Kesembuhan

Jalan indah menuju keselamatan

Ditulis oleh Gede Prama

Sore ini seorang keluarga dekat Compassion yang tinggal di kawasan Besakih Bali mengirim foto terlampir. Bercerita tentang keadaan Gunung Agung sore ini kami 5/11 2020. Terasa ada yang bergetar di dalam tatkala pertama kali melihat foto ini. Sekaligus di dalam ada yang berpesan seperti ini: “While love give you wings, compassion give you compass”.

Terutama karena ada awan berbentuk sayap. Ada Cahaya berbentuk love (cinta kasih). Bekal melangkahnya kemudian, zaman ini memang zaman luar biasa. Agar sehat selamat di zaman luar biasa, manusia sebaiknya menggunakan pedoman melangkah yang juga luar biasa. Tidak elok menunjukkan data-datan menakutkan di forum ini. Tidak elok.

Yang lebih diperlukan adalah bagaimana agar bisa selamat di putaran waktu super berbahaya ini. Berikut beberapa kejadian yang pernah dialami keluarga Compassion, sekaligus bekal melangkah agar para sahabat sehat selamat.

  1. Suatu hari pernah terdengar suara Genta yang super halus dan super lembut dari Pura Basukian Besakih. Belum pernah terdengan suara Genta sehalus itu. Basukian artinya jalan menuju keselamatan.
  2. Kemudian diutuslah Jero Mangku Putera Weda dari Pura Dalem Puri untuk menyampaikannya pada Jero Mangku di Pura Basukian Besakih. Hanya diminta menyampaikan. Tidak ada yang lain
  3. Dilaporkan bahwa Jero Mangku di Pura Basukian sangat tersentuh, sampai mengirimkan Genta Sakral ke Guruji. Genta berwarna emas ini dijaga oleh 3 Naga juga berwarna emas
  4. Di Tantra, Naga (bersama Garuda, Singa, Harimau) adalah kekuatan penjaga di alam ini. Persisnya menjaga agar ajaran suci Dharma tetap ada di alam samsara ini
  5. Pesannya kemudian, tidak perlu takut berlebihan, alam ini ada yang jaga. Kendati di luar ada yang jaga, jaga juga diri di dalam
  6. Salah satu simbol yang mau disampaikan Genta adalah Shiva-Buddha. Stupa di bawahnya mewakili Buddha, Linggam di atasnya mewakili Shiva.
  7. Boleh memasuki alam rahasia ala Shiva, tapi ingat melewati jalan-jalan ke-Buddha-an (Hinayana, Mahayana, Tantrayana).
  8. Di luar jadilah murid Hinayana (badan kurus, pikiran sangat disiplin), di dalam jadilah pengikut Mahayana (penuh compassion), di tempat rahasia boleh mempraktikkan Tantra
  9. Di jalan ini, apa pun pertanyaannya, cinta kasih jawabannya. Apa pun kerinduannya, cinta kasih obatnya. Cinta kasih adalah pelindung di dalam yang sangat meyakinkan
  10. Bukan cinta kasih yang digunakan untuk menghakimi orang di luar, tapi cinta kasih yang digunakan untuk memurnikan dan menyempurnakan diri di dalam
  11. Ringkasnya, di setiap langkah selalu tanyakan bagaimana kehadiran Anda bisa membahagiakan mahluk lain. Jika tidak bisa, cukup jangan menambahkan penderitaan baru pada daftar panjang penderitaan yang telah panjang. Itulah penjaga terindah di zaman ini. Agar para sahabat menapaki jalan indah menuju keselamatan.

Foto dikirim oleh salah seorang anggota keluarga spiritual Compassion yang tinggal di kawasan Besakih Bali. Beliau tidak mau disebut namanya. Foto tentang keadaan Gunung Agung sore ini kamis 5/11 2020

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.