Kesembuhan

Jalan setapak menuju keselamatan

Ditulis oleh Gede Prama

Menyegarkan ingatan tentang pesan sebelumnya, suara Genta (bel suci) paling lembut, paling sejuk, paling menyentuh pernah terdengar di Pura Basukian Besakih Bali. Basukian artinya jalan menuju keselamatan. Ketika diberitahukan cerita ini pada Jero Mangku di Pura Basukian, beliau sangat tersentuh, bahkan mengirim Genta sakral sebagai ungkapan rasa hormat.

Pesan spiritual di balik kejadian ini, atas berkah Tuhan kemungkinan besar kita semua akan selamat. Agar para sahabat betul-betul melangkah di jalan menuju keselamatan, berikut serangkaian bahan renungan.

  1. Yang terpenting bukan apa yang terjadi, tapi bagaimana Anda berespon terhadap apa yang terjadi
  2. Agar respon Anda menyelamatkan, tidak perlu menonton semua berita. Khususnya yang menakutkan
  3. Berita menakutkan membuat otak menghasilkan hormon stres yang mengganggu kesehatan tubuh
  4. Kelilingi dan jaga diri oleh keluarga dekat dan sahabat dekat. Energi mereka ikut menjaga
  5. Di saat krisis, penting sekali belajar merawat diri. Hanya ia yang selamat yang bisa menyelamatkan
  6. Diantara berbagai bentuk perawatan diri, yang terbaik adalah self-love. Mencintai hidup Anda apa adanya
  7. Karena waktu senggang berlimpah, inilah saatnya menemukan jati diri yang sejati
  8. Salah satu arti kata Bali adalah persembahan. Pikirkan bagaimana hidup Anda bisa menjadi persembahan
  9. Setiap bentuk tindakan yang meringankan penderitaan di alam ini, cepat dipersembahkan
  10. Alasan penting kenapa bunga disakralkan, agar manusia ingat dengan keindahan di dalam dirinya
  11. Diantara semua keidahan, rasa syukur adalah yang terindah, sekaligus sebuah perjumpaan pribadi dengan Tuhan sebagai keindahan

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo by Nick Fewings on Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.