Kesembuhan

Pusat pelayanan pencegahan bunuh diri (P3B)

Ditulis oleh Gede Prama

“Ajaran suci bukan senjata untuk melukai, melainkan Tirtha (air suci) untuk membuat alam jadi semakin harmoni”, itu pesan yang sering terdengar di Ashram Avalokiteshvara tempat Guruji bermukim di Bali Utara. Setelah menunggu sekian puluh tahun, termasuk menunggu sahabat-sahabat Compassion tumbuh dewasa secara spiritual, hari ini 7-5-2020 bertepatan dengan hari Tri Suci Waisak, cita-cita keluarga Compassion terpenuhi.

Yakni hadir di tengah masyarakat, melayani orang-orang yang relatif tidak ada yang melayani. Dengan tidak bermaksud mengkritik siapa-siapa, angka bunuh diri di mana-mana menaik. Termasuk di Bali. Sebagaimana kerap dibagikan ke para sahabat, kegelapan bukan hukuman, tapi undangan untuk berbagi lebih banyak kesejukan. Dan mulai hari ini, keluarga Compassion tidak saja hadir melalui pesan-pesan tertulis, video, podcast di tengah masyarakat.

Tapi juga hadir untuk mendengarkan, menerima serta mendekap kawan-kawan yang mendengar bisikan bunuh diri. Jika ada para sahabat, atau kerabat para sahabat yang menunjukkan tanda-tanda mau bunuh diri, jangan segan-segan menghubungi pusat layanan P3B keluarga Compassion di bawah ini. Sahabat-sahabat Compassion akan menunggu Anda 24 jam sehari. Siang dan malam. Tidak perlu takut, para sahabat tidak dipungut biaya sama sekali oleh keluarga Compassion.

Pusat pelayanan pencegahan bunuh diri (P3B) keluarga Compassion: 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.