Kesembuhan

Malaikat indah di dalam diri

Ditulis oleh Gede Prama

Di putaran zaman di mana tantangan dari luar terlihat demikian hebat dan dahsyat, sebagian orang bahkan benar-benar wafat, layak direnungkan untuk menemukan malaikat penyelamat di dalam diri. Berikut sejumlah bahan renungan yang layak diendapkan agar para sahabat sehat selamat.

  1. Saat mencuci tangan dengan alat pembersih, ingat juga membersihkan pikiran dari permusuhan, membersihkan hati dari kebencian
  2. Tatkala mengenakan masker, ingatkan diri bahwa masker bukan kawannya ketakutan, tapi sahabatnya kewaspadaan. Jika ketakutan mengudang bahaya, kewaspadaan sahabatnya Cahaya
  3. Banyaknya manusia mengenakan masker membawa pesan simbolik yang layak dibaca: “Kurangi berbicara ke luar, perbanyak menemukan makna di dalam”
  4. Bingung dan kalutnya banyak pemimpin dunia sedang membuka rahasia: “Temukan pemimpin di dalam diri. Ia bernama kedamaian yang memancarkan kasih sayang”
  5. Di putaran waktu yang super kompleks, kepala tidak banyak menolong, hati yang lebih banyak menolong. Vibrasi hati ribuan kali lebih besar dari kepala
  6. Hati bisa memberikan banyak hal yang tidak bisa diberikan oleh kepala. Jika kepala bahasanya kepintaran, hati bahasanya kebaikan
  7. Seawal mungkin latih diri agar seimbang dalam menggunakan hati dan kepala. Seperti menemukan keseimbangan sepeda, hanya praktik yang menyempurnakan
  8. Tanda seseorang mulai dekat dengan keseimbangan hati-kepala, makan mudah enak, tidur mudah nyenyak. Tidak tertarik mengeluh, lebih tertarik pada bertumbuh
  9. Kebaikan tidak saja dianjurkan buku suci, tapi secara meyakinkan membuat dunia di dalam dan dunia di luar jadi jauh lebih harmoni
  10. Untuk itu, kurangi menyebut diri benar dan pihak lain salah. Carikan cara bagaimana kehadiran Anda agar senantiasa memperindah. Setidaknya dengan cara tidak marah
  11. Apa pun yang terjadi, ingatkan diri lagi dan lagi: “malaikat penyelamat di sepanjang perjalanan adalah pikiran yang lentur yang bersahabat dengan hati yang bersyukur”

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.