Kesembuhan

Healing from Inside

Ditulis oleh Gede Prama

Menyusul banyaknya cerita ketidakberhasilan obat yang datang dari luar, banyak orang mencari sumber kesembuhan dari dalam. Salah satu yang sangat dikagumi di zaman ini adalah menyembuhkan diri dengan keseimbangan energi. Tidak sedikit yang meramalkan, obat di masa depan adalah obat keseimbangan energi. Ajakannya, tidak perlu menunggu datangnya masa depan, kita bisa mulai dari sekarang. Belajar menyembuhkan diri dari dalam. Ada tiga langkah kesembuhan yang disarankan untuk para sahabat dekat. Kesembuhan fisik, kesembuhan mental, serta kesembuhan spiritual. Terutama karena body, mind and spirit (tubuh, pikiran, spirit) tidak bisa dipisahkan. Sulit membayangkan ada kesembuhan tubuh yang mendasar, tanpa kesembuhan mental dan spriritual. Sulit membayangkan ada kesembuhan spiritual, jika tubuh sakit kronis misalnya.

Mesin paling rumit

Di sejumlah jurnal kesehatan sering terdengar, tubuh manusia adalah mesin paling rumit di alam samsara ini. Tidak ada mesin yang lebih rumit dari tubuh manusia. Makanya dari dulu hingga kini, selalu ada misteri rahasia dalam tubuh manusia yang belum sepenuhnya bisa dibuka. Oleh karena itu, jika tubuh disebut sakit oleh dokter atau test laboratorium, tidak perlu buru-buru pikiran menyimpulkan bahwa seseorang pasti mati. Sekali lagi tidak perlu. Tidak bermaksud untuk menyebut dokter keliru.
Tidak bermaksud menyebut test lab keliru. Sekali lagi tidak. Namun itu adalah salah satu sudut pandang. Bukan satu-satunya sudut pandang. Seperti melihat daun kering yang jatuh. Orang kantoran di kota menyebutnya kotoran. Tukang taman menyebut daun kering sebagai pupuk penyubur tanaman.

Hal yang sama juga terjadi dengan penyakit kronis seperti kanker. Salah satu bagian tubuh fisik memang sedang mengalami gangguan. Jika larangannya tidak dilanggar, pesan bimbingannya diikuti, maka penyakit tidak saja tidak jadi membunuh. Sebaliknya, malah membuat seseorang semakin bertumbuh. Sakit jantung sebagai contoh. Jika larangannya dalam bentuk tidak makan kolesterol jahat secara berlebihan, tidak sering lelah, tidak sering stres tidak dilanggar. Pada saat yang sama pesan spiritual di balik sakit jantung diikuti, yakni menyempurnakan cinta kasih. Lebih-lebih seseorang jadi lebih disiplin hanya memakan makanan yang sehat, tidur serta istirahat yang cukup, maka bukan tidak mungkin sakit jantung akan muncul dalam bentuk malaikat yang menyelamatkan kemudian.

Demikian juga dengan sakit hepatitis B. Bila temuan dokter dan lab yang menyimpulkan ada hepatitis B di dalam digunakan sebagai masukan untuk berhenti minum alkohol, menjauh dari kolesterol jahat, menjaga tubuh agar tidak lelah, istirahat yang cukup. Lebih-lebih pesan spiritualnya di laksanakan (baca: membuat hati jadi indah), maka lagi-lagi penyakit datang sebagai malaikat yang menyelamatkan. Bukan setan yang membunuh kemudian. Ringkasnya, jangan izinkan kesimpulan sakit dari pihak luar membuat hidup para sahabat jadi tambah sakit. Yang dianjurkan, gunakan kesimpulan sakit dari pihak luar untuk segera menemukan obat penyembuh yang berasal dari dalam. Salah satu yang sering disebut orang di zaman ini adalah efek placebo. Seseorang disembuhkan oleh keyakinan dari dalam. Tentu saja bukan keyakinan yang buta. Tapi keyakinan yang dibangun di atas langkah-langkah sistimatis yang meyakinkan.

