Kesembuhan

Transforming Illness Into Wellness

Ditulis oleh Gede Prama

“If you have no time to wellness, illness will visit your life”, begitu bunyi sebuah pesan tua. Siapa saja yang tidak punya cukup waktu untuk merawat kesehatan dalam arti luas, suatu hari pasti dikunjungi hal-hal berbahaya dalam hidup. Dari penyakit fisik sampai sakit mental. Dari keluarga yang berbahaya sampai masa tua yang berbahaya. Untuk itu, sestabil dan semantap apa pun kehidupan para sahabat, sejak awal selalu alokasikan waktu untuk merawat kesehatan, kebahagiaan serta kedamaian. Terutama karena banyak sekali hal dalam kehidupan yang tidak pasti.

Perhatikan kata illness (kehidupan yang terasa serba kurang) dan kata wellness (kehidupan yang serba berkecukupan). Kata illness dimulai dengan huruf “I” (saya, aku), sedangkan kata wellness dimulai dari huruf we (kami, kita). Pesannya sederhana, jika mau bertransformasi dari kehidupan yang serba kurang (illness) menuju kehidupan yang serba berkecukupan (wellness), latih diri untuk bertumbuh dari kebahagiaan sempit yang hanya membahagiakan diri sendiri, menuju kebahagiaan yang lebih luas. Yakni melibatkan orang dan mahluk lain.

Membersihkan penghalang

Membicarakannya mudah, tapi melaksanakannya susah. Karena bertransformasi dari aku ke kami penuh dengan halangan dan cobaan. Bahan renungan pertama, illness lebih-lebih yang berkepanjangan adalah masukan jujur bahwa seseorang tumbuh jauh dari panggilan alaminya. Sekuat apa pun pohon kamboja, ia akan membusuk jika ditanam di kolam yang basah. Sebaik apa pun benih lotus, ia pasti mati jika ditanam di tanah kering. Dengan demikian, jika mau jiwanya bertumbuh jauh, yakinlah para sahabat bertumbuh tidak terlalu jauh dari alami. Dan panggilan alami ini sering tersembunyi di masa kecil. Dari mimpi masa kecil, mainan, tempat berkesan, sampai orang yang menyentuh hati juga di masa kecil.

Hanya sebagai contoh, seorang kawan bercerita bahwa satu-satunya permainan yang tidak pernah kalah di masa kecil adalah permainan layang-layang. Belakangan permainan ini membuka rahasia, bahwa ia dititipi pesan suci dari langit. Inti pesan sucinya adalah sederhana, jika jiwa manusia mau terbang ringan, belajar untuk selalu seimbang. Halangan kedua yang sebaiknya dicermati adalah emosi. Emotion dalam bahasa Inggris dibentuk dari kata e (energy) dan motion (gerakan). Artinya, emosi adalah serangkaian gerakan energi. Sedalam apa pun meditasi seseorang, akan tetap ada gerakan energi di dalam. Ia menjadi penghalang jika seseorang takut dan melekat. Agar para sahabat sehat selamat, penting merenungkan bahwa ketakutan adalah buah dari memori tentang rasa sakit. Sedangkan kemelekatan adalah buah dari memori tentang hal-hal menyenangkan.

Semakin sakit masa lalu seseorang, semakin besar ketakutan yang akan muncul. Semakin banyak rasa senang yang dialami, semakin besar juga kemelekatan yang bersangkutan. Halangan ini akan dilewati, jika seseorang belajar bertumbuh di atas ketakutan dan kemelekatan. Dalam bahasa meditasi, duduklah di tengah sebagai saksi yang tersenyum indah. Keduanya hanya memori. Dan memori hanya ada di pikiran. Halangan ketiga yang sebaiknya diwaspadai adalah harapan. Jika harapan lebih tinggi dari kenyataan, kekecewaan hasilnya. Bila harapan terlalu rendah dibandingkan kenyataan, kemunduran hasilnya. Agar transformasi terjadi, latih diri untuk tumbuh seimbang antara harapan dengan kenyataan.

