Kesembuhan

Disembuhkan oleh waktu

Ditulis oleh Gede Prama

Di tengah krisis super panjang ini, tidak sedikit manusia yang dibikin sakit oleh waktu. Ketiadaan pekerjaan dan ketiadaan kegiatan membuat sang waktu terasa berputar sangat pelan sekaligus sangat membosankan. Agar para sahabat sehat selamat, berikut renungan agar disembuhkan oleh sang waktu…

Agar bisa berselancar indah di tengah hamparan waktu, lakukanlah apa-apa yang disukai dan dicintai
Agar tidak dibuat bosan dan hambar oleh waktu, jumpai sahabat dekat. Sahabat adalah obat
Agar bisa merasakan indahnya kontur waktu, bikin daftar panjang tentang hal-hal yang layak disyukuri
Agar tidak dibuat lelah gelisah oleh waktu, nyanyikanlah lagu-lagu kesukaan Anda khususnya saat masih kecil
Agar tidak dibikin bosan oleh waktu, temukan jangkar sukacita di sekitar Anda. Dari burung bernyanyi, suara ombak, bunga bermekaran
Agar bisa keluar dari monotonnya waktu, lakukan sesuatu yang berbeda di hari ini
Agar bisa bersahabat dekat dengan sang waktu, bermain dan bernyanyilah bersama anak-anak
Agar sang waktu terlihat tersenyum indah, memasaklah makanan kesukaan Anda ketika masih kecil
Agar tidak dibikin sakit oleh waktu, lihat kehidupan dan kejadian menggunakan mata polos anak-anak
Agar dibikin sehat oleh sang waktu, tersenyumlah. Senyuman tanda bahwa Anda seorang tuan dalam kehidupan
Agar dibebaskan sekaligus dibikin damai oleh sang waktu, selalu rasakan jeda diantara dua nafas

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion 0361 845 5555
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion 08233 5555 644

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.