Kesembuhan

Bali My Love

Ditulis oleh Gede Prama

Tidak sedikit tokoh dunia yang menyebut Bali sebagai pusaka perdamaian dunia. Seperti benteng terakhir tempat menjaga perdamaian dunia. Dalam hubungan ini, layak merenungkan lambang Universitas Udayana sebagai Universitas tertua di Bali. Dalam perspektif agama Buddha, lambang ini mirip dengan memutar roda Dharma.

Jejak maknanya, sebarkan terus ajaran-ajaran suci. Jangan pernah menggunakan ajaran suci untuk melukai. Baik melukai orang lain maupun melukai diri sendiri. Gunakanlah ajaran suci untuk menemukan simfoni indah di dalam diri. Sambil ingat, ia yang menemukan simfoni di dalam diri sedang ikut mempercantik bumi.

Dalam perspektif agama Hindu, lambang ini mirip Chakra. Pesan bimbingannya, jaga Chakra-Chakra yang ada di dalam tubuh. Melihat tanda-tanda di mana virus corona serangannya paling masif, di tempat yang berita negatifnya sangat masif, jaga Chakra kerongkongan khususnya. Setidaknya dengan cara tidak menambah daftar panjang kekerasan yang telah panjang.

Karena Chakra hati berada sangat dekat dengan hara (titik pusat di dalam), jagalah Chakra hati seindah-indahnya. Yang terbaik adalah banyak menolong. Jika tidak bisa menolong, cukup jangan menyakiti. Sambil ingat, di balik pulau Bali adalah hutan tua di Peru. Di sana ditemukan pesan sangat tua yang berbunyi: “Tidak ada kebetulan, hanya bimbingan-bimbingan”.

Dibimbing Cahaya pemahaman seperti ini, ingat pesan kosmik seperti ini. Bom teroris paling menakutkan terjadi 11-9-2001 di AS yang diikuti banyak kekerasan. Di tahun berikutnya, 12-10-2002 (semua angka ditambah 1), bom teroris meledak di Bali. Diikuti oleh tanpa kekerasan (ahimsa). Seorang wanita AS menulis: “Makanan enak ditemukan di Itali, doa indah terdengar di India, cinta yang sangat menawan ditemukan di pulau Bali”

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto persembahan pak Putu Wirawan

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.