Kesembuhan

Jaga diri dengan bhakti

Ditulis oleh Gede Prama

Tidak kebayang dunia akan segelap ini. DI AS, sebuah negara yang sering disebut tanah pencari kebebasan, aparat pemerintah sudah mulai menangkap warga yang keluar rumah. Sedih tentu saja. Agar para sahabat dekat selamat, jaga diri dengan bhakti. Dan bentuk bhakti yang terbaik bagi publik pemula adalah melaksanakan apa yang diajarkan. Berikut bahan renungan.

  1. Setiap kali melihat apa saja dan siapa saja, yakini itu sebagai tubuh meta-fisika Guru sejati yang sedang menyelamatkan
  2. Ketika melihat orang pakai masker, ingat untuk lebih sedikit berbicara, perbanyak mendalami alam rasa
  3. Saat melihat langit biru, jangan lupa pesan lawas Guru: “Memandanglah seperti langit, bertindaklah seperti bumi”
  4. Bila melihat Ibu (wanita dewasa atau tua), ingatkan diri bahwa semua mahluk pernah jadi Ibu kita
  5. Tatkala melihat gelombang laut, pikiran, perasaan, kejadian mirip gelombang. Semua lenyap di pantai kedamaian
  6. Jika menemukan awan, ingatkan diri semua hanya muncul-lenyap. Anda adalah langit yang menyaksikan
  7. Seumpama tidak terlihat perlambang di luar, temukan simbol Guru sejati di dalam
  8. Penerimaan diri adalah Tirtha (air suci) yang dipercikkan Guru sejati di dalam
  9. Memaafkan adalah obat sangat indah yang diberikan Guru sejati ke Anda
  10. Senyuman ke dalam adalah perjumpaan pribadi dengan Guru sejati
  11. Rasa syukur yang melahirkan cinta kasih, itulah Guru sejati di dalam diri

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto persembahan Goes D’ Mandala

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.