Kesembuhan

Warta keluarga spiritual Compassion: Menerima tamu kehormatan dari Amerika Serikat (bagian 2)

Ditulis oleh Gede Prama

Percakapan bersama penulis internasional, psikolog dengan jam terbang panjang dari AS bernama Kari Joys di Ashram Avalokiteshvara di Bali Utara kemaren, ternyata sangat memperkaya jiwa. Nanti akan diterbitkan dalam bentuk video panjang. Yang sangat menarik, ketika ditanya kenapa bintang film kondang Robin Williams dan penyanyi sangat terkenal Michael Jackson mengakhiri hidupnya secara sangat menyentuh melalui bunuh diri, ini jawaban terapis berhati sangat indah ini: “Tidak sedikit orang yang menutup-nutupi rasa sakit di dalam dengan tertawa dan bernyanyi. Sarannya, jangan ditutupi rasa sakitnya. Jumpai rasa sakitnya. Jadilah penyembuh terbaik bagi diri sendiri”. Dan cara terbaik untuk menjadi penyembuh bagi diri sendiri adalah melalui penerimaan diri. Untuk direnungkan bersama, kehidupan yang selalu lurus dan mulus tidak ada. Bahkan jiwa-jiwa suci pun dilukai orang. Saat menerima rasa sakit yang datang dari masa kecil khususnya, Anda sedang menjadi peselancar yang menjumpai gelombang. Menjadi layang-layang yang menjumpai angin menerjang.

Sebagaimana hasil wawancara Kari Joys bersama Guruji sekian tahun lalu yang telah diterbitkan menjadi buku indah yang dibaca banyak orang di seluruh dunia, padukan antara kesadaran (awareness) dengan kesabaran (carefulness). Kesadaran hanya menyaksikan. Mengizinkan rasa sakit berlalu alami bersama waktu. Kesabaran tekun dan tulus untuk bangun ketika jatuh. Yang penting bukan seberapa sering jatuh, tapi seberapa sering bangun setelah jatuh
Penulis: Guruji Gede Prama
Keterangan gambar: Guruji ketika menyambut Kari Joys, buku Kari Joys “Finding Joy Around the world” yang berisi hasil wawancara Kari Joys dengan Guruji di bab 3 halaman 13, yang membuat Guruji sejajar dengan Guru-Guru spiritual tingkat dunia.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.