Kesembuhan

Kebetulan yang kaya akan makna

Ditulis oleh Gede Prama

Siang ini 21-6-2020 terjadi gerhana matahari cincin. Bersamaan dengan itu, keluarga Compassion mendapatkan berita gembira: “Buku Suci keluarga Compassion yang dalam bahasa Inggris berhasil diterbitkan di toko buku terbesar dunia Amazon”. Ia bercerita tentang terbitnya matahari indah dari Bali.

Di tahun 2000-an, kekuatan yang paling ditakuti dunia adalah serangan teroris. Jika serangan teroris di AS (11-9-2001) diikuti tembakan tidak terhitung peluru di Afganistan dan Irak, serangan teroris di Bali (12-10-2002) tidak diikuti oleh satu kekerasan kecil sekali pun. Di tahun 2020, kekuatan yang paling ditakuti dunia adalah virus corona.

Jika krisis virus corona diikuti oleh banyak korban manusia serta kejahatan kemanusiaan di AS, Bali disebut sebagai pulau dengan korban virus corona paling rendah di dunia. Bahkan presiden Indonesia dan sejumlah media dunia melirik kagum pada apa yang terjadi di Bali. Ringkasnya, ada Cahaya di Bali yang sedang muncul mau menerangi bumi.

Ajakannya untuk para sahabat, mari berbagi Cahaya. Krisis super panjang virus corona, petaka kemanusiaan di AS, angka pengangguran yang tertinggi di sepanjang sejarah, ekonomi yang nyaris mati adalah tanda-tanda kegelapan. Tapi jangan izinkan kegelapan di luar melahirkan kegelapan di dalam (baca: marah, dendam, sakit hati).

Mari menggunakan kegelapan di luar untuk melahirkan Cahaya di dalam. Virus corona sedang membimbing manusia untuk melakukan ziarah ke dalam diri. Gurunya adalah pikiran yang lentur, hati yang bersyukur. Kesulitan seperti tingginya angka pengangguran serta ekonomi yang nyaris mati sering melahirkan pikiran-pikiran kreatif. Dibandingkan panas, mari melahirkan kreativitas.

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion 0361 845 5555
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion 08233 5555 644

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.