Kesembuhan

Merenungkan Tuhan…

Ditulis oleh Gede Prama

Menyusul cerita sebelumnya tentang Tuhan (baca: Apakah Tuhan itu ada…), ada yang berkomentar seperti ini: “Setiap penjelasan tentang kebenaran, bahkan yang datang dari tokoh paling karismatik sekali pun, membutakan seseorang dari kemungkinan untuk bisa melihat kebenaran”. Sebuah komentar khas ala J. Krishnamurti.

Guruji juga mengagumi Krisnamurti di tahun 1980-an. Membaca dan merenungkan maha karya Freedom from the known. Dan setelah melayani jutaan orang, puluhan ribu bahkan berjumpa langsung, terlihat melalui tangan pertama, sangat sedikit mahluk yang bisa diselamatkan jika menggunakan pendekatan “kebebasan” ala Krisnamurti. Sekali lagi, sangat sedikit.

Mirip dengan merawat kumpulan burung – pendekatan Krisnamurti yang membebaskan umat manusia dari semua pengertian, termasuk pengertian tentang Tuhan – cocok untuk burung elang yang telah dewasa dan bisa terbang sendiri. Sedihnya, sangat sedikit ada pencari spiritual yang sudah sedewasa burung elang yang bisa terbang sendiri.

Di keluarga Compassion terlihat melalui tangan pertama, belum pernah berjumpa pencari yang betul-betul dewasa. Sebagian murid meditasi kami datang dari negara maju, salah satu murid dekat kami bahkan lulusan Universitas Harvard, tapi kebanyakan pencari adalah burung-burung kecil yang memerlukan sangkar pelindung. Sebagian bahkan burung kecil yang terluka.

Jika burung jenis itu dilepas bebas, resikonya bisa sangat berbahaya. Dan alam penggoda bisa menghancurkan mereka dengan cara yang sangat kasar seperti membunuh, sampai menjatuhkan dengan cara yang super halus melalui penghormatan orang banyak. Krishnamurti benar, pengertian tentang Tuhan memang sejenis sangkar burung.

Dan sangkar itu sangat diperlukan di putaran waktu ketika alam menunjukkan tanda-tanda bahaya seperti virus berbahaya di China sampai cuaca yang tidak menentu. Jika di pulau super cantik Bali saja angka bunuh diri menyentuh hati, apa yang terjadi di tempat lain.

Dengan tetap menaruh hormat pada Krishnamurti, serta belajar dari pengalaman tangan pertama seperti ini, kemudian keluarga Compassion memberikan sangkar pelindung yang aman bagi masyarakat. Tidak akan memuaskan semua orang tentu saja. Yang layak disyukuri, banyak pencari yang sehat selamat di jalan ini

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo by Lars Kuczynski on Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.