Kesembuhan

Cahaya Dan Cinta

Ditulis oleh Gede Prama

Sahabat di Barat yang bertumbuh dengan budaya eksplisit suka menyebut dialog ke dalam dengan dialog bersama Tuhan. Salah satu contohnya Neale Donald Walsch yang memberi judul bukunya “Conversation with God”. Di Timur yang bahasanya lebih implisit, judul seperti itu dihindari. Berikut hasil dialog ke dalam hari ini bersama Matahari Di Dalam Diri (MDD).

Penanya: umat manusia menderita panjang sekali di tahun 2020. Setelah berbulan-bulan dikarantina di rumah melalui lockdown, banyak yang kehilangan pekerjaan karena ekonomi berhenti, diikuti oleh angka depresi yang meninggi, sekarang malah terjadi tragedi kemanusiaan di Amerika Serikat di mana aparat keamanan menembaki warga kulit hitam.

MDD: Manusia menciptakan penderitaannya sendiri. Terutama dengan menghamba berlebihan pada logika. Anda sudah membacanya sejak umur muda, logika mirip sumur kecil yang digali oleh anak kecil di pinggir pantai. Sementara kehidupan seluas samudra. Mana mungkin memasukkan air samudra ke dalam sumur kecil yang dibikin oleh anak kecil.

Penanya: bukankah pendidikan di mana-mana semakin maju? Di mana-mana orang bergelar doktor meningkat. Di mana-mana orang bisa memperoleh pengetahuan secara mudah khususnya melalui media sosial.

MDD: Amerika Serikat sekarang sedang menjadi Guru dunia. Di sana jumlah doktor per kapitanya paling tinggi di dunia. Di sana juga berkumpul pemenang hadiah nobel paling banyak di dunia. Sekarang terjadi petaka kemanusiaan sangat menyentuh hati di sana. Artinya, pendidikan akan memperindah dunia jika membuat pikiran manusia lebih terbuka, membuat hati manusia lebih peka.

Penanya: jadi Ivan Illich melalui “Deschooling Society”-nya (membebaskan masyarakat dari sekolah) benar?

MDD: Tidak perlu seradikal itu. Sekali lagi tidak perlu. Setiap langkah ekstrim akan diikuti oleh gerakan ekstrim di waktu berikutnya. Mirip dengan gerakan bandul. Jika ditarik ke sebuah titik ekstrim, ia akan bergerak ke titik ekstrim lain di putaran waktu selanjutnya. Anda sudah melihat berkali-kali di alam rahasia, alam penjaga paling banyak tersedia di titik tengah. Umat manusia lebih mungkin sehat selamat jika tumbuh tidak jauh dari wilayah keseimbangan.

Penanya: Bisa diberikan bahasa yang lebih mudah dimengerti. Agar orang banyak lebih mudah mencernanya

MDD: Sebagaimana telah dibagikan banyak ilmuwan di bidang humaniora, 95% perilaku manusia ditentukan oleh alam bawah sadar. Dan alam bawah sadar terbentuk di masa kecil dengan cara meniru secara berulang-ulang. Energi itu kuat sekali. Sehingga memerlukan energi penyeimbang agar ia netral kembali. Disiplin ilmu epigenetics benar, manusia tidak akan berubah jika tidak mengubah lingkungannya. Persisnya, mengubah cara mempersepsikan lingkungan. Ajak umat manusia untuk melihat perubahan lingkungan dari sisi-sisi peluang pertumbuhan, bukan dari sisi ancaman pertumbuhan. Anda benar dalam hal ini, pikiran positif adalah Tirtha (air suci) yang menjaga umat manusia di sepanjang perjalanan. Yang lebih bagus lagi adalah pikiran holistik. Tapi sangat sedikit yang bisa memiliki pikiran holistik.

Penanya: Maaf beribu maaf, lagi-lagi bahasanya terlalu tinggi. Nanti sangat sedikit ada manusia yang bisa mencerna.

MDD: Anda telah mendengar melalui telinga hati pesan seperti ini: “It is better for your health to give a bit of heart than piece of mind”. Sampaikan ke orang-orang, kesehatan, kebahagiaan, bahkan kedamaian lebih mudah ditemukan jika manusia lebih menggunakan bahasa hati dibandingkan bahasa kepala. Telah disampaikan oleh banyak peneliti energi, vibrasi energi hati ribuan kali lebih besar dari kepala. Bahasa sederhananya, sebuah langkah mendengarkan yang tulus lebih menyembuhkan dibandingkan dengan jutaan percakapan yang penuh akal bulus. Jika ketulusan mendengarkan akan mendatangkan banyak kawan, pikiran yang lapar untuk dibenarkan rawan mengundang serangan banyak lawan.

Penanya: Di sana-sini muncul permohonan agar idenya lebih praktis bukan pilosofis. Maaf beribu maaf, bisa diberikan langkah praktis lain agar umat manusia terselamatkan.

MDD: Hati-hati dengan pilihan kata-kata (bahasa) dalam keseharian. Kata-kata tidak saja sarana mengungkapkan pesan ke luar, tapi juga sebuah kekuatan yang mencipta ke dalam. Saat seseorang bicara, diniatkan atau pun tidak, otak di dalam akan bereaksi. Jika kata-katanya penuh ketakutan (apa lagi kepanikan), otak menangkapknya sebagai sinyal bahaya. Akibatnya ia akan menghasilkan hormon stres seperti cortisol. Kemudian sistim kekebalan tubuh terganggu. Sel-sel di dalam tubuh mengalami kesulitan untuk melahirkan sel-sel yang baru. Bila kata-katanya menenangkan dan mendamaikan, otak menangkapnya sebagai tanda Cahaya. Konsekwensinya, otak menghasilkan hormon bersahabat seperti dophamin, yang membuat sistim kekebalan tubuh serta sistim lain di dalam tubuh membaik. Sel-sel di dalam tubuh juga lebih mudah mengganti miliaran sel yang mati setiap hari, sekali lagi jika seseorang kata-katanya menenangkan dan mendamaikan.

Penanya: Ini berarti meditasi yang membuat kata-kata seseorang lebih menenangkan dan mendamaikan, akan semakin dibutuhkan di masa depan?

MDD: Sudah terlihat di beberapa permukaan bumi, anak-anak sekolah mulai diwajibkan belajar meditasi. Persisnya, meditasi yang bebas dari dogma agama mana pun. Intinya, ajaklah orang-orang untuk “istirahat” di saat ini apa adanya. Bebaskan diri dari kritik dan konflik di dalam. Istirahatlah di atas dualitas seperti buruk-baik, sedih-senang dengan menjadi seorang saksi yang penuh harmoni. Kekuatan di dalam yang sangat membantu dalam hal ini adalah merasakan jeda diantara dua nafas. Belajarlah mengerti dengan melaksanakan. Kurangi mengerti dengan memperdebatkan. Pendekatan ini bisa membantu gelombang otak bertransformasi dari beta ke alpa. Syukur-syukur bisa memasuki teta, delta dan gamma. Cara ini juga membantu manusia memasuki wilayah-wilayah kuantum. Di mana banyak hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin.

Penanya: Itu langkah meditasinya, bagaimana dengan langkah keseharian saat seseorang tidak sedang duduk meditasi?

MDD: Salah satu murid Anda telah membuka salah satu pintu alam rahasia. Di sebuah malam ia diserang rasa sakit yang super hebat. Sehingga tidak menyisakan pilihan lain selain berdoa sesuai dengan keyakinannya. Kemudian ia berdoa keras dan dalam sekali sesuai dengan agama tempat ia terlahir. Kendati ia beragama berbeda dengan Anda, di puncak doanya ia melihat Anda. Anehnya, setelah melihat Anda tersenyum, rasa sakitnya hilang. Seorang anak kecil berumur 8 tahun setiap kali melihat Ibunya sulit tidur, ia akan mengajak Ibunya menonton video Anda. Anehnya, begitu menonton sebentar, ia langsung tertidur. Ringkasnya, keyakinan itu sangat menolong. Ia membuat efek placebo bekerja. Keyakinan juga membuat energi seseorang terangkat naik di atas vibrasi penyakit dan rasa sakit. Anda telah belajar psychoneuroimmunology, salah satu pesan di sana, keyakinan memperkuat kekebalan tubuh. Milikilah keyakinan terhadap subyek yang disembah. Tanpa perlu menjadi picik apa lagi fanatik. Dan jangan pernah menggunakan keyakinan untuk menyerang orang. Imbangi keyakinan dengan pikiran yang terbuka, serta hati yang peka. Ingat, seperti sidik jari, orang di dalamnya lain-lain serta unik-unik.

Penanya: Orang biasa menyukai kesimpulan yang ringkas, padat, praktis serta bisa dilaksanakan dalam keseharian?

MDD: Belum pernah terjadi dalam sejarah manusia di mana nyaris semua orang di muka bumi menjauh dari keramaian. Kemudian tinggal di rumah. Berbulan-bulan lagi. Ia bercerita terang benderang, pusat kebahagiaan sedang bergeser. Dari keramaian menuju kesendirian yang penuh penerimaan. Agama-agama menyebutnya inner pilgrimage (ziarah ke dalam diri). Dan Anda telah lihat berkali-kali pesan ini: “Cahaya adalah rumah jiwa yang pertama. Cinta adalah agama jiwa yang pertama”. Padukan Cahaya dengan Cinta, itu nutrisi jiwa yang paling dicari. Bukan Cahaya yang bermusuhan dengan kegelapan, tapi Cahaya yang bertrimakasih pada kegelapan. Karena ada kegelapanlah maka Cahaya bisa memancar terang. Bukan cinta yang bermusuhan dengan kebencian, tapi cinta yang bertrimakasih pada kebencian. Karena ada kebencian yang panaslah maka orang rindu akan cinta yang penuh kesejukan.

Penanya: Terimasih dari lubuk hati yang paling dalam.

MDD: ……………………………………………………………………….. Tidak ada suara. Mataharinya tenggelam sangat indah di balik puncak gunung di arah barat.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo by Jude Beck on Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.