Kesembuhan

Sehat selamat di putaran waktu berbahaya

Ditulis oleh Gede Prama

Keputusan banyak negara (termasuk RI) untuk berdamai dengan virus corona adalah berita gembira. Pertama, itu tanda manusia tidak lagi berperang melawan alam, tapi belajar menyelaraskan diri dengan alam. Kedua, sudah menyebar pengertian indah tentang virus corona. Virus adalah bagian dari cara alam untuk menjaga keseimbangan ekosistim. Ketiga yang terpenting, mari hidup selaras seimbang.

Untuk direnungkan lebih dalam, di putaran zaman ini tidak ada cara perlindungan diri yang lebih meyakinkan selain selaras dan seimbang di tengah alam. Bekal melangkahnya kemudian, latih diri untuk memandang seperti langit, bertindak seperti bumi. Saat memandang apa saja dan siapa saja, lihat semuanya serba baik. Seperti langit yang memayungi semuanya.

Sehat baik, sakit juga baik. Sakit memberi tanda bawah pola hidup mesti diubah. Gembira baik, sedih juga baik. Kesedihan membuka pintu bagi kebahagiaan yang lebih dalam. Melalui cara pandang ini, di satu sisi energi tidak banyak bocor melalui pikiran, di lain sisi para sahabat terhubung secara sangat meyakinkan dengan alam sekitar. Dan itu membuat Anda terjaga rapi.

Namun begitu bertindak, belajar secara mendalam dari Ibu pertiwi. Olah semua yang datang menjadi bunga dan buah yang berguna. Penderitaan bukan hukuman, ia jalan sangat meyakinkan untuk tumbuh menuju kedewasaan. Penyakit bukan setan, ia malaikat yang menyamar. Jika dibaca pesan di balik penyakit, penyakit tidak jadi membunuh. Ia membantu jiwa agar bertumbuh.

Begitu cara mengolah semua hal yang terjadi dalam kehidupan. Di atas semuanya, padukan pikiran yang luas tidak terbatas ala langit, dengan pelayanan yang super tulus ala bumi. Ia yang bisa memadukan Ayah langit dengan Ibu bumi, di kehidupan ini akan mengalami banyak hal mengagumkan. Meminjam lirik lagunya Phil Collins: “no more, no more…”.

Anda tidak lagi mencari apa-apa. Seperti seseorang yang telah sampai di rumah, untuk apa mencari rumah. Tubuh adalah rumah indahnya jiwa. Dalam bahasa sederhana namun indah: “Having a place to go is home. Having someone to love is family”. Setiap tempat adalah rumah. Setiap mahluk adalah keluarga indah.

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto persembahan keluarga Compassion Ni Nyoman Sri Manis

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.