Kesembuhan

Warta keluarga spiritual Compassion: Jalan pencerahan untuk jiwa bercahaya

Ditulis oleh Gede Prama

Menyegarkan ingatan tentang FB live rabu 21-8-2019, jika pemula disarankan menjauh dari pohon beracun kehidupan, jiwa dewasa menjaga pohon beracunnya, jiwa bercahaya disarankan mengolah racun menjadi obat. Dari racun penderitaan, luka jiwa, penyakit kronis, sampai dengan racun seks. Seks khususnya, ia mirip listrik tegangan tinggi. Pilihannya ada dua. Mati terkena strum listrik. Atau jiwa jadi sangat bercahaya.

Sangat sedikit orang yang boleh melewat jalan setapak ini. Terutama karena sangat berbahaya. Racun penyakit diolah dengan cara membaca pesan spiritual di balik penyakit. Penderitaan diperlakukan sebagai amplas yang menghaluskan. Luka jiwa adalah malaikat penyelamat yang menyamar. Mengolah seks jadi obat, itu bukan untuk konsumsi publik pemula. Yang jelas, salah satu Guru bercahaya yang melewati jalan seks bernama Saraha. Yang menemukan serta mengumumkan: “Tubuh saya adalah tempat suci tertinggi untuk diri saya”

Karena sangat berbahaya, jalan ini dijaga oleh kekuatan bhakti mendalam pada Guru sejati. Pengandaiannya, penderitaan mirip daun kering. Ajaran suci serupa cahaya matahari. Bhakti mendalam pada Guru sejati adalah kaca pembesar yang diletakkan diantara keduanya. Sehingga daun kering penderitaan habis terbakar. Arjuna di Hindu adalah contoh bhakti mendalam pada Guru sejati Shri Krisna. Jetsun Melarepa di Buddha adalah contoh lain. Kesalahan sangat berbahaya tidak saja bisa dimurnikan, bahkan diolah menjadi pencerahan. Sekali lagi, ini jalan berbahaya, yang hanya boleh dilalui oleh ia yang punya rasa bhakti mendalam pada Guru sejati.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Pinterest

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.