Agar para sahabat langkah-langkahnya sistimatis dalam hal ini, mari merenungkan beberapa masukan di bawah ini:

  1. Studi mendalam dari Universitas Toledo menyimpulkan, orang yang optimis memiliki efek placebo yang lebih besar dibandingkan orang yang pesimis. Dengan demikian, menjauhlah dari lingkungan yang memborbardir Anda dengan ketakutan dan kepanikan. Kelilingi diri dengan lingkungan orang yang bisa memberi semangat agar cepat sembuh dan tumbuh. Yang terpenting adalah mengembangkan optimisme di dalam menggunakan langkah-langkah di bawah ini.
  2. Karena kebocoran energi paling besar dalam tubuh manusia datang dari pikiran negatif yang penuh kritik (baca: melawan, menendang, protes, semua terlihat salah), cepat sembuhkan diri dengan pikiran positif yang holistik. Maksudnya, bukan pikiran positif yang bermusuhan dengan segala hal yang disebut negatif. Itu sejenis pikiran positif yang penuh stres. Melainkan pikiran positif yang melihat semuanya secara utuh dan penuh. Sebagaimana malam bersandingan dengan siang, puncak gunung bersandingan dengan jurang, demikian juga dengan sedih-senang. Di mana seseorang mengambil banyak kesenangan, di sana ia akan membayarnya dengan kesedihan. Meditasi mendalam akan sangat membantu dalam hal ini.
  3. Sudah ditulis oleh sejumlah buku suci tua pesan seperti ini: “Jika makanannya salah, obat tidak menolong. Jika makanannya tepat, obat tidak diperlukan”. Dengan kata lain, nutrisi yang tepat adalah obat yang sangat mujarab. Pedoman melangkahnya, bimbing tubuh pulang ke rumah tua keseimbangan. Jika di masa muda terlalu aktif, cari nutrisi yang lebih pasif seperti sayur dan buah. Jika di masa muda terlalu pasif, boleh mengkonsumsi nutrisi yang lebih aktif seperti ikan dan telur. Bila tumbuh di gunung, makanlah lebih banyak ikan. Bila tumbuh di pantai, temukan nutrisi pegunungan seperti sayur. Kemudian lihat reaksi tubuh pada nutrisi yang diberikan. Jika BAB-nya lancar (tidak terlalu keras, tidak terlalu encer, berwarna kuning, dll), tidurnya cukup antara 7 – 9 jam dalam sehari, emosi lebih seimbang, pikiran lebih tenang, ada kemungkinan nutrisinya tepat dan menyembuhkan.
  4. Di zaman kita, tidur disebut sebagai obat yang sangat penting. Untuk itu, setidaknya 4 jam sebelum tidur jauhkan diri dari kafein (kopi, teh), jauhkan diri dari segala kerumitan keinginan yang membuat tidur terganggu, yakinlah ruang tidur jauh dari barang-barang tua yang tidak lagi dibutuhkan. Yang paling penting adalah kesederhanaan pikiran. Dan puncak kesederhanaan pikiran adalah rasa berkecukupan. Belajar merasa berkecukupan dengan apa-apa dan siapasiapa yang ada di sekitar Anda sekarang. Sebagaimana kerap dibagikan, kebahagiaan adalah hasil dari serangkaian keberanian. Beranilah berbahagia dengan semua hal yang telah dimiliki sekarang.
