Kesembuhan

Agar selamat dari virus corona

Ditulis oleh Gede Prama

“Jika virus corona memasuki kota kami, apa yang sebaiknya dilakukan Guruji?”, demikian banyak yang bertanya. Secara biologi, penyakit mudah masuk ke tubuh yang kekebalan tubuhnya terganggu. Sehingga menjaga kekebalan tubuh sangat disarankan. Terutama dengan menjaga nutrisi.

Di nutrisi biologi, disarankan memakan makanan yang langsung dari alam. Vitamin C masih menduduki ranking atas untuk mempertahankan kekebalan tubuh. Berkaitan dengan nutrisi psikologi, jaga diri jangan sampai terlalu banyak terkena stres. Karena ia sebentuk pemborosan energi yang besar.

Begitu memasuki nutrisi spiritual, tidak ada yang lebih baik dari memadukan keseimbangan dengan keterhubungan. Seimbang dalam arti seluas-luasnya (tumbuh di dalam dan di luar, membahagiakan diri dan orang lain). Dan rasa syukur mendalam adalah jembatan keterhubungan paling meyakinkan.

Sebagai tambahan penting, virus bervibrasi di tingkat energi di bawah 100. Bertumbuhlah di tingkat energi setidaknya 550 (cinta kasih). Laksanakan cinta kasih dalam keseharian. Ia sayap jiwa yang membuat Anda tidak bisa disentuh oleh virus mana pun. Bunda Teresa adalah buktinya. Beliau puluhan tahun melayani orang berpenyakit kusta, tapi beliau sama sekali tidak terkena penyakit kusta.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo by James Wainscoat on Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.