Kesembuhan

Ada Cahaya di balik bahaya

Ditulis oleh Gede Prama

“Apakah ada pesan Cahaya di balik bahaya virus corona?”, begitu ada yang bertanya. Pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di sepanjang sejarah telah menghadirkan banyak “kenyamanan”. Dan kenyamanan tentu saja berkah. Namun sering terjadi, kenyamanan membuat manusia tidak lagi tertarik untuk menemukan yang hakiki.

Dan virus corona datang secara mendadak meruntuhkan kenyamanan tadi. Sekaligus membimbing manusia secara drastis, dari keramaian yang riuh dan keruh menuju kesendirian yang hening dan bening. Rasa takut berlebihan yang ditimbulkan virus corona membuat banyak manusia, termasuk negara adi kuasa, jadi sangat penurut. Sebuah prestasi yang jarang terjadi sebelumnya.

Hanya tangan-tangan rahasia yang luar biasa yang bisa melakukannya. Agar para sahabat sehat selamat, mari merenungkan beberapa nutrisi spiritual. Agar bisa mengolah bahaya menjadi Cahaya.

  1. Di tengah kehidupan yang diputar oleh angin ribut ketidakpastian, cepat temukan titik pusat di dalam
  2. Kehidupan terus menerus berputar seperti roda. Di pinggir roda guncangannya hebat sekali
  3. Namun di titik pusat lingkaran roda, tidak ada guncangan, hanya kedamaian
  4. Ini 3 tangga menuju titik pusat di dalam: “terima, mengalir, senyum”
  5. Sambil ingat, semua yang terjadi di alam ini adalah tarian kesempurnaan yang sama
  6. Istirahat jiwa-jiwa yang indah. Istirahat dari segala bentuk konflik dan kritik di dalam
  7. Rasakan jeda diantara dua nafas. Di sana disembunyikan banyak rahasia kedamaian
  8. Sebagaimana sifat alami bunga yang indah, sifat alami jiwa yang istirahat di jeda ini damai
  9. Begitu kondisi damai ini bertahan lama, ia melahirkan kerinduan untuk berbagi cinta kasih
  10. Dan cinta kasih dalam tindakan adalah perjumpaan pribadi dengan Tuhan sebagai keindahan
  11. Ketika perjumpaan pribadi ini terjadi, di sana bahaya berubah menjadi Cahaya

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.