Kesembuhan

Bunga Indah Untuk Jiwa-Jiwa Yang Indah

Ditulis oleh Gede Prama

Hari ini 22-4-2020 adalah hari Shiva-Buddha. Rabu bahasa Balinya Buddha. Tilem (bulan mati) adalah malam Shiva. Sebuah perjumpaan yang langka. Lebih-lebih Tilem-nya Tilem kedasa. Kedas dalam bahasa Bali artinya bersih. Jejak maknanya, mudah-mudahan ajaran suci ini akan membuat bersih banyak sekali jiwa.

Dengan merunduk hormat (deep bow) pada semua Guru suci di semua alam, dari Guru hidup, Guru buku suci, Guru simbolik, sampai Guru Rahasia, izinkan ajaran yang mengalir melalui Guruji ini menjadi lentera penerang kecil di alam samsara ini.

  1. Beberapa hal “tidak biasa” yang terjadi sebelum ajaran suci ini turun:
    • Sejak November 2019 aura bumi telah berubah. Di Ashram terasa sekali. Salah satu tandanya, di bulan yang biasanya hujan deras malah panas. Ternyata mulai terjadi astrological alignment (penyelarasan astrologi) yang membuat vibrasi bumi berubah. Di mata orang awam, ia munucl dalam bentuk krisis virus corona di mana-mana. Pesannya, tatkala nelayan tidak melaut saat gelombang pasang, bukan berarti nelayan sedang takut. Saat petani tidak meladang ketika hujan, bukan berarti petani sedang takut. Tapi sedang menyelaraskan diri dengan siklus alam. Di sepanjang sejarah, ada banyak mahluk yang punah (contohnya dinosaurus) karena gagal menyelaraskan diri dengan putaran (siklus) alam.
    • Bersamaan dengan munculnya berita virus corona tiba-tiba tumbuh dua pohon Bodhi di Ashram Avalokiteshvara. Kedua fotonya pernah di publish. Satu di arah Barat sebelah kanan miniatur Borobudur. Tempat bermukim Buddha Avalokiteshvara. Satu lagi di patung Buddha yang posisi tangannya sedang mengajar. Keduanya tumbuh alami. Tidak ada yang menanam. Pohon Bodhi adalah simbol pencerahan.
    • Di awal-awal krisis virus corona diberitakan luas, tanpa diundang ada Ibu dari Yogyakarta datang secara sangat sopan ke Ashram. Tatkala menyerahkan batik Wahyu Tumurun ke Guruji, sambil menangis haru Ibu ini berucap: “Batik ini bernama batik Wahyu Tumurun. Hanya dilukis oleh pelukisnya, jika dirasakan akan ada Wahyu yang turun dari langit”. Gambar batiknya juga pernah di publish.
    • Saat diceritakan ke publik bahwa terjadi metamorfosis global di mana-mana, di Stupa teratas dari rangkaian 11 Stupa di Ashram muncul sejumlah kepompong. Sebagian betul-betul bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Beberapa murid dekat yang datang ke Ashram untuk merapikan Ashram, melihat langsung ada kepompong dan kupu-kupu di sana. Gambarnya pun pernah di publikasikan.
  • Di malam Purnama kedasa (bulan ke sepuluh dalam penanggalan Bali) 7-4-2020 sesaat setelah berdoa bersama ribuan sahabat di FB live, tiba-tiba bulan Purnama yang lambang Mandala (kesempurnaan) dikelilingi juga Cahaya Mandala. Kejadian ini dipotret oleh banyak sahabat. Di publish juga di media sosial. Pada hari ini juga diceritakan ajaran tentang kematian yang pernah turun di atap bumi Tibet.
  • Di hari-hari terakhir menjelang malam Shiva-Buddha tanggal 22-4-2020, berhari-hari di puncak Stupa dari rangkaian 11 Stupa muncul mahluk bersayap menyerupai gajah. Orang Bali menyebutnya musi. Di alam dewa, bentuknya menyerupai Ganesha. Sebuah kekuatan penjaga yang tidak diragukan. Beberapa murid dekat juga lihat. Fotonya juga telah dipublikasikan.
  • Beberapa hari sebelum pesan ini ditulis, muncul tulisan di Ashram seperti ini: “Ajaran suci ini hanya turun beberapa ribu tahun sekali ke bumi”.
  1. Berikut ringkasan ajaran yang dibagikan selama 27 hari siang dan malam

A. Ajaran yang membuat seseorang berevolusi dari sakit ke sembuh:

* Tubuh, pikiran, perasaan, spirit yang bersemayam dalam tubuh manusia menyukai keseimbangan. Setiap bentuk rasa takut, rasa sakit, penyakit adalah masukan bahwa seseorang diundang untuk tumbuh lebih seimbang.

