Kesembuhan

Surat terbuka untuk para sahabat pemimpin

Ditulis oleh Gede Prama

Menjadi pemimpin di zaman super krisis tentu saja tidak mudah. Kepanikan, ketakutan, kerumitan semuanya ruwet melingkar lebih rumit dari benang basah. Di filosofi Timur ada ungkapan tua yang berbunyi seperti ini: “Ikan yang lama di air lama-lama bertanya, apa itu air. Ketika salah satu ikan melompat ke luar, ia bisa memberitahu temannya, tempat hidup mereka itulah air”.

Arti sederhananya, kadang orang yang berada di luar, bisa berjarak dengan persoalan, cenderung lebih jernih memandang kerumitan. Dibimbing oleh niat tulus untuk membuat sahabat-sahabat pemimpin agar lebih jernih, kemudian bisa menyelamatkan kepanikan dan ketakutan berbahaya yang sedang terjadi di masyarkat, dengan rendah hati ditulis surat terbuka berikut ini.

  1. Jika mengacu pada berita dan data di tingkat global, dunia memang sedang menakutkan. Namun tidak semua data-data global cocok untuk diterapkan dengan kondisi unik di tempat kita masing-masing.
  2. Setelah membaca beberapa sumber, negara-negara yang parah terkena virus corona adalah negara kaya, serta berlokasi di tempat yang relatif dingin. Di luar negara seperti itu, ada korban tapi tidak separah yang terjadi di China, Italia, Korea Selatan dan Iran
  3. Sehingga layak direnungkan ulang untuk ikut-ikutan panik sebagaimana banyak negara. Sampai-sampai kota besar jalanannya kosong. Bandaranya sepi. Terutama keputusan karantina di rumah akan berdampak pada perekenomian, serta bidang lainnya.
  4. Negara-negara kaya keadaannya mirip keluarga kaya. Jika mereka tidak bekerja berbulan-bulan, mereka masih punya banyak tabungan untuk dimakan. Namun negeri kita berbeda. Sejauh yang terlihat di desa, masih banyak warga kita yang mencari uang di hari ini untuk dimakan di hari ini. Jika mereka tidak bekerja berbulan-bulan, mereka akan makan apa.
  5. Di bidang kajian pengambilan keputusan sering didiskusikan, sangat jarang pemimpin berhadapan dengan pilihan salah-benar, buruk-baik. Sering terjadi, pilihannya antara buruk atau sangat buruk. Jika itu terjadi, miliki keberanian untuk mengambil yang buruk. Jika tidak diambil, hal yang sangat buruk bisa terjadi.
  6. Melarang masyarakat bekerja mungkin bisa menyelamatkan ratusan orang dari kemungkinan wafat karena virus corona, tapi pada saat yang sama bukan tidak mungkin akan ada ribuan manusia wafat karena tidak bisa makan. Belum lagi kalau ia meluas menjadi kecelakaan, pencurian, perampokan dan kerusuhan massal.
  7. Mengingat tingkat kegawatan virus corona di negara panas dan relatif tidak kaya lebih ringan, pilihan mengedukasi masyarakat agar menjaga kekebalan tubuh sebaik-baiknya – melalui vitamin C, mengurangi stres, berjemur di matahari pagi, sampai belajar meditasi dan yoga – adalah pilihan yang lebih disarankan.
  8. Jika pemerintah memiliki dana, akan bagus sekali jika anak-anak sekolah, pegawai pemerintah diwajibkan mengkonsumsi vitamin C. Setiap pagi sebelum memulai aktivitas, melakukan olah raga, yoga atau malah dibimbing meditasi
  9. Tidak banyak orang bisa tahan terlalu lama tinggal di rumah. Sebuah jurnal psikologi terkemuka Psychology Today pernah menyimpulkan, semakin lama anak-anak bisa diam dalam waktu yang jauh lebih pendek dibandingkan anak-anak zaman dulu.
  10. Ini berarti karantina di rumah yang terlalu lama bisa memberi dampak pada kesehatan fisik maupun mental. Ujungnya tidak berbeda dengan kerepotan menangani virus corona. Pemerintah juga akan dibebani ini dan itu.
  11. Di atas semuanya, virus corona bukan virus biasa. Baru pertama kali terjadi dalam sejarah ada virus yang bisa menghentikan aktivitas miliaran manusia di seluruh dunia. Ini virus yang membawa pesan spiritual mendalam: “Mari berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi. Dan sahabat-sahabat pemimpin berada di depan dalam proses evolusi ini”

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto: Goes D’ Mandala

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.