Kesembuhan

Uang yang membawa Cahaya

Ditulis oleh Gede Prama

Sulit membayangkan ada keselamatan, kesembuhan bahkan kebahagiaan di zaman ini jika tidak memiliki uang sama sekali. Itu sebabnya, di penghujung krisis ini para sahabat akan dibimbing untuk menemukan wajah uang yang berbagi Cahaya. Bukan uang yang membawa bahaya. Cerita ini akan dibagikan setelah bimbingan meditasi sabtu siang ini jam12:12 waktu Bali.

Sebagaimana terlihat di banyak tempat dan banyak negara, terlalu banyak manusia jadi gelisah justru setelah kaya raya. Itu terjadi karena seseorang mencipta melalui pintu pertama yakni ketakutan. Takut tidak dihargai orang, takut disepelekan, takut direndahkan. Ujungnya, bahkan orang yang berkali-kali disebut manusia terkaya di dunia pun gelisah. Tidak sedikit yang hidupnya sangat menyentuh. Itu terjadi karena seseorang menjadi orang asing dalam tubuh sendiri. Ini yang disebut uang membawa bahaya.

Itu sebabnya, memasuki era baru, para sahabat akan dibimbing memasuki tangga penciptaan kedua. Tidak lagi mencipta berdasarkan ketakutan, melainkan mencipta melalui keindahan. Rasa syukur mendalam adalah kawan yang sangat membantu dalam hal ini. Intinya, lakukan panggilan hidup sebaik-baiknya. Apa pun hasilnya, disyukuri saja. Sebuah cara mencipta yang membuat para sahabat menjadi diri sendiri dalam tubuh sendiri. Kemungkinan sehat selamatnya jauh lebih tinggi. Dalam bahasa Inggris: “Not manifesting what you want, but manifesting who you are”.

Publik pemula jika sampai di tingkat kedua saja sudah sangat bagus. Sahabat dekat Compassion – yang namaskaranya sudah dalam – diundang untuk mencipta di tangga ke tiga: “Keheningan”. Sahabat di fisika quantum menyembutnya memasuki wilayah-wilayah quantum. Di titik ini, banyak hal yang tidak mungkin jadi mungkin. Seperti Milarepa, kesalahan paling berbahaya pun bisa diolah menjadi jalan pencerahan. Dalam bahasa neuro-scientist, ini mungkin terjadi jika seseorang sering memasuki gelombang otak delta dan gamma. Ini yang disebut uang yang membawa Cahaya.

Hari ini Sabtu 16/5 jam 12:12 waktu Bali akan ada FB live. Bimbingan meditasi. Diikuti nyanyian jiwa: “Membuka pintu rezeki”

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.