* Kesembuhan biologi bisa dibantu dengan mengenali kerajaan kesembuhan di dalam. Rajanya bernama nutrisi. Ratunya adalah olah raga yang cukup. Putera mahkotanya adalah tidur yang indah. Nutrisi biologi membantu seseorang bertumbuh menuju keseimbangan. Ia yang tubuhnya cenderung dingin, disarankan memakan (meminum) makanan (minuman) yang memperhangat tubuh. Setidaknya minum air hangat. Ia yang masa lalunya aktif disarankan memakan makanan (minuman) yang lebih pasif seperti buah dan sayur. Mengacu pada penelitian di wilayah-wilayah biru di dunia (wilayah yang berisi manusia-manusia sehat dan berumur panjang) seperti Okinawa Jepang, Sardenia Italia, Ikaria Yunani, Lomalinda California selatan, serta Nikoya di Costarica, di tempat ini olah raga dilakukan melalui gerakan-gerakan alami. Bukan gerakan-gerakan olah raga masyarakat modern yang cenderung tidak alami. Di Okinawa tetua bertaman. Di Sardenia tetua menggembalakan domba. Sedangkan tidur yang indah disarankan seperti ini. Ambil secangkir air hangat. Bisikkan mantra "Saya adalah rasa syukur yang sangat dalam". Sambil ingat, hasil penelitian Dr. Masaru Emoto tentang bentuk partikel air. Air yang dibisikkan kata-kata indah bentuk partikelnya jauh lebih indah. Begitu tidur, temanilah diri dengan senyuman.Terutama dengan cara mengingat hal-hal lucu menjelang tidur. Jika tidak bisa, jumpai diri sejati. Diri Anda sebagai seorang saksi. Ditemani diri sejati, tidur biasanya mudah dan indah. Begitu menutup mata, rasakan jeda diantara dua nafas
  • Kesembuhan psikologi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara pertama adalah menulis panjang. Setidaknya 2.000 jawaban dari pertanyaan “siapa diri Anda”. Kemudian dikelompokkan ke dalam diri historis, diri sosial, diri emosional, diri intelektual, diri spiritual sampai diri yang terluka. Dan yang paling menyembuhkan adalah diri yang sejati. Diri Anda sebagai seorang saksi. Bimbing diri untuk sesering mungkin berjumpa diri yang sejati. Cara kedua, kenali 3 titik kebahagiaan di dalam. Ia yang titik kebahagiaannya di kepala, belajar berpikir positif. Ia yang titik kebahagiaannya di hati, disarankan banyak menolong. Anda yang titik pusat kebahagiaan di gerak keseharian, menyatulah dengan setiap panggilan kekinian. Cara ketiga, belajar menyelaraskan pikiran, ucapan dan tindakan. Karena 95% gerak keseharian manusia dipengaruhi alam bawah sadar, belajar menerangi alam bawah sadar. Sesaat sebelum tidur, atau sesaat setelah terbangun, antara ingat dan tidak ingat, otak memasuki gelombang theta. Di sana pikirkan hal-hal yang layak disyukuri. Ucapkan mantra “Saya adalah rasa syukur yang sangat dalam”. Karena alam bawah sadar terbentuk