Kesembuhan

Apakah Tuhan itu ada…

Ditulis oleh Gede Prama

Menyusul dihabisinya nyawa sejumlah orang Yahudi oleh kelompok Nazi beberapa puluh tahun lalu, kemudian muncul kelompok ateis dalam jumlah yang terus menaik. Beberapa tahun lalu buku ateis berjudul God’s Delusion bahkan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia. Sebuah bukti bahwa jumlah manusia yang tidak percaya Tuhan tidak sedikit.

Sebagai seseorang yang tidak lagi muda, serta diberkahi bisa melihat sejumlah hal yang tidak bisa dilihat oleh mata orang biasa, rasanya tidak tega melihat opini publik diombang-ambingkan ke sana ke mari. Sejujurnya, Tuhan muncul dengan wajah berbeda ke orang yang berbeda. Penjelasan terbaik tentang Tuhan adalah melampaui semua wajah.

Namun, jika disampaikan dengan bahasa “tingkat tinggi” seperti ini, banyak orang tidak mengerti. Salah-salah ikut menjadi penganut ateis. Dengan meminta maaf secara sangat mendalam pada Guru rahasia, serta dibekali compassion (belas kasih) untuk menyelamatkan banyak mahluk di alam ini, secara jujur harus diceritakan Tuhan itu ada.

Dan karena Guruji sejak kecil diberkahi tubuh yang secara fisik tidak kekar, tidak berani berkelahi, maka alam Cahaya beberapa kali memperlihatkan dirinya dalam bentuk kekuatan penjaga. Ketika nyawa betul-betul dalam bahaya, karena sedang membangun tempat suci di Bali Utara, di arah kiri Guruji muncul Cahaya berbentuk Naga berwarna kuning keemasan.

Sedikit di sebelah kanan Guruji, muncul Cahaya dalam bentuk Naga berwarna putih. Begitu keduanya berlalu, baru muncul Cahaya putih persis di atas kepala dalam bentuk Tirtha (air suci) yang memercik. Simbol yang paling disucikan di Bali. Dengan berkali-kali minta maaf, minta maaf, minta maaf, cerita ini dibuka karena didorong oleh belas kasih (compassion) agar banyak mahluk selamat di alam ini. Serta agar generasi berikutnya tidak hanyut dalam gelombang ateis yang berbahaya.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo by Paolo Nicolello on Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.