Kesembuhan

Jalan menuju keselamatan

Ditulis oleh Gede Prama

Lebih baik bawa payung tapi tidak hujan, dibandingkan tidak bawa payung tapi hujan. Jika tidak hujan, payungnya bisa digunakan untuk memayungi diri dari teriknya sinar matahari. Spirit yang sama juga sebaiknya diterapkan ketika dunia sedang dibikin takut oleh virus corona. Ada sahabat dari Bali menulis: “Saya tidak takut sama penyakit, hanya takut sama Tuhan”.

Boleh saja berpendapat seperti itu. Namun layak direnungkan lebih dalam, Tuhan bisa menyelamatkan alam dengan berbagai cara. Salah satunya melalui penyakit. Pada segelintir sahabat dekat di Bali pernah diceritakan: “Suara Genta (bel suci) paling halus, lembut dan menyentuh pernah terdengar di Pura Basukian Besakih”. Basukian artinya jalan menuju keselamatan.

Ketika pesan ini disampaikan pada Jero Mangku di Pura Basukian, beliau sangat terharu, bahkan mengirim Genta sakral melalui Jero Mangku Putera Weda di Pura Dalem Puri. Berikut beberapa langkah untuk memayungi diri. Agar para sahabat berjalan di jalan menuju keselamatan.

  1. Sesering mungkin cuci tangan. Jika tidak yakin tangannya bersih, jangan memasukkan tangan ke tubuh
  2. Bila tidak terlalu penting, jauhkan diri dari kerumunan manusia yang lebih dari 20 orang
  3. Jaga tubuh dengan nutrisi yang cukup. Olah raga yang cukup. Tidur yang cukup
  4. Menyangkut nutrisi biologi, vitamin C masih dalam ranking atas untuk menjaga kekebalan tubuh
  5. Berkaitan dengan nutrisi psikologi, jauhkan diri dari semua ketegangan (stres), dekati hal-hal yang mendamaikan
  6. Nutrisi spiritual terbaik adalah keseimbangan dipadukan dengan keterhubungan. Bimbing diri untuk selalu terhubung melalui rasa syukur yang mendalam
  7. Sahabat yang tinggal di kawasan sangat padat, datang ke tempat yang lebih lengang (pantai, pegunungan). Ambil oksigen lebih banyak di sana
  8. Teman yang belajar agama, fokus pada ajaran agama yang mengurangi ketakutan, meningkatkan kedamaian
  9. Mudah-mudahan tidak terjadi, jika hal berbahaya terjadi cepat kembali ke keluarga. Ingat, sahabat (keluarga dekat) adalah obat
  10. Apa pun pertanyaannya, cinta kasih jawabannya. Apa pun luka jiwanya, cinta kasih obatnya
  11. Untuk sahabat pembawa Cahaya: “The darker the night the brighter the light”. Semakin gelap sang malam, Cahaya akan memancar semakin terang

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.