melalui proses pembiasaan yang sangat panjang, disarankan untuk membimbing diri dengan kebiasaan baru yang lebih positif. Setidaknya berevolusi dari pikiran negatif ke pikiran positif. Syukur-syukur bisa istirahat dalam pikiran holistik. Awalnya Anda yang mengubah kebiasaan. Lama-lama Anda yang diubah oleh kebiasaan. Pendekatan lain di jalan kesembuhan secara psikologi, jaga keseimbangan antara keinginan dan kemampuan. Jika keinginan jauh lebih tinggi dari kemampuan, ia mudah melahirkan ketegangan. Ketegangan ini membuat otak menghasilkan hormon stres yang membahayakan kesehatan. Bila keinginan dan kemampuan seimbang, lebih-lebih berani bahagia setiap hari, otak menghasilkan hormon bersahabat seperti dophamine, yang membuat kekebalan tubuh bisa mengalahkan segala bentuk infeksi dan inflamasi. Dari segi biologi sel, keadaan tubuh yang bebas stres serta bahagia mempermudah sel-sel di dalam tubuh untuk melahirkan sel-sel baru. Sehingga tubuh mudah tumbuh sehat.
  • Kesembuhan spiritual. Masalah global adalah masalah kegagalan manusia untuk terhubung. Untuk itu, seawal mungkin latih diri untuk belajar terhubung. Lihat alam sekitar dengan mata yang penuh rasa syukur. Bangun jembatan keterhubungan dengan doa indah terimakasih. Dalam keseharian usahakan untuk tidak menyakiti alam sekitar, setidaknya menyakiti seminimal mungkin. Karena virus corona menyerang melalui binatang, penting sekali mengimbangi doa ke atas dengan memancarkan kasih sayang ke alam bawah. Kurangi menyakiti binatang dan tetumbuhan untuk tujuan senang-senang. Seperti penggunaan jaket kulit, tas kulit, sabuk kulit yang membuat binatang terbunuh. Seperti tisu, kertas, kayu bahan bangunan yang membuat pohon banyak dipotong. Setelah melewati krisis virus corona, bangunan-bangunan baru diusahakan menggunakan arsitektur bangunan hijau (green building). Setidaknya atapnya berisi tetumbuhan yang serba hijau. Lebih bagus lagi jika manusia bisa memiliki green mind (pikiran hijau yang sejuk dan lembuat). Selain keterhubungan, keseimbangan juga obat spiritual yang sangat disarankan. Seimbang dalam arti seluas-luasnya. Perpaduan antara keterhubungan dengan keseimbangan, itulah ramuan spiritual yang sangat disarankan. Jika mau bervibrasi di tingkat yang lebih tinggi dari vibrasi virus dan penyakit (di bawah 100), bimbinglah diri dengan cinta kasih (550), lebih bagus lagi jika bisa melaksanakan belas kasih (750), yang terbaik adalah damai (1.000). Karena pintu pembuka ajaran ini adalah krisis virus corona, renungkan dalam-dalam pesan ini: “Tanpa penyakit, manusia tidak akan tertarik mendalami kesembuhan. Tanpa kematian, orang tidak akan tertarik mendalami kehidupan”