Mulai melangkah

Agar bertumbuh dari illness menuju wellness, belajar lebih sedikit menggunakan kata “saya atau aku”, latih diri untuk lebih banyak menggunakan kata “kami atau kita”. Dalam bahasa psycholinguistic: “The words that you speak is the home that you live”. Kata-kata yang diucapkan dalam waktu lama dan panjang, jika terus menerus digunakan bisa membuat seseorang mengalami kehidupan sebagaimana yang sering diucapkan. Lebih dari itu, kata-kata tidak saja pesan yang diungkapkan ke luar. Kata-kata juga ditangkap oleh otak di dalam. Kata-kata yang berbeda menghasilkan respon kimiawi dari tubuh yang juga berbeda.

Kata-kata yang penuh ketakutan dan kepanikan membuat otak menghasilkan hormon stres seperti cortisol yang bisa membahayakan tubuh. Kata-kata yang penuh kegembiraan membuat otak memproduksi hormon pertumbuhan seperti dopamin, oxytocyn dan serotonim. Yang sangat membantu proses kesembuhan dan kedamaian tubuh kemudian. Hal yang sama juga dengan penggunaan kata saya dan kata kami. Kata saya membuat otak membuat tembok pemisah dengan orang lain. Kata kami membuat otak membuat jembatan penghubung dengan orang lain. Langkah kedua, belajar mencipta tidak berdasarkan keinginan (manifesting what you want), tapi mencipta berdasarkan siapa diri Anda yang sesungguhnya (manifesting who you are).

Jika keinginan membuat seseorang menjadi orang asing dalam tubuh sendiri, kemudian melahirkan berbagai jenis penyakit, mencipta berdasarkan siapa diri yang sesungguhnya membawa jiwa melangkah balik pulang ke rumah sejati. Stres jadi jauh lebih sedikit, pada saat yang sama benih-benih rasa berkecukupan mulai tumbuh sehat di dalam. Tandanya, makannya mudah enak, tidurnya mudah nyenyak. Setiap doa berisi banyak kata terimakasih. Di setiap waktu tersedia banyak hal yang layak disyukuri. Langkah ketiga menuju wellness adalah mengembangkan rasa syukur di dalam. Bukalah mata di pagi hari dengan rasa syukur yang sangat dalam. Baik karena masih sehat selamat, memiliki kehidupan yang berguna dan bermakna, serta punya keluarga sehat bahagia.

Di dunia para malaikat sering terdengar, malaikat akan bernyanyi indah jika menyaksikan manusia-manusia yang bangun di pagi hari ditemani rasa syukur yang sangat dalam. Lebih dalam dari itu, rasa syukur yang mendalam adalah kunci sangat menentukan untuk membuka pintu keajaiban. Di dunia kedokteran, keajaiban sering disebut dengan efek placebo. Seseorang sembuh karena keyakinan yang disimpan di dalam. Di dunia psikologi, keajaiban sering diidentikkan dengan alam bawah sadar. Yang menentukan hampir 95 % wajah kehidupan. Di dunia spirutal mendalam, keajaiban kerap disebut sebagai munculnya Guru rahasia. Apa pun nama dan wajahnya, rasa syukur mendalam akan sangat menolong dalam mencipta kehidupan yang penuh dengan rasa berkecukupan (wellness). Di jalan ini, sering terdengar pesan indah seperti ini: “You can not control everything, but you can align yourself with everything”. Manusia tidak bisa mengendalikan semuanya, tapi manusia bisa menyelaraskan diri dengan semuanya. Dan spirit di balik kata we (kami, kita) berperan besar dalam membuat manusia selaras dengan semuanya.

*) Topik ini akan disampaikan dalam siaran langsung (live) melalui jaringan social media keluarga spiritual Compassion (3 FB, 2 youtube, 2 Instagram, serta 1 Twitter) di malam Purnama 31 oktober 2020 jam 18:18 waktu Bali. Guruji akan menyampaikannya dalam bahasa Inggris.

Keterangan foto: miniatur Borobudur di Ashram Avalokiteshvara di Bali Utara. Di mana Guruji bermukim. Foto diambil oleh si bungsu Ram

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.