Kesembuhan

Pesan-pesan suci yang dibawa oleh orang-orang yang melukai

Ditulis oleh Gede Prama

Di jalan spiritual mendalam dikenal Guru simbolik. Alam ini kaya dengan pesan-pesan simbolik yang layak dibaca. Makanya ada Guru suci di masa lalu, tatkala pertama kali mendengar wahyu suci dari langit, pesan pertamanya adalah “baca”. Berikut sejumlah pesan yang sebaiknya dibaca di balik orang-orang yang melukai:

  1. Orang melukai membuat sebagian hutang kesalahan di masa lalu jadi terbayar lunas. Untuk itu, sehabis disakiti pergi ke tempat sepi, bisikkan pesan ini ke dalam: “Lunas”
  2. Orang menyakiti mirip amplas yang menghaluskan kayu. Rasa sakit yang mereka hadirkan memurnikan sekaligus menyempurnakan.
  3. Mirip matahari yang membuat bunga mekar indah, rasa sakit yang mereka hadirkan sedang membantu jiwa mekar indah. Asal ingat ikhlas seperti bunga di depan matahari
  4. Serupa angin menerjang yang membuat layang-layang terbang, cacian mereka membuat jiwa belajar terbang. Tentu saja jika para sahabat tidak melawan dengan dendam
  5. Tidak beda jauh dengan pisau yang melubangi bambu ketika dibuat jadi seruling. Serangan orang melukai membuat jiwa suatu hari jadi seindah seruling
  6. Sebagaimana kegelapan membuat Cahaya memancar terang dan indah, luka yang mereka goreskan membuat jiwa pelan perlahan jadi terang dan indah
  7. Tanpa lautan, nelayan kehilangan pekerjaan. Tanpa orang melukai, para sahabat tidak akan pernah tahu keindahan memaafkan
  8. Tanpa sawah ladang, petani akan kehilangan pekerjaan. Tanpa kemarahan orang melukai, Anda akan kehilangan kesempatan untuk menyempurnakan cinta kasih
  9. Tengok ke dalam saat dilukai, jika di dalam terasa panas, itu masukan kalau di taman jiwa di dalam ada banyak daun kering yang sebaiknya disapu dan dibersihkan
  10. Tengok ke dalam ketika dicaci, bila bisa melihat jejaring penderitaan di balik orang menyakiti, kemudian mekar bunga memaafkan, itu tanda Anda jiwa yang indah
  11. Kapan saja para sahabat bisa berbagi compassion pada orang melukai, itu tanda bahwa Anda jiwa Agung yang ada di sini untuk berbagi Cahaya. Sebuah hadiah terindah yang bisa diberikan pada jiwa yang bersemayam di dalam. Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
    P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
    P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
    P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
    082335555644 (Telkomsel)
    081999162555 (XL)
    085857536536 (Indosat)

Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.