Kesembuhan

Membangkitkan keyakinan kolektif

Ditulis oleh Gede Prama

“Puluhan pasien covid 19 di Klungkung Bali sembuh setelah diperciki Tirtha (air suci) dari Pura Luhur Lempuyang”, begitu judul sebuah harian lokal Bali. Bagi pikiran biasa, ini kelihatannya mengada-ada. Tapi bagi para sahabat yang mendalami efek placebo, ini mungkin. Mantan Guru besar biologi sel dari Stanford sekaligus penulis buku The biology Belief Dr. Bruce Lipton membenarkan hal ini.

Dokter sekaligus penulis terkenal dr Joe Dispenza bahkan memberi judul salah satu bukunya “You Are the Placebo”, juga membenarkan bahwa efek placebo bekerja. Prinsipnya sederhana, efek placebo bekerja jika manusia yakin – bahkan super yakin – dengan obat yang diberikan. Dalam berita di atas, mungkin pasiennya super yakin dengan Tirtha yang dipercikkan.

Tantangannya kemudian, bagaimana membangkitkan keyakinan kolektif masyarakat, bahwa bersama-sama kita bisa mengakhiri krisis panjang virus corona ini. Berikut beberapa bahan renungan.

  1. Sulit mengingkari, di setiap krisis ada mafia yang bekerja. Tujuannya mudah ditebak, yakni meraup sebanyak mungkin keuntungan
  2. Mafia yang main mata dengan berbagai pihak ini, kemudian menyebarkan pesan luas yang penuh ketakutan dan kepanikan
  3. Pelan perlahan, di social media dunia mafia yang main mata ini sudah mulai dibongkar kecurangan-kecurangannya
  4. Begitu diracuni ketakutan dan kepanikan, efek placebo gagal bekerja. Yang bekerja efek no cebo (kebalikan efek placebo)
  5. Mafia yang meraup keuntungan ini mirip kegelapan. Dan kegelapan tidak sedang menyerang, tapi membuat Cahaya memancar terang
  6. Dibekali spirit ini, kurangi membenci mereka. Fokus pada membimbing diri menemukan kejernihan di dalam
  7. Baca, tonton, dengarkan ilmuwan-ilmuwan jernih yang mengerti virus. Di semua putaran waktu ada virus
  8. Bandingkan manusia yang wafat karena covid 19 dengan manusia yang wafat karena penyakit lain
  9. Di sana terbuka rahasia, kepanikan dan ketakutan telah membesar-besarkan masalah secara sangat berlebihan
  10. Bangkitkan niat kuat untuk keluar dari kepanikan dan ketakutan. Temukan subyek yang sangat diyakini
  11. Anda yang percaya Tuhan, yakini Tuhan di atas segala-galanya. Teman yang percaya frekuensi energi, yakini cinta kasih memiliki frekuensi jauh lebih tinggi dari virus. Sahabat yang percaya dengan kekuatan pikiran, jauhkan diri dari stres agar hormon stres tidak bekerja. Pada saat yang sama angkat diri dengan perasaan positif seperti bersyukur. Belimpah penelitian di neuoro-science (bidang otak manusia) menyimpulkan, begitu seseorang penuh rasa syukur, kaya dengan cinta kasih dalam tindakan, maka otak menghasilkan banyak hormon positif seperti dophamine dan serotonim, yang membuat sistim kekebalan tubuh, sistim pencernaan dan sistim lain dalam tubuh bekerja sempurna. Ujungnya, tubuh bisa memiliki seluruh kemampuan untuk menjaga dan menyembuhkan dirinya.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo by Road Trip with Raj on Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.