B. Ajaran suci yang membantu manusia berevolusi dari sembuh menuju tercerahkan

Di jalan meditasi khususnya, pikiran bisa jadi musuh yang menakutkan, bisa juga menjadi kawan yang mencerahkan. Ia menjadi musuh yang menakutkan jika penuh kritik dan konflik di dalam. Sehingga energi banyak bocor melalui pikiran. Tapi pikiran akan menjadi kawan yang mencerahkan jika disentuh oleh meditasi sangat mendalam. Sebagaimana telah dibagikan selama berhari-hari melalui FB live, berikut tahapan-tahapan meditasi yang disarankan.

  • Belajar mengistirahatkan pikiran dari segala bentuk kritik dan konflik di dalam. Terutama karena apa pun yang terjadi, semuanya adalah bagian dari tarian kesempurnaan yang sama. Disamping itu, semua benih-benih pencerahan (kedamaian) sudah ada di dalam. Sehingga tidak perlu menambahkan apa pun, tidak perlu mengurangkan apa pun. Yang diperlukan hanya istirahat dari segala bentuk konflik di dalam seperti salah-benar, buruk-baik, sedih-senang. Duduklah di atas semua dualitas ini dengan cara menjadi seorang saksi. Saksikan semua berkah kekinian, baik yang tidak menyenangkan maupun yang menyenangkan, seperti langit menyaksikan awan-awan yang datang dan pergi. Langkah praktis meditatifnya dengan cara merasakan jeda diantara dua nafas. Tidak perlu menahan nafas, tidak perlu memperpendek nafas, tidak perlu memperpanjang nafas. Cukup bernafas secara alami, serta merasakan jeda diantara dua nafas. Jika pikiran melompat ke sana ke mari, tanpa rasa bersalah sama sekali, kembalikan pikiran secara lembut ke jeda diantara dua nafas. Kemudian duduklah di atas dualitas sebagai seorang saksi. Apa pun berkah kekinian, cukup “terima, mengalir, senyum”, kembali lagi ke jeda diantara dua nafas. Duduklah di atas dualitas sebagai seorang saksi.
  • Setelah puas istirahat di saat ini apa adanya, dengan cara duduk di atas dualitas sebagai saksi, serta merasakan jeda diantara dua nafas, belajar memaafkan. Di zaman ini, tanpa memaafkan jiwa mana pun tidak akan mengalami kesembuhan dan pertumbuhan. Untuk itu, pertama-tama bayangkan bayi menangis di sebelah kiri Anda. Ia simbol luka jiwa dan memori buruk yang datang dari masa lalu. Dari disakiti orang tua, dipukuli teman sekolah, ditinggal pacar, dikejar rasa bersalah karena pernah melakukan aborsi, sampai diikuti bayangan gelap karena pernah mengkonsumsi narkoba. Yang terpenting adalah memaafkan diri Anda. Langkah meditatifnya, berikan ruang pada segala bentuk luka jiwa ini. Tanpa penolakan sama sekali. Saksikan ia seperti langit menyaksikan awan yang datang dan pergi. Setelah puas memaafkan kesalahan diri sendiri, sekarang belajar memaafkan orang yang melukai. Bayangkan bayi menangis kedua di sebelah kanan Anda. Ia simbol luka jiwa orang yang melukai Anda. Renungkan dalam-dalam, bukan kejahatan, sekali lagi bukan kejahatan yang membuat orang melukai Anda. Melainkan luka jiwa yang sangat dalam. Tidak saja Anda terlukai, orang yang melukai juga terluka. Bahkan terluka secara jauh jauh lebih parah. Luka jiwa yang parah inilah yang membuat mereka melukai Anda. Begitu cara agar bunga mawar memaafkan mekar indah di dalam. Setelah itu, bayangkan bayi menangis di kiri Anda memberi bunga mawar memaafkan pada bayi menangis di sebelah kanan. Di titik ini, ingat kembali warisan terindah Nelson Mandela: “Tanpa memaafkan, seseorang akan membawa penjara jinjing ke mana pun ia pergi”. Bahan renungan lain, memaafkan memang tidak mengubah masa lalu. Tapi secara meyakinkan mengubah masa kini jadi jauh lebih indah.
  • Setelah yakin para sahabat berhasil memaafkan, kemudian sempurnakan perjalanan jiwa dengan langkah berikut ini. Panggil Cahaya putih Ayah dari langit. Undang Cahaya merah Ibu dari bumi. Keduanya berdekapan di ulu hati (chakra ke empat), serta melahirkan Cahaya cinta kasih di ulu hati. Agar Cahaya cinta kasih terasa dekat dan nyata, bikin daftar hal-hal yang layak disyukuri di dalam hati. Dari badan yang sehat, keluarga yang selamat, keuangan yang berkecukupan, bisa berjumpa Guru sejati, sampai bisa berbahagia setiap hari. Sambil ingat, rasa syukur yang dalam adalah perjumpaan pribadi dengan Tuhan sebagai cinta kasih. Begitu Cahaya cinta kasih terasa dekat dan nyata, bagikan Cahaya cinta kasihnya pada setiap sel yang ada di dalam tubuh. Biarkan ia merasuk ke dalam setiap sel di dalam. Setelah puas, kemudian bagikan Cahaya cinta kasihnya pada pulau di mana Anda bermeditasi. Dilanjutkan dengan berbagi Cahaya cinta kasih pada seluruh permukaan bumi. Ujungnya, Cahaya cinta kasih digunakan untuk menerangi alam bawah, tengah dan atas. Dari alam neraka, setan, gumatat-gumitit, binatang, virus termasuk virus corona, tetumbuhan, memedi, manusia, asura, dewa, penjaga Dharma, arahat dan bodhisattva. Begitu caranya membuat cinta kasih Anda jadi tidak terbatas dan tidak bersyarat. Begitu siap membuka mata, bisikkan ke dalam jiwa mantra indah: “Aham prema” (saya adalah cinta kasih yang ada di sini untuk berbagi cinta kasih).

