Kesembuhan

Dari Bali untuk Bumi

Ditulis oleh Gede Prama

Beberapa hari terakhir tatkala keluarga Compassion menyebarkan “Buku Suci” ke seluruh pelosok pulau Bali, alam Bali berespon secara sangat menyentuh hati. Langit di selatan dihiasi pelangi, tanah di utara bergetar dengan gempa kecil, matahari terbit di Bukit Penulisan ditemani sepasang mata yang menyentuh hati, dua gunung di timur dan barat ditutup awan berbentuk payung.

Pagi ini salah satu Jero Mangku yang menjadi keluarga dekat Compassion sejak lama mengirimkan gambar awan berbentuk mata. Juga muncul di Bali. Ini mirip sekali dengan pesan di “Buku Suci” keluarga Compassion: “Apa pun yang terjadi, selalu jumpai diri yang sejati. Diri Anda sebagai seorang saksi. Itu bagian dari diri Anda yang tidak pernah lahir, tidak pernah mati”.

Caranya, duduklah di atas semua awan dualitas seperti buruk-baik, sedih-senang, sakit-sehat. Kesedihan, kesialan, kemalangan mirip awan hitam. Kegembiraan, keberuntungan, kebahagiaan serupa awan putih. Semuanya datang dan pergi. Dan diri sejati mirip mata yang senatiasa diam tenang menjadi seorang saksi.

Dari kedalaman hati yang terdalam, terimakasih pulau Bali, telah menyambut “Buku Suci” ini dengan cara yang sangat menyentuh hati.

“Buku Suci” Keluarga Compassion: https://play.google.com/store/books/details?id=BMXgDwAAQBAJ
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri Keluarga Compassion) 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto milik akun FB sahabat dekat Compassion Jero Mangku Made Pasek Kardiwinata dari kawasan Batur Bali

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.