Kesembuhan

Warta keluarga spiritual Compassion: Menerima tamu khusus dari Amerika Serikat (bagian 1)

Ditulis oleh Gede Prama

Siapa yang mendatangi Anda di alam ini, sedang bercerita tentang kualitas di dalam. Jika yang datang kupu-kupu indah, itu masukan kalau di dalam adalah taman jiwa yang indah. Setelah melayani publik internasional di internet umumnya, Twitter khususnya, ternyata ada psikolog terkenal dari Amerika Serikat yang tertarik datang ke Bali. Serta mau belajar dari Guruji.

Ia bernama Kari Joys. Seorang psikolog, terapis, penulis buku yang dibaca banyak orang dari seluruh dunia. Wanita berumur 70 tahun ini sesungguhnya sangat mengagumkan. Di Twitter mau melayani pertanyaan sepele, sederhana, tidak serius bahkan yang datang dari warga desa di daerah pedalaman India. Itu dilakukan selama bertahun-tahun!. Ketulusannya sangat mengagumkan.

Sebaliknya, diam-diam Kari Joys juga mengagumi Guruji. Menurut penuturan Kari Joys, masih ada manusia yang mau melayani orang tanpa memikirkan komentar. Terutama karena di Twitter para sahabat dari seluruh dunia dilayani dengan pesan-pesan pendek setiap 30 menit, siang dan malam, selama lebih dari 10 tahun. Itu sebabnya Kari Joys dan suaminya Steve menyempatkan diri terbang lebih 15 jam dari AS ke Bali, untuk mengetahui komunitas spiritual apa sebenarnya keluarga Compassion. Setelah dilayani sejak selasa 3/9 kemaren, berulang-ulang Kari Joys dan suaminya mengucapkan kata ini berkali-kali: “Terimakasih, terimakasih dan terimakasih” (bersambung)

Penulis: Guruji Gede Prama
Keterangan gambar: Guruji, Ibu, Kari Joys dan Steve suami Kari

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.