  5. Karena tubuh menyukai keseimbangan, selalu bimbing tubuh agar senantiasa seimbang. Di musim kemarau yang terang benderang, boleh menikmati vitamin D di luar. Di musim hujan yang gelap, temukan Cahaya di dalam. Dari olah raga yang cukup sampai meditasi yang cukup. Bila terlalu banyak duduk, jalanlah di alam terbuka. Seumpama jenuh di keramaian, jumpai kesendirian yang penuh penerimaan. Saat dunia harta terasa kering, imbangi diri dengan cinta. Jika di tempat kerja penuh masalah, kembangkan keluarga yang indah. Keseimbangan sering menjadi kunci yang membuka banyak keajaiaban kesembuhan.
  6. Kembali ke cerita obat keseimbangan energi, tidak sedikit peneliti energi yang membagikan skala energi yang sederhana tapi dalam. Takut, ragu, tidak percaya diri, merasa bersalah dan berdosa, apa lagi panik, ia bervibrasi di bawah 100. Itu wilayah-wilayah vibrasi banyak virus dan penyakit. Begitu tumbuh percaya diri, apa lagi yakin, seseorang mulai bervibrasi di atas penyakit sekitar 200. Yang paling disarankan adalah bervibrasi di tingkat 500 ke atas. Yakni menyembuhkan diri dengan cinta kasih dalam tindakan. Banyak keajaiban kesembuhan sering terjadi di tingkat ini. Kisah Bunda Teresa di kota Kalkuta sering disebut dalam hal ini. Kendati beliau tiap hari menyentuh orang berpenyakit kusta, tapi Bundara Teresa sama sekali tidak ketularan penyakit kusta. Itu terjadi karena penyakit bervibrasi di bawah 100, cinta kasih bervibrasi di atas 500.
  7. Agar ceritanya lebih hidup, Guruji berhasil menyembuhkan katarak di mata kanan. Tanpa operasi, tanpa obat farmasi. Bahasa medisnya, mata dilimpahi dengan oksigen pegunungan tiap hari selama bertahun-tahun karena tidak pakai kaca mata sama sekali. Nutrisi dijaga secara seimbang selama bertahun-tahun. Praktik cinta kasih merawat merpati, ikan, burung liar, serta ratusan ribu anak manusia di social media tiap hari tanpa mengenal libur. Bergerak secara alami setiap hari. Meniru tetua di Okinawa Jepang (salah satu wilayah biru di bumi), Guruji bertaman setiap hari. Tidak saja membuat tubuh selalu grounding (bersentuhan dengan energi bumi), tapi juga membuat terhubung secara rapi dengan alam sekitar. Guruji melakukan meditasi 24 jam sehari. Asal diterangi Cahaya kesadaran, semua menjadi meditasi. Guruji meditasi duduk, jalan, menyapu, mengepel, dll. Sehingga sering bersentuhan dengan apa yang disebut peneliti energi dengan self-fulfilling energy. Tandanya, merasa sangat berkecukupan di dalam. Mudahmudahan memberi inspirasi.

Kesembuhan mental

Tatkala seseorang diberitahu bahwa terkena sakit kronis seperti kanker, bagian pertama dari tubuh yang bersangkutan yang terluka adalah tubuh mental. Takut, terkejut, stres, bahkan bisa depresi. Karena tubuh, pikiran, perasaan serta spirit menyatu jadi satu di dalam, maka ketidakberhasilan seseorang menyembuhkan diri secara mental akan memperparah keadaan tubuh yang sudah terkena penyakit. Dengan demikian, menyembuhkan diri secara mental sama pentingnya dengan menyembuhkan tubuh fisik. Seperti bangunan yang sedang terbakar api, langkah darurat pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menyembuhkan stres. Sebagaimana dialami bersama, stres berhubungan dekat dengan keadaan pikiran dan perasaan yang jauh dari seimbang. Ketidakseimbangan jenis ini kemudian cenderung membuat seseorang jadi membesar-besarkan persoalan. Ia bisa melebar menjadi menyalahkan orang lain. Orang lain yang disalahkan akan mengirim serangan balik, sehingga yang bersangkutan tidak tambah sembuh, malah tambah sakit.

Untuk itu, mari belajar mengembalikan pikiran dan perasaan ke posisi yang lebih seimbang. Di mana ada siang di sana ada malam, di mana ada puncak gunung di sana ada jurang. Di mana seseorang mengambil banyak kesenangan, di sana yang bersangkutan mesti membayar dengan kesedihan. Kadang ada yang menyebut ini sebagai God as a law (Tuhan sebagai hukum). Untuk diendapkan bersama, manusia telah mengambil banyak rasa senang di tubuh fisik. Persoalan waktu, rasa senang ini harus dibayar dengan rasa sakit. Sekarang belajar melihat rasa sakit seperti mencicil hutang. Dibayar sedikit demi sedikit. Berbekalkan pengertian mendalam seperti ini, belajar memberikan ruang di pikiran pada rasa sakit yang datang (space for suffering). Agar bekal mental spiritualnya kuat, alam tempat kita hidup diberi nama alam samsara. Alam yang berisi banyak penderitaan. Dan penderitaan bukan hukuman, melainkan amplas yang sangat menghaluskan.

Asal menjalani setiap rasa sakit secara halus dan tulus, tiap rasa sakit memurnikan dan menyempurnakan perjalanan jiwa. Dengan cara pandang seperti ini, pelan perlahan akan terbit selfacceptance (penerimaan diri) di dalam. Kurangi manja hanya mau kesenangan tidak mau rasa sakit. Kurangi manja hanya yang terang tidak mau yang gelap. Sebagaimana lingkaran tua Yin-Yang dekap terang-gelap di dalam sebagai sebuah lingkaran ke-u-Tuhan (whole) yang sama. Di dunia kesembuhan telah lama dibagikan, kata health (kesehatan) berasal dari kata whole. Yang paling semangat menyebarkan pesan ini adalah fisikawan bernas David Bohm. Penyembuh tingkat dunia Deepak Chopra sering berpesan: “Healing is the return of the memory of whole”. Kesembuhan adalah kembalinya seseorang ke rumah tua ke-u-Tuhan. Siapa saja yang tekun dan tidak mudah menyerah membimbing diri untuk kembali ke rumah tua ke-u-Tuhan jenis ini, pelan perlahan tidak saja stres menurun, tapi rasa sakit dan penyakit di dalam juga pelan perlahan bisa disembuhan.

Louise Hay yang sangat terkenal melalui mahakaryanya “You can heal your life”, berkali-kali berpesan: “Behind all disease there is always self-denial”. Di balik semua penyakit dan rasa sakit selalu ada unsur penolakan akan diri. Begitu penolakan diri hilang, pelan perlahan rasa sakit juga berkurang. Agar para sahabat dibekali langkah praktis dalam bertindak, segera hadirkan energi penyeimbang (balancing energy) di dalam. Energi negatif di dalam (takut, ragu, panik) segera diimbangi dengan energi yang lebih positif. Yang penting melakukan apa-apa yang dicintai. Melakukan apa-apa yang membuat jiwa bahagia. Dari mendengarkan musik, merawat tanaman, menyayangi binatang peliharaan, rekreasi ke tempat yang menyimpan banyak kenangan indah, membaca buku suci, berjumpa Guru suci, sampai belajar meditasi. Tanda bahwa energi penyeimbang mulai hadir di dalam, pikiran mulai lebih tenang, perasaan mulai lebih seimbang, tidurnya lebih mudah, kehidupan mulai muncul dalam wajahnya yang relatif lebih indah. Yang terdalam adalah munculnya rasa syukur. Terutama karena bisa melihat, ternyata penyakit dan rasa sakit adalah malaikat menyamar yang datang untuk menyelamatkan (catatan: ingat pesan di sub bab pertama. Asal dijauhi larangannya, diikuti bimbingan spiritualnya, penyakit tidak jadi membunuh, malah membantu bertumbuh. Di sub bab berikutnya akan disampaikan daftar lebih panjang tentang pesan spiritual di balik penyakit).

Yang perlu dicermati, sekaligus dirawat secara lebih hati-hati saat sakit dan sedih khususnya, adalah victim energy (energi di dalam yang menyebut diri sendiri sebagai korban). Dari korban orang tua berpisah, korban sekolah bermasalah, sampai korban teman-teman masa kecil (remaja) yang menimbulkan banyak musibah seperti pelecehan seksual, putus cinta sampai dengan kena bully ketika masih kecil. Lihat setiap rasa sakit sebagai cara sang jiwa tumbuh semakin dewasa. Sekali lagi, sang jiwa yang memilih jalan ini. Rawat energi sebagai korban ini seperti seorang Ibu merawat bayinya yang sedang menangis. Agar para sahabat kuat dan tabah di jalan ini, bahkan jiwa-jiwa suci pun mengalami segunung kesulitan dan kesedihan di awal agar tumbuh menjadi dewasa. Setiap kali energi sebagai korban ini berkunjung dalam bentuk bad mood, sedih, dll sapa dan dekap ia persis seperti seorang Ibu yang mendekap bayi tunggalnya. Tanpa keberanian jenis ini, energi sebagai korban di dalam akan membuat tubuh mirip tong sampah yang mengudang datangnya banyak lalat ketidakberuntungan. Ringkasnya, Anda bukan korban, Anda sedang menapaki jalan menuju kedewasaan.

Di dunia psikolinguistik (perpaduan antara psikologi dan linguistik), telah lama terdengar pesan seperti ini: “The words that you speak is the home that you live”. Kata-kata yang diucapkan berulang-ulang selama bertahun-tahun bisa membuat seseorang mengalami kehidupan sebagaimana yang sering diucapkan. Ini yang menjelaskan kenapa banyak orang desa yang tidak merantau, tidak sekolah bertumbuh dari satu kemiskinan ke kemiskinan yang lain, bahkan dari satu generasi ke generasi yang lain. Karena setiap hari selama puluhan tahun percakapannya hanya kemiskinan, kemiskinan dan kemiskinan. Di dunia neuro-science (otak manusia) ada penjelasan seperti ini. Kata-kata tidak saja pesan yang disampaikan ke luar, tapi juga pesan yang ditangkan otak di dalam. Pesan negatif seperti sakit dan miskin membuat otak menghasilkan hormon neraka seperti cortisol, yang membuat sistim kekebalan tubuh dan sistim lain dalam tubuh terganggu. Sedangkan kata-kata positif seperti yakin dan optimis membuat otak menghasilkan hormon pertumbuhan seperti oxytocin, dopamin dan serotonim yang membuat sistim-sistim dalam tubuh jadi semakin sehat seimbang. Undangannya, hati-hati dengan katakata yang diucapkan dalam keseharian. Agar sembuh dan tumbuh, belajar menggunakan kata-kata yang berbagi semangat dan optimisme ke dalam diri.

Salah satu sumber stres yang berpengaruh di zaman ini adalah uang. Jika uang terlalu banyak, pikiran aneh-aneh sering muncul. Dari mau menikah untuk ke sekian kali, merasa diri lebih kaya dibandingkan orang sehingga rawan jadi congkak dan sombong, sampai dengan energi yang mengundang rasa iri orang banyak. Jika terlalu sedikit, seseorang jadi takut dan ragu. Ketakutan berlebihan rawan mengundang datangnya hal-hal berbahaya. Uang akan membawa energi kesembuhan lebih besar jika seseorang berani mengatakan “cukup”. Batas cukup memang relatif, berbeda dari satu orang ke orang lain. Tapi layak merenungkan untuk menyesuaikan pengeluaran dengan penerimaan. Karena penerimaan relatif tidak pasti, sedangkan pengeluaran pasti, kendalikan pengeluaran secara lebih ketat. Saat penerimaan meningkat, boleh menikmati kehidupan. Ketika penerimaan menurun, konsentrasilah hanya pada memenuhi kebutuhan. Ucapkan selamat tinggal pada keinginan berlebihan untuk selalu disebut lebih baik dibandingkan orang lain. Ken Honda dari Jepang membagikan cerita harigato money. Saat uang masuk berterimakasihlah. Saat uang keluar berterimakasihlah. Uang masuk mirip makanan yang masuk melalui mulut. Uang keluar serupa kotoran yang keluar melalui dubur. Sehingga kurangi meracuni diri secara berlebihan dengan ketakutan saat uang keluar khususnya. Ia sesuatu yang alami. Sealami kotoran yang keluar dari dubur.

Di putaran waktu ini, obat mental yang paling dibutuhkan adalah kebahagiaan. Bahkan PBB-pun melakukan ranking kebahagiaan negara-negara di dunia. Yang layak direnungkan, kebahagiaan berarti berbeda di tingkat kedewasaan yang juga berbeda. Bagi anak kecil, kebahagiaan berarti mendapatkan apa-apa yang diinginkan. Dari sepatu baru sampai mainan baru. Begitu tumbuh dewasa, kebahagiaan mirip seorang Ibu di depan putera tunggalnya. Berbahagia dengan cara membuat orang lain bahagia. Ini wajah kebahagiaan yang lebih dalam. Bagi jiwa-jiwa bercahaya, kebahagiaan berarti menyatu alami dengan panggilan alami masing-masing. Sesederhana lotus di kolam basah, kamboja di tanah kering. Sesimpel burung terbang di udara, ikan berenang di air. Untuk itu, segera temukan panggilan alami masing-masing, biasanya ia terlihat di masa kecil melalui mimpi masa kecil, pelajaran yang paling mudah dimengerti ketika TK dan SD, tempat dan orang yang paling berkesan, hari pertama masuk sekolah, serta sederetan hal di masa kecil. Ringkasnya, kebahagiaan bukan buah kejadian di luar. Tapi serangkaian keberanian yang dikembangkan di dalam. Apa pun yang terjadi, belajar berani berbahagia bersama apaapa dan siapa-siapa yang telah ada di sekitar Anda.

Kesembuhan spiritual

“Tidak pernah ditemukan jiwa-jiwa indah yang hidupnya mudah. Tidak pernah. Semua jiwa indah mekar indah di tengah masalah”, begitu pesan spiritual yang sering diperbincangkan di dunia spiritual mendalam. Untuk itu, kurangi menyebut penyakit dan rasa sakit sebagai hukuman Tuhan. Bukan juga sebagai serangan setan. Sekali lagi bukan. Sebaliknya, belajar mengolah penderitaan sebagai nutrisi pertumbuhan. Sebagai bahan penyemangat, bahkan jiwa-jiwa paling suci pun mendapat banyak nutrisi spiritual melalui rasa sakit yang panjang. Di zaman kita, Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun, Mahatma Gandhi ditembak, YMM Dalai Lama kehilangan negerinya di umur 15 tahun. Dengan demikian, lupakan kemanjaan tua mau hidup bebas dari masalah. Belajar mekar di tengah masalah.

Salah satu pilihan indah yang tersedia adalah mengerti anjuran dan larangan yang ada di balik penyakit dan rasa sakit, kemudian mengizinkan diri dibimbing oleh penyakit dari rasa sakit. Lebih dalam dari itu, membaca pesan spiritual di balik penyakit dan rasa sakit. Kemudian mengizinkan penyakit dan rasa sakit mengangkat perjalanan jiwa kemudian. Guruji punya pengalaman pribadi pernah terkena hepatitis B di umur 22 tahun. Oleh dokter dianjurkan untuk banyak istirahat, sedikit stres, serta menjaga keseimbangan energi di dalam. Saat lelah istirahat, saat sehat kuat boleh banyak beraktivitas. Pada saat yang sama dilarang minum alkohol, serta dilarang makan makanan dengan kandungan kolesterol jahat yang terlalu tinggi. Dengan tekun dan tulus, anjuran dokter ini diikuti selama puluhan tahun. Bahkan ketika sekolah di Inggris semua teman saat muda di sana minum alkohol, tapi tetap teman-teman di sana tidak diikuti.

Puluhan tahun kemudian baru terbuka rahasia, ternyata tubuh yang sama sekali tidak disentuh alkohol belajar konsentrasi dalam meditasi jadi jauh lebih cepat. Lebih penting dari itu, sakit hepatitis jika tidak disembuhkan ia berujung pada kanker hati. Rahasia spiritual yang dibuka oleh penyakit hepatitis B jelas sekali, sekaligus digunakan sebagai intisari ajaran yang dibagikan ke banyak sahabat yakni “hati yang indah”. Belajar dari sini, penting sekali menjadi murid penurut di depan “Guru spiritual” yang bernama penyakit dan rasa sakit. Pertama, jauhkan diri dari segala larangan. Dalam kisah hepatitis B, menjauh dari alkohol dan kolesterol jahat. Kedua, ikuti arah yang ditunjukkan. Dalam hal hepatitis B, banyak istirahat, sesuaikan kegiatan tubuh dengan kesegaran dan kesehatan tubuh. Saat lelah, kurangi kegiatan.
Ketika sehat kuat, perbanyak kegiatan. Di atas semuanya, baca pesan spiritual di balik penyakit. Kemudian ingat “melaksanakan” pesannya. Hanya dengan melaksanakan, para sahabat dihitung telah meminum obat.

Agar ada pedoman melangkah bagi banyak sahabat, berikut jenis-jenis penyakit beserta pesan spiritual yang layak dibaca di balik penyakit:

Jenis penyakit Pesan spiritual yang dibawa
Sakit di sekitar kaki Hati-hati melangkah dalam kehidupan
Sakit di sekitar organ seks Kerinduan jiwa akan kebersatuan
Sakit di sekitar jantung Sempurnakan cinta kasih
Sakit hepatitis Kembangkan hati yang indah
Sakit paru-paru Belajar terhubung
Sakit punggung Latih diri untuk lebih percaya diri
Sakit di sekitar perut Cermati segala sesuatu yang masuk ke dalam
Sakit di sekitar tangan Sempurnakan pelayanan
Sakit di sekitar mulut Berbicaralah secara lebih bijaksana
Sakit di telinga Lebih banyak mendengar
Sakit di sekitar mata Lihat kehidupan dari sisi-sisi yang lebih positif
Sakit di sekitar hidung Pertajam penciuman akan alam sekitar Sakit di sekital kepala Kurangi berpikir perbanyak mengalir

Sebagaimana sakit fisik dan sakit mental, di dunia kesembuhan spiritual juga tersedia banyak jalur. Karena segala sesuatu di alam ini adalah energi. Latih diri untuk menjaga keseimbangan energi. Langkah praktisnya, saat lelah kurangi kegiatan. Ketika kuat dan sehat perbanyak kegiatan. Sambil ingat, yang paling mengerti tubuh adalah tubuh itu sendiri. Di putaran waktu kita, barometer energi yang paling layak untuk dicermati adalah tidur. Idealnya dapat tidur antara 7 – 9 jam dalam sehari. Gunakan ukuran ini untuk menjaga keseimbangan energi di dalam. Lebih bagus lagi jika bisa selalu terhubung dengan pusat energi di alam melalui rasa syukur mendalam. Lihat semuanya dengan mata yang bersyukur. Jalani keseharian dengan rasa syukur. Yang paling bagus adalah mempertahankan keadaan self-fulfilling energy. Keadaan energi di dalam yang senantiasa berkecukupan. Meditasi, terutama dengan cara bersentuhan dengan jeda diantara dua nafas, adalah cara yang sangat disarankan. Pada saat yang sama, selalu ingat untuk menjadi seorang saksi. Agar selalu dekat dengan keadaan pure awareness (kesadaran murni). Ia sejenis “orang tua” di dalam yang sangat dirindukan.

Pendekatan lain di jalan kesembuhan spiritual adalah memadukan keseimbangan dengan keterhubungan. Seimbang dalam arti seluas-luasnya, terhubung dalam arti yang sedalam-dalamnya. Sebagai contoh, jika di masa muda (sebelum umur 40 tahun) sangat aktif, belajar lebih pasif di usia tua. Bila kebanyakan waktu tinggal di gunung, usahakan lebih dari sebagian nutrisi berasal dari pantai seperti ikan. Seumpama waktu banyak habis mencari harta, imbangi diri dengan cinta. Jika sejak muda jarang berdoa, perkaya jiwa dengan doa. Bila waktu banyak habis dengan cara kerja, kerja dan kerja, dekatkan diri dengan keluarga. Seumpama sejak kecil terlalu banyak tumbuh di lingkungan yang kotor, tumbuhlah di lingkungan yang lebih bersih. Manakala keramaian terasa tidak mengenakkan, jumpai kesendirian yang penuh penerimaan. Kawan-kawan yang masa mudanya penuh konflik, imbangi pertumbuhan jiwa dengan kedamaian yang mendalam. Serta sederetan contoh lainnya.

Sedangkan soal keterhubungan, tidak ditemukan jembatan keterhubungan yang lebih kokoh dari rasa syukur yang mendalam. Untuk itu, lihat semuanya dari sisi-sisi yang layak disyukuri. Tidak ada musibah, semua membawa berkah. Tidak ditemukan jiwa indah yang hidupnya mudah. Semua jiwa indah mekar di tengah masalah. Dengan bekal pengertian seperti ini, gunakan setiap kejadian dan memori, termasuk yang paling buruk sekali pun, untuk memperkuat rasa syukur di dalam. Rasa syukur lebih mudah terbuka jika seseorang pernah melewati gunungan rasa sakit. Apa lagi bila pernah diangkat naik oleh rasa sakit. Lebih-lebih para sahabat yang mengalami pencapaian spiritual, rasa syukur menjadi sesuatu yang alami di dalam. Sealami air yang basah, sealami bunga yang indah.

Jika mau lebih dalam lagi, pelajari astrobiology. Perpaduan antara ilmu perbintangan astronomi dengan biologi. Di bidang kajian ini ditemukan, tubuh manusia dibuat dari bahan-bahan yang sama dengan bahan yang membentuk bintang-bintang. Atom sebagai unsur penting tubuh manusia berasal dari bintang-bintang yang terbakar. Diperoleh ketika seseorang menghirup udara. Dengan demikian, perluas pengertian keterhubungan. Tidak saja tekun dan tulus merawat lingkungan dan alam sekitar, tapi juga belajar menjadi cosmic citizen. Warga kosmik di alam semesta ini. Yang terhubung dengan setiap ciptaan yang ada di alam ini. Sejumlah peneliti energi bercerita, lebih dari 70 % energi di alam ini adalah dark energi (energi gelap). Jika sebagian orang biasa menakuti energi gelap ini, sebagian bahkan mengutuknya sebagai setan, jiwa-jiwa yang sembuh secara spiritual meletakkan energi gelap ini sebagai bagian dari dirinya sendiri. Makanya ada buku suci tua, yang ditujukan hanya untuk jiwa-jiwa tua menyarankan gatha (doa ke dalam) seperti ini: “I am both darkness and light”. Di dalam diri manusia ada baik kegelapan maupun Cahaya. Dan keduanya tumbuh di rumah jiwa yang sama. Ini yang disebut oleh orang-orang seperti David Bohm, Deepak Chopra, Pema Chodron, kata health (kesehatan) berasal dari kata whole (ke-u-Tuhan). Tanpa malam siang tidak akan indah, tanpa jurang tidak akan ada puncak gunung yang indah. Dan puncak dari semua kesembuhan spiritual adalah kedamaian sempurna. Tingkat vibrasinya 1.000. Vibrasi energi tertinggi yang bisa dicