Kesembuhan

Tenang, tenang dan tenang

Ditulis oleh Gede Prama

Di budaya eksplisit ala Barat, dialog ke dalam diberi judul dialog bersama Tuhan. Itu sebabnya, Neale Donald Walsch memberi judul bukunya “Conversation with God”. Di Timur yang lebih implisit, judul seperti itu dihindari. Berikut dialog hari ini di Ashram Avalokiteshvara bersama Tiga Cahaya Di Dalam (TCD).

Penanya: Apa benar sedang terjadi perang antargalaksi (intergalactic war) sehingga membuat permukaan bumi jadi sangat menyentuh hati?

TCD: Kurangi menyebarkan berita-berita seperti itu. Tanpa berita seperti itu saja, bumi sudah dipenuhi dengan banyak aura ketakutan dan kepanikan. Sebarkanlah “kebenaran-kebenaran” yang menyenjukkan, menentramkan dan mendamaikan. Kalau pun kejadian seperti itu ada, perang antargalaksi mirip percikan-percikan api dari rumah tetangga. Jika di dalam rumah Anda penuh air, ia tidak membahayakan. Ingat, lebih dari sebagian permukaan bumi isinya air. Lebih dari sebagian isi tubuh manusia juga benda-benda cair. Ajak orang-orang untuk mengembangkan logika air. Jika sebagian kepintaran mirip batu. Saat berjumpa saling bertabrakan. Kebaikan serupa air. Tatkala berjumpa menyatu dan berpelukan. Dan Anda berkali-kali diberi tanda, untuk alasan itulah Anda terlahir di hidup ini.

Penanya: Tanpa bermaksud berbantahan, kejahatan kemanusiaan di AS sangat menyentuh hati, tingkat pengangguran tertinggi di sepanjang sejarah. Jika salah melangkah, ini bisa menyebar menjadi api yang sangat membakar?

TCD: Anda sudah mengalami sendiri berkali-kali. Kejadian-kejadian super menakutkan – dikirim ular ke kamar oleh orang tertentu, didatangi peserta meditasi yang auranya super menakutkan, berjumpa wanita berambut panjang yang kakinya tidak menyentuh tanah di tengah hutan, sampai Ashram tempat Anda bermukim super berbahaya berkali-kali – tidak membahayakan jika seseorang tenang di dalam. Sekarang gunakan pengalaman Anda sendiri untuk membimbing banyak orang agar tenang, tenang dan tenang. Tenangkan pikiran dengan meditasi. Tenangkan perasaan dengan cara berani bahagia bersama apa-apa yang telah ada, tenangkan spirit di dalam dengan memadukan keseimbangan dan keterhubungan.

Penanya: Orang-orang menyukai tips-tips yang praktis dan langsung menenangkan.

TCD: Hati-hati dengan stres. Stres tidak saja merusak kekebalan tubuh, membuat sel di dalam gagal mengganti sel-sel lain yang mati setiap hari, stres juga bisa mengundang banyak bahaya. Untuk itu, dekatkan harapan dengan kenyataan, hiduplah sesuai kemampuan. Di atas semuanya, kembangkan rasa berkecukupan di dalam. Kalau pun dikunjungi rasa sakit, belajar menggunakan rasa sakit untuk membuka banyak rahasia di dalam. Dengan asumsi rasa sakitnya tidak berbahaya, serta Anda punya cukup stamina, jumpai rasa sakit seperti layang-layang menjumpai angin menerjang. Anda sudah coba sendiri melalui sakit gigi Anda. Kendati rasa sakitnya demikian hebat, keberanian untuk tidak pergi ke dokter gigi telah membuat banyak rahasia terbuka di dalam. Sampaikan ke orang-orang, tidak semua rasa sakit membawa bahaya. Rasa sakit yang dijumpai seperti bambu menjumpai pisau, justru membawa Cahaya. Anda telah mengalaminya sendiri.

Penanya: Itu jika seseorang mengalami kesedihan dan rasa sakit, apa yang sebaiknya dilakukan ia yang mengalami kebahagiaan?

TCD: Minta mereka menyelaraskan diri dengan Sang Cahaya. Manusia modern menyukai listrik sebagai simbol Cahaya. Dan Cahaya listrik adalah hasil sintesis negatif-positif. Tatkala seseorang menjadi sahabat dekat dengan setiap kekinian – sedih maupun senang, dicaci maupun dipuji – terjadi sintesis negatif-positif di dalam. Saat Anda duduk di atas dualitas seperti buruk-baik, salah-benar dengan menjadi seorang saksi yang penuh harmoni, sintesis negatif-positif terjadi di dalam. Dan yang terpenting, bagikanlah kebahagiaan di dalam pada lingkungan sekitar. Setidaknya melalui senyuman. Dengan cara ini, Sang Cahaya di dalam akan semakin bersinar dari hari ke hari.

Penanya: Membaca tanda-tanda bahaya di bumi, apa satu hal terpenting yang sebaiknya dilakukan agar umat manusia sehat dan selamat?

TCD: Evolusi berikutnya adalah evolusi kesadaran. Kesadaran bahwa manusia bukan tubuh fisik yang terpisah. Tapi tubuh metafisik yang tidak pernah berpisah. Belajar melihat diri Anda tidak sesempit melihat tubuh fisik, lihat diri Anda di orang lain, pada tubuh binatang, pepohonan serta ciptaan lain. Kemudian bangkitkan niat mulya untuk merawat semua ciptaan seindah merawat tubuh sendiri. Langkah praktisnya, ajak orang-orang untuk selalu tumbuh di tengah. Hindari hal-hal yang ekstrim. Anda sudah lihat sendiri di alam rahasia. Kekuatan penjaga paling banyak ada di tengah. Cahaya kesadaran paling terang tatkala seseorang tumbuh di tengah. Pulau Bali memberi tanda, Ubud (obat) ada di Bali Tengah.

Penanya: terimakasih dari kedalaman hati yang paling dalam

TCD: ……………………………………………………………………………………. Tidak ada suara. Hanya tiga Cahaya yang meredup kemudian menghilang.

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion 0361 845 5555
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion 08233 5555 644

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.