Kesembuhan

Cahaya Indah Di Bali Tengah

Ditulis oleh Gede Prama

Rasa terharu atas dekapan indah pulau Bali belum berlalu, tiba-tiba salah satu sahabat dekat keluarga Compassion Nyoman Ariana mengirim foto terlampir. Foto ini diambil pagi ini kamis 28-5-2020 di desa Sukawana Bangli Bali. Lokasinya sangat dekat dengan Pura Bukit Penulisan yang menjadi “kajaning kaja” (hulunya hulu) pulau Bali.

Cahaya indah ini muncul tidak lama setelah keluarga Compassion membagikan “Buku Suci” di kabupaten Bangli. Ada sepasang mata di atas awan. Diantara kedua mata ini ada Cahaya sangat indah. Pesannya mirip sekali dengan langkah-langkah meditasi yang ditulis di “Buku Suci” keluarga Compassion. Duduklah di atas awan dualitas seperti buruk-baik, sedih-senang, duka-suka.

Di sepanjang zaman ada kiri-kanan (bahasa Balinya kiwa-tengen), ada orang jahat dan orang baik, ada yang menyebarkan kekerasan dan kedamaian. Jika kekerasan bermusuhan bahkan dengan sesama kekerasan, kedamaian tidak pernah bermusuhan, tapi kaya dengan senyuman. Di sanalah disembunyikan rahasia Cahaya. Ini searah dengan ilmu para sahabat di teknik elektro.

Cahaya listrik muncul tidak dengan cara membuang yang negatif, tapi dengan mensintesiskan negatif-positif. Bahasa meditasinya, istirahatlah di saat ini apa adanya. Gunakan jeda diantara dua nafas sebagai jangkar untuk selalu terhubung dengan kekinian. Sambil ingat, semua adalah tarian kesempurnaan. Akibatnya, terjadi sintesis negatif-positif di dalam yang menghasilkan Cahaya.

Dalam bahasa pakar biologi sel Dr. Bruce Lipton (The biology of belief), tubuh manusia berisi lebih dari 50 triliun sel. Setiap sel berisi potensi Cahaya sebesar 1,4 volt. Sehingga tinggal dihitung, berapa besar Cahaya manusia yang bisa membadankan ajaran suci ini. Dari kedalaman hati yang terdalam, terimakasih pulau Bali. Terimakasih telah menyambut ajaran ini secara sangat indah.

“Buku Suci” Keluarga Compassion: https://play.google.com/store/books/details?id=BMXgDwAAQBAJ
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri Keluarga Compassion) 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto diambil pagi ini kamis 28-5-2020 oleh Kadek Merta Yasa di desa Sukawana yang berlokasi sangat dekat dengan Pura Bukit Penulisan Bangli Bali

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.