Kesembuhan

Warta keluarga spiritual Compassion: Menerima tamu kehormatan dari Amerika Serikat (bagian 3)

Ditulis oleh Gede Prama

Psikolog dan penulis internasional Kari Joys bersama suami, wajah dan auranya langsung berubah indah setelah mengenakan baju keluarga Compassion di Ashram tempat Guruji bermukim. Ini bukan cerita tentang memindahkan agama orang, karena kami tidak pernah mengizinkan orang pindah agama, tapi cerita tentang mengajak orang berevolusi dari hati yang pemarah, menjadi hati yang pemurah.

Mengetahui bahwa Guruji seorang empath (jiwa peka yang kaya rasa), Ibu bukan empath, serta kami sudah tumbuh bersama selama nyaris 42 tahun, psikolog kenamaan ini bertanya heran: “Anda kelihatannya sehat walafiat, bagaimana Anda menyembuhkan diri Anda?”. Kari Joys heran karena orang peka yang tumbuh bersama orang tidak peka selama puluhan tahun, biasanya yang peka terkena penyakit kronis. Itu pengetahuan standar diantara sesama psikolog.

Ketika dijelaskan, kata health (kesehatan) berasal dari kata whole (ke-u-Tuhan), di sana Kari mengangguk kagum. Maksudnya, di mana seseorang mengambil banyak kesenangan, di sana ia harus membayar dengan kesedihan. Agar sedikit mengalami kesedihan, ingat untuk mengambil sesedikit mungkin kesenangan. Itu kuncinya. Pengertian holistik seperti inilah, yang membuat Kari dan suami jadi lebih bercahaya setelah mengenakan baju keluarga spiritual Compassion.

Penulis: Guruji Gede Prama
Keterangan foto: Kari Joys dan suami mengenakan baju keluarga Compassion dengan foto Guruji, Kari Joys memeluk erat Ibu.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.