Kesembuhan

Lotus indah pengertian untuk para sahabat pemimpin

Ditulis oleh Gede Prama

Tatkala mendengar, menonton dan membaca bahwa para sahabat pemimpin menutup sekolah, meminta pekerja berkarya dari rumah, sampai membatasi semua kegiatan di luar rumah, kami rakyat biasa melihat itu sebagai cara para sahabat pemimpin menyayangi dan merawat kami. Persisnya, menjaga agar rakyat sehat dan selamat.

Sebagai ungkapan terimakasih yang mendalam, izinkan orang desa yang sederhana ini juga mengungkapkan rasa sayang yang mendalam pada para sahabat pemimpin. Jika ada kata-kata yang terasa kurang berkenan, itu lebih banyak karena kekurangcermatan orang desa dalam memilih kata-kata. Tidak ada niat mengkritik sedikit pun.

Berikut beberapa lotus indah pengertian untuk para sahabat pemimpin. Sebagai ungkapan kasih sayang mendalam pada para sahabat pemimpin.

  1. Ketika ada anggota pasukan yang terlihat nakal dan melanggar, sebaiknya panggil anggota yang nakal. Ajak ia berbicara dari hati ke hati. Jangan pernah marah di depan semua orang. Nanti energi kenakalan satu orang tadi bisa menular berbahaya ke semua anggota pasukan
  2. Dengan cara yang sama, yang berpotensi terkena virus corona tidak semua orang. Hanya sebagian kecil anggota masyarakat. Itu pun tanda-tandanya mulai jelas setelah belajar dari negara-negara lain yang pernah dibikin sulit dan rumit oleh virus corona
  3. Jika terus menerus publik dibombardir dengan pengumuman tentang larangan dan himbauan menakutkan, energi kolektif manusia yang penuh ketakutan akan mengundang datangnya bahaya yang lebih besar. Kesimpulan jenis ini tidak saja sering muncul di kalangan peneliti dan penekun energi, tapi juga terjadi berkali-kali dalam sejarah
  4. Dengan demikian, konsentrasikan energi untuk merawat sebagian kecil anggota masyarakat yang berpotensi terkena virus corona. Dari pekerja yang berkarya di luar negeri, orang tua yang kekebalan tubuhnya sedang melemah, sampai dengan menjaga pekerja kesehatan dengan perlengkapan perlindungan diri yang lebih canggih
  5. Karena semua sektor saling terhubung, sekolah dan kantoran yang tutup telah membuat tidak sedikit pekerja bawah yang kehilangan penghasilan. Dari tukang ojek, tukang jual bakso, sampai pemilik warung dekat sekolah dan dekat kantoran. Dan jumlah warga yang kerja hari ini dimakan di hari ini tidak sedikit. Mungkin jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan ia yang potensial terkenal virus corona
  6. Belum lagi anak-anak dan orang dewasa yang tidak biasa tinggal lama di rumah sekarang harus tinggal terlalu lama di rumah. Mereka tidak saja berpotensi terkena sakit mental, tapi juga bisa terkena sakit-sakit yang lain. Untuk direnungkan lebih dalam, tidak saja virus corona membunuh, stres, depresi, kepanikan, ketakutan pun membunuh
  7. Dalam buku tua kepemimpinan diwariskan: “Beda pemimpin sama orang biasa sederhana. Tatkala orang banyak sedang makan enak, pemimpin mengambil piring paling belakang. Tatkala negara sedang dalam bahaya perang, pemimpin berdiri paling depan”. Inilah saatnya untuk berdiri di depan. Tidak semua yang dilakukan negara lain layak diikuti

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca surat sederhana ini. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan inspirasi.

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto persembahan keluarga Compassion

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.