat. Bila jumlah “ya”-nya 6 sampai 10, hati-hati, gen kebahagiaan di dalam diri Anda lemah. Jika jumlah “ya”-nya 11 sampai 15, cepat belajar berbahagia, cepat menemukan lingkungan yang bisa membantu Anda tumbuh lebih bahagia. Gen kebahagiaan Anda kecil sekali. Sebuah penelitian yang dipimpin Karen Seltz menemukan, 50 % kebahagiaan ditentukan oleh faktor keturunan (genetika), 10 % berasal dari lingkungan. Dan 40 % sisanya bisa dipelajari. Dipadukan menjadi satu, angka-angka ini bisa digunakan acuan untuk memetakan perjalanan ke depan. Terutama agar Anda bisa bahagia sampai tua.

Yang paling kurang beruntung adalah orang yang gen kebahagiaannya sangat kecil, bertumbuh di lingkungan yang miskin kebahagiaan seperti rumah sakit, serta tidak berminat untuk belajar agar hidup tumbuh bahagia. Seorang sahabat dokter yang terkena penyakit kronis pernah diwawancara secara mendalam di sesi meditasi. Ternyata ia nyaris tidak punya memori indah sejak kecil. Bekerja di rumah sakit yang lingkungannya berisi banyak kesedihan. Dan baru mengerti ternyata kebahagiaan itu bisa dipelajari. Kelompok manusia seperti inilah yang paling membutuhkan pelajaran tentang hidup bahagia.

Yang agak beruntung adalah kelompok manusia yang gen kebahagiaannya kuat. Di lingkungan apa pun ia bertumbuh, ia akan mudah bahagia. Sebagian ciri manusia jenis ini mudah dikenali. Dari suka bernyanyi saat sendiri, mudah tertawa begitu ingat hal-hal yang lucu, menyukai lelucon dan film komedi, nyaman di lingkungan yang berisi banyak tawa dan canda, sampai dengan suka membaca cerita-cerita lucu. Kekebalan tubuh kelompok manusia jenis ini biasanya relatif baik. Kesehatannya juga serupa. Relatif stabil dan terjaga. Seorang Ibu rumah tangga yang menikmati sekali panggilannya sebagai Ibu rumah tangga bercerita, kalau ia jarang sakit. Kendati pernah dibanting oleh masalah ini dan itu dalam kehidupan. Wanita ini sehat dan berumur panjang.

Yang paling beruntung adalah ia yang gen kebahagiaannya kuat, bertumbuh di lingkungan yang mudah membuat hati jadi bahagia, serta tertarik untuk melatih diri agar bahagia. Terutama dengan cara melihat semuanya dari sisi-sisi yang membahagiakan. Prinsip kelompok ini sederhana: “Canda adalah obat termurah, cinta adalah obat yang terindah”. Seorang pria yang bekerja di sebuah pusat hiburan bercerita bahwa ia tidak pernah sakit. Saat melihat anak-anak bermain di water boom tempat ia bekerja, ia ikut gembira. Sehingga sering lupa kalau itu tempat kerja. Terutama karena tempat itu setiap hari bermandikan tawa dan canda.

Sebagai bahan bagi para sahabat untuk melatih diri agar senantiasa berbahagia, ada tiga titik kebahagiaan di dalam. Yakni pikiran, hati, serta gerak keseharian. Bagi para sahabat yang pintar dan suka belajar, kemungkinan titik pusat kebahagiaannya ada di pikiran. Jika itu terjadi, latih pikiran untuk melihat dari sisi-sisi yang indah. Ingatkan diri lagi dan lagi, kebahagiaan bukan buah kejadian. Kebahagiaan adalah buah dari cara menyimpulkan. Ringkasnya, simpulkanlah kejadian dalam kehidupan dari sudut pandang yang membahagiakan. Indahnya belum kaya, bangun pagi jadi semangat. Indahnya tidak punya kendaraan, tiap hari olah raga. Indahnya tidak ganteng, tidak ada yang tertarik mengajak selingkuh.

Bagi kawan-kawan yang suka menangis sejak kecil, mudah tersentuh oleh penderitaan di alam ini, sedikit-sedikit merasa kasihan, kemungkinan pusat kebahagiaan Anda ada di hati. Bagi sahabat di kelompok ini, sangat disarankan untuk memperkaya jiwa di jalan pelayanan. Terutama melayani orang-orang agar tumbuh bahagia. Dari mengajar meditasi untuk anak-anak TK, melayani para lansia, sampai dengan merawat ciptaan Tuhan yang lainnya. Singkatnya, belajar berbahagia dengan cara membuat orang lain berbahagia. Sebuah jalan kebahagiaan yang sangat dalam, sekaligus membuat jiwa kaya akan Cahaya.

Tidak sedikit orang yang pusat kebahagiaannya dalam gerak keseharian. Manusia jenis ini penuh aktivitas. Tubuhnya akan sehat kalau kesehariannya berisi banyak kegiatan. Jika diminta istirahat tidak melakukan apa-apa, ia malah mudah jatuh sakit. Kawan-kawan jenis ini disarankan untuk menyatu dengan panggilan keseharian. Tidak perlu memikirkan masa depan yang terlalu jauh. Cukup menyatu sempurna dengan panggilan kekinian. Dalam bahasa yang ringkas, padat namun dalam: “Lakukan yang terbaik di saat ini, ikhlaskan hasilnya. Isi kekinian dengan penerimaan dan senyuman”. Itulah resep bahagia kelompok yang ketiga ini.

Sebagai saran praktis untuk diri sendiri maupun membimbing anak-anak, jika gen kebahagiaan Anda lemah, sejak awal pilih sekolah, jurusan serta pekerjaan yang bisa membuat benih kebahagiaan Anda bertumbuh indah. Hotel, kapal pesiar, pusat hiburan, tempat liburan adalah sebagian pilihan yang tersedia. Bagi para sahabat yang terlanjur bekerja di tempat-tempat yang berisi banyak kesedihan seperti rumah sakit dan tempat kremasi mayat, seimbangkan diri Anda di akhir pekan. Setiap malam tonton hal-hal yang menyenangkan. Dengarkan musik yang mudah membuat hati jadi gembira. Menjelang tidur, perbincangkan hanya hal-hal indah.

Bagi Anda yang gen kebahagiaannya kuat, sebarkan aura kebahagiaan di mana pun Anda bertumbuh. Bagus kalau belajar menjadi pembawa Cahaya. Terutama karena zaman ini sangat memerlukan bantuan kebahagiaan Anda. Bekerjalah di tempat yang berisi banyak interaksi antar manusia. Sehingga aura kebahagiaan Anda mudah menyebar. Bagian pelayanan pelanggan, hubungan masyarakat, penyiar televisi (radio) adalah sebagian profesi yang boleh dipilih. Melalui pendekatan ini, tidak saja Anda bisa bahagia, tapi hidup Anda juga bermandikan Cahaya.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.