Kesembuhan

Ziarah ke Dalam Diri

Ditulis oleh Gede Prama

Belum pernah terdengar dalam sejarah, miliaran manusia secara serentak patuh tinggal di rumah. Kemudian tidak memiliki pilihan lain selain melakukan ziarah ke dalam diri. Berikut sejumlah bahan renungan agar ziarah para sahabat berjumpa simfoni di dalam diri.

  1. Pusat kebahagiaan sedang bergeser dari society (keramaian) menuju solitude (kesendirian yang penuh penerimaan)
  2. Bertumbuhlah dari kesepian menuju kemandirian. Syukur-syukur bisa istirahat dalam keheningan
  3. Kesepian bukan keadaan tanpa kawan, tapi keadaan tanpa penerimaan, sekaligus tanpa senyuman
  4. Manusia yang tidak punya kesalahan tidak ada. Bahkan jiwa suci pun melakukan kesalahan di awal
  5. Lihat kesalahan sebagai bahan menuju kedewasaan. Maafkan yang telah lewat, yakini yang akan datang
  6. Di atas semuanya, istirahatlah di saan ini apa adanya. Istirahat dari segala konflik dan kritik di dalam
  7. Ingat, semua yang terjadi (buruk-baik, salah-benar) adalah bagian dari tarian kesempurnaan yang sama
  8. Duduklah rapi di atas dualitas (duka-suka, buruk-baik) sebagai seorang saksi yang penuh harmoni
  9. Gunakan jeda diantara dua nafas sebagai jangkar untuk selalu terhubung rapi dengan saat ini
  10. Masa lalu telah berlalu, masa depan belum datang, masa sekarang adalah hadiah terindah (the present)
  11. Apa pun yang terjadi di saat ini, dekap dengan senyuman. Senyuman adalah nama lain dari Tuhan sebagai kelembutan

Bagi ia yang diberkahi, tubuh tidak lagi jadi musuh, tapi teman dalam bertumbuh. Lebih dalam lagi, tubuh bisa memberi tanda ke mana perjalanan jiwa mesti diarahkan. Yang paling diberkahi, seseorang bisa melihat ada 114 Chakra (lingkaran penuh Cahaya) di tubuh. Dua ada di luar. Sisanya ada di dalam. Diantara semua yang ada di dalam, 4 tidak bisa dilakukan apa-apa. Namun jika seseorang tekun dan tulus berlatih untuk menghidupkan Chakra yang 108, yang lain (baca: yang berjumlah 6) secara alami juga hidup. Sesampai di sini, tubuh manusia berubah menjadi rumah terindahnya jiwa. Makanya semua Buddha mengalami pencerahan sempurna tatkala mengenakan tubuh manusia. Tubuh terindah di alam samsara.

Rabu hari ini jam 21:21 waktu Bali akan ada FB live. Doa bersama. Nyanyian jiwa: “Anchor of Joy” (Jangkar sukacita)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri Keluarga Compassion) 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.