Sejalan dengan temuan-temuan di fisika quantum, pikiran bisa mengubah hal-hal kecil seperti atom dan molekul, bisa juga mengubah hal-hal besar seperti masyarakat. Ini bisa terjadi jika seseorang berevolusi dari pikiran negatif ke pikiran positif, kemudian istirahat dalam pikiran holistik. Bahasa lain, bertumbuhlah dari kepintaran menuju kebaikan. Terakhir istirahat dalam keheningan. Dan meditasi jenis ini sangat membantu pikiran bisa istirahat dalam keheningan (pikiran holistik), untuk kemudian bisa mengubah hal-hal kecil sampai hal-hal yang besar.

Sedalam apa pun praktik meditasi seseorang, ia hanya bisa membuat jiwa termurnikan (purified). Dan agar tercerahkan seseorang mesti termurnikan sekaligus tersempurnakan (perfected). Termurnikan berarti seseorang bersih dari semua bentuk kualitas negatif seperti marah dan serakah. Seseorang disebut tersempurnakan setelah ia menyatu dengan sifat-sifat positif seperti cinta kasih. Dengan kata lain, cinta kasih menjadi sesuatu yang alami. Seseorang melakukan cinta kasih karena sifat alaminya adalah cinta kasih. Sealami air yang basah, sealami bunga yang indah. Dan kualitas tersempurnakan ini mungkin tercapai jika seseorang melakukan tugas-tugas pelayanan dalam waktu yang lama dan panjang. Melewati tidak terhitung cobaan dan guncangan.

C. Ajaran suci tentang kematian

Salah satu tanda penting ruang gelap di dalam – Sigmund Freud menyebutnya alam bawah sadar, Carl Jung menyebutnya bayangan – yang butuh Cahaya terang adalah ketakutan. Diantara semua ketakutan, yang paling menakutkan adalah kematian. Dan begitu raja segala ketakutan ini diterangi Cahaya pengetahuan, ada kemungkin ruang-ruang gelap di dalam ikut diterangi Cahaya. Itu sebabnya di hari Purnama 7-4-2020 dibagikan ilmu kematian yang pernah turun di atap bumi Tibet, melalui seorang Maha Guru Agung bernama Lama Padmasambawa. Beliau sering dipanggil dengan Guru Rinpoche. Pria sangat mengagumkan yang lari dari kerajaan ketika sudah siap dilantik menjadi raja, kemudian memilih jalan menjadi petapa yang berbagi Cahaya sangat mengagumkan kepada dunia.

Berikut hasil rangkuman ringkas namun padat tentang ajaran kematian. Diambil dari berbagai sumber. Serta dipadukan dengan meditasi serta praktik spiritual yang dalam dan panjang. Di tingkat paling bawah adalah orang yang wafat karena bunuh diri. Tanpa aba-aba, orang jenis ini akan terlahir di alam setan kelaparan (preta). Perutnya sangat besar, tapi mulutnya sangat kecil sebesar lubang jarum. Sehingga setiap hari menangis kelaparan. Bagi ia yang wafat karena kecelakaan, cepat persembahkan semua hal yang dimiliki pada subyek persembahan. Dari kekayaan material, kekayaan non-material sampai pencapaian spiritual.

Bagi orang yang wafatnya normal, ada beberapa pintu yang mungkin terbuka di saat kematian. Saat wafat, unsur tubuh yang pertama-tama wafat adalah unsur tanah. Ditandai dengan perasaan yang sangat ringan di dalam. Diantara wafatnya unsur tanah menuju unsur air, seseorang melihat fatamorgana (baca: mirip air yang terlihat di permukaan jalan beraspal ketika siang hari yang panas). Ketika unsur air wafat, ada rasa haus di dalam. Antara wafatnya unsur air dan unsur api, yang bersangkutan melihat asap. Tatkala unsur api wafat ada gerakan hawa panas di dalam tubuh. Jika bergerak dari bagian atas tubuh ke bawah, itu tanda seseorang akan lahir di alam yang kualitasnya lebih bawah dibandingkan kehidupan saat ini. Bila hawa panasnya bergerak dari bagian bawah tubuh ke atas, itu tanda seseorang akan terlahir di alam yang kualitasnya lebih tinggi dibandingkan kehidupan saat ini.

