Kesembuhan

Membuka Pintu Rezeki

Ditulis oleh Gede Prama

“Aura permukaan bumi sangat menyentuh. Manusia yang mungkin wafat karena kelaparan dan stres berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan ia yang mungkin wafat karena covid 19”, begitu pesan yang terdengar di Ashram Avalokiteshvara. Untuk membantu para sahabat agar sehat selamat, berikut renungan mendalam agar pintu rezeki lebih terbuka lagi.

Di dunia spiritual mendalam ada wajah Tuhan yang sering diperbincangkan yakni Tuhan sebagai hukum (God as a law). Sampah didatangi lalat. Bunga indah didatangi kupu-kupu indah. Tanpa disadari, banyak orang sedang menutup pintu rezekinya sendiri. Sekaligus tidak tahu bagaimana cara membuka pintu rezeki. Intinya adalah membuat taman jiwa di dalam mengundang datangnya kupu-kupu rezeki.

Berikut percakapan di dalam sekaligus bentuk-bentuk pikiran yang berpotensi menutup pintu rezeki. Hindari menyebut orang kaya jahat, Tuhan tidak adil, pemerintah tidak peduli dengan nasib rakyat bawah. Sekali lagi hindari. Sahabat yang belajar alam bawah sadar mengerti, bentuk pikiran dan percakapan di dalam seperti ini mudah membuat rezeki menjauh.

Untuk sementara, terutama bagi para sahabat yang sedang kesulitan keuangan, kurangi membaca ayat suci yang berbunyi seperti ini: “Lebih mudah menemukan keledai keluar dari lubang jarum, dibandingkan menemukan orang kaya masuk surga”. Tidak ada niat sedikit pun untuk menyebut ayat seperti itu keliru. Sekali lagi tidak. Tapi ayat seperti itu turun dalam konteks tempat dan waktu tertentu. Dan untuk sahabat yang sedang kesulitan keuangan, apa lagi terancam kelaparan, sementara jauhkan dulu pikiran dari ayat-ayat suci jenis ini. Yang penting hidup Anda selamat dulu.

Bersamaan dengan itu, berikut beberapa bentuk pikiran dan percakapan di dalam yang lebih mungkin membuka pintu rezeki:

  1. Tubuh saya masih sehat, keluarga saya masih selamat.
  2. Saya masih lebih beruntung dibandingkan banyak orang
  3. Saya punya keluarga yang bisa menerima saya apa adanya
  4. Saya punya sahabat yang bisa diajak bercanda dan tertawa
  5. Saya bangga dan bahagia dengan pekerjaan saya
  6. Ada banyak hal dalam hidup yang membuat saya berterimakasih
  7. Saat luang, bikin daftar panjang hal-hal yang layak disyukuri
  8. Rasa syukur mirip taman di dalam yang mengundang datangnya kupu-kupu rezeki
  9. Kurangi bengong, lebih-lebih memikirkan hal negatif. Lakukan apa yang bisa dilakukan. Ikhlaskan apa yang tidak bisa dilakukan

Pusat pelayanan pencegahan bunuh diri (P3B) keluarga Compassion: 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.