Kesembuhan

Tirtha Bali untuk dunia

Ditulis oleh Gede Prama

Salah satu peneliti Belanda menyebut agama orang Bali dengan Religion of Holy Water (Agama Tirtha). Terutama karena upacaranya dimulai dengan Tirtha (air suci), diakhiri juga dengan Tirtha. Dengan kata lain, air memiliki makna yang sangat spesial dalam kehidupan orang Bali. Dan di tengah dunia yang panas oleh virus corona, inilah saatnya memercikkan Tirtha Bali untuk dunia.

Di zaman ketika banyak pikiran manusia mengeras karena kepintaran, kehadiran air yang lentur akan sangat menyejukkan keadaan. Dengan demikian, agar selamat dari virus corona, sedini mungkin belajar memiliki pikiran yang luwes dan lentur. Terutama karena pikiran jenis ini membocorkan jauh lebih sedikit energi. Sehingga tubuh bisa memiliki kekebalan yang cukup.

Sebagai bahan renungan, di alam ini semua ciptaan mengalir. Sesederhana sampah dan bunga indah. Keduanya mengalir. Demikian juga dengan apa yang disebut salah dan benar. Semuanya mengalir. Apa yang disebut salah di sebuah zaman, bisa menjadi benar di zaman lain. Orang mencaci bisa memuji. Mengalir jiwa-jiwa yang indah.

Lebih dalam dari itu, beda tubuh manusia yang telah mati dengan tubuh yang masih hidup, yang masih hidup lebih lentur. Pesannya, jika mau sehat selamat berumur panjang, belajar hidup yang lentur. Jika mau cepat mati, silahkan ngotot dan kaku.

Renungan Tirtha yang ke dua, air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Pelajarannya, agar lebih sedikit tegang dan stres sebagai salah satu syarat penting biar selamat dari serangan virus corona, belajar merendah. Di kearifan Timur sering dipesankan, orang yang tulus merendah sedang bercerita melalui tindakan, bahwa ia jiwa yang indah.

Renungan Tirtha yang ketiga, tempat di mana air jumlahnya berlimpah adalah samudra. Alasan utama kenapa samudra airnya berlimpah karena ia di tempat yang lebih rendah. Ajakannya, jika mau hidup berkelimpahan, latih diri untuk hidup penuh pelayanan (baca: merendah). Apa lagi di dunia pariwisata. Pelayanan adalah rohnya dunia pariwisata.

Rangkaian cerita tentang Tirtha ini tidak saja membuat Bali berkali-kali selamat dari berbagai cobaan, tapi pasca bom Bali di tahun 2002, berkali-kali media-media dunia menyebut Bali sebagai the best island in the world. Pulau terindah dan tercantik di seluruh dunia.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.