Diantara menghilangnya unsur api dan udara, orang yang wafat melihat kunang-kunang. Begitu unsur udara menghilang, nafas keluar panjangnya relatif sama, tapi nafas masuk semakin lama semakin pendek. Di saat unsur udara menghilang itulah ada pintu pertama yang terbuka. Di mana Cahaya putih ayah dari langit turun menyentuh ulu hati (chakra ke empat), Cahaya merah Ibu dari bumi juga menyentuh ulu hati. Tatkala keduanya berjumpa, di sana ada “pintu yang terbuka”. Seumpama gagal memasuki pintu ini, seseorang memasuki alam bardo (Alam antara. Antara kematian dan kelahiran berikutnya). Di alam bardo ada dua pendekatan, orang biasa dan pemula disarankan memanggil nama Guru. Di Buddha Mahayana seseorang disarankan memanggil nama Buddha Amitaba. Agar diselamatkan di tanah Barat di tanah suci Sukawati. Ada juga yang menyarankan untuk melafalkan mantra Om Mani Padme Hum. Ajaran suci ini tidak menyebutkan tradisi dan agama lain secara eksplisit.

Untuk praktisi spiritual mendalam, terutama yang meditasinya sangat dalam, disarankan untuk memasuki keadaan pikiran yang disebut Rigpa. Sulit menjelaskan istilah Rigpa. Secara kasar dan dangkal, Rigpa bisa dijelaskan sebagai tidak ada hal negatif yang ditolak, tidak ada hal positif yang dicengkram. Cukup menyaksikan dengan jarak yang sama setiap kejadian di alam bardo. Jika karma buruk yang berbuah di alam bardo, orang yang wafat akan mengalami banyak hal menakutkan. Bila karma baik yang berbuah di alam bardo, seseorang akan mengalami banyak hal menyenangkan di alam bardo. Dan keduanya cukup disaksikan dengan jarak yang sama. Jika praktiknya sempurna, ada kemungkinan “pintu terbuka” di sana.

Seumpama gagal di alam bardo, orang yang wafat akan dijemput oleh sejumlah Cahaya. Karena tubuh manusia adalah tubuh yang paling seimbang di alam ini, disarankan untuk mengikuti Cahaya biru. Sehingga kalau pun harus terlahir, biar terlahir jadi manusia. Begitu waktunya siap dan tepat, orang ini akan melihat sepasang suami-istri yang sedang berhubungan suami-istri. Disarankan untuk berjarak dengan nafsu seksual. Seumpama seseorang bisa berjarak dengan nafsu seksual, tidak terangsang sama sekali, di sana ada kemungkinan “pintu lain yang terbuka”. Jika gagal, ia akan lahir jadi manusia. Bagi yang akan terlahir jadi wanita, terangsang pada calon ayahnya cemburu pada calon ibunya. Bagi ia yang akan terlahir jadi pria, terangsang pada calon ibunya cemburu pada calon bapaknya.

Begitu para praktisi bisa menerangi semua kegelapan di dalam, termasuk kegelapan ketakutan akan kematian, di sana ada kemungkinan seseorang bisa mengalami pencerahan. Ada banyak tanda-tanda mahluk tercerahkan. Dari tanda-tanda luar, tanda-tanda dalam, sampai tanda-tanda rahasia. Tanda-tanda luar yang boleh diceritakan di sini, banyak yang tidak boleh diceritakan karena bisa melukai banyak orang, tubuhnya relatif sehat, jauh dari jangkauan penyakit, sangat jarang mengeluh, tidak lagi dicengkram amarah, serta kesehariannya penuh dengan sikap yang indah. Tanda-tanda dalam ada banyak juga. Dari mudah memaafkan, tidak tertarik menjelekkan apa lagi membenci orang, sampai dengan bahagia dengan cara membahagiakan orang lain. Tanda-tanda rahasia tentu saja rahasia.

D. Merawat dan menyayangi keluarga

Jika Buddha (mahluk tercerahkan) saja menjaga dirinya dengan Sangha (lebih dari seribu Bhiksu), agar dikelilingi oleh energi yang sehat dan bersahabat, apa lagi orang biasa. Oleh karena itulah, publik pemula khususnya disarankan untuk menjaga diri dengan keluarga yang sehat dan harmonis. Tidak mungkin pohon bunga menghasilkan bunga indah tanpa lingkungan yang mendukung. Tidak mungkin jiwa mekar indah tanpa lingkungan yang sehat dan mendukung.

Ada berbagai pendekatan merawat keluarga. Jalur cepat dan sehat yang disarankan adalah sebagai berikut.

  • Tidak ada orang di luar yang bisa membuat Anda merasa komplit. Sahabat-sahabat di Barat sebagai Guru kehidupan bercerita, kendati telah berganti pasangan hidup selama puluhan kali pun, mereka tetap merasa kurang komplit di dalam. Sebagian hidupnya malah berbahaya.
  • Belajar dari sini, tidak perlu menunggu komplit baru bahagia. Latih diri agar berani berbahagia dengan siapa-siapa dan apa-apa yang telah ada di sekitar Anda. Setelah lama menjadi pahlawan spiritual seperti ini, persoalan waktu akan muncul rasa komplit di dalam. Yang membuat para sahabat bisa menyayangi lingkungan sekitar secara lebih penuh dan utuh.
  • Karena lingkungan sekitar disayangi secara penuh dan utuh, maka Anda pun disayangi secara penuh dan utuh. Dari sini asal muasal keluarga dengan vibrasi energi yang sehat dan selamat. Di lapangan tentu saja tidak mudah. Tapi setidak mudah apa pun tantangannya, ingatkan diri lagi dan lagi: “Kesempurnaan bukan keadaan tanpa noda, tapi ketulusan untuk tersenyum pada semua noda”

E. Lampiran praktik spiritual yang membantu baik evolusi pertama (dari sakit menuju sembuh), maupun evolusi kedua (dari sembuh menuju tercerahkan):

  • Sebelas langkah melakukan Namaskara. Ia telah dipublikasikan sebelumnya dalam tulisan yang berjudul “Jalan indah bhakti”. Jika tidak ketemu, baca lagi di belkedamaian.org. Sebagai penambah keyakinan (sraddha) untuk para sahabat agar melaksanakan Namaskara. Tatkala tekun membersihkan diri melalui Namaskara dulu, berkali-kali saat Namaskara Guruji dijaga Naga di dekat tempat Namaskara, dari langit memercik Cahaya dalam bentuk Tirtha (air suci). Sebagai tanda, ajaran ini diberkahi oleh langit dan bumi.
  • Sejumlah dialog ke dalam. Dialog dengan kedamaian di dalam, dialog dengan senyuman di dalam. Serta dialog ke dalam lainnya. Jika tidak ketemu, baca lagi di belkedamaian.org
  • Puluhan video hasil FB live yang dilakukan selama lebih dari 3 minggu setiap hari siang dan malam

F. Inisiasi sangat mendalam

Para sahabat yang tekun dan tulus melakukan ajaran ini, terutama yang Namaskara saat Guruji berbagi Cahaya, telah mengalami inisiasi sangat mendalam. Tidak saja ditulis di buku suci, tapi sering muncul dalam pengalaman pribadi. Tubuh yang terkena inisiasi mirip wadah yang telah bersih. Jika wadah yang bersih diisi hal-hal kotor, ia bisa mengundang bahaya. Berita baiknya, inisiasi jenis ini membuat perjalanan jiwa sangat terjaga. Bahkan dalam waktu yang sangat panjang. Dalam cerita Guruji, berkali-kali ada tangan rahasia yang datang untuk menyelamatkan.

G. Pesan simbolik di akhir, banyak sahabat yang menangis terharu. Undangannya, kurangi melihat Guru sejati sebagai tubuh fisik yang terpisah, lihat Guru sejati sebagai tubuh meta-fisik yang tidak pernah terpisah. Terutama dengan cara melaksanakan compassion (belas kasih) setiap hari. Pedomannya, banyak menolong. Jika tidak bisa, cukup jangan menyakiti. Cara ini membuat para sahabat terjaga rapi. Khususnya karena compassion bervibrasi jauh lebih tinggi dari virus dan penyakit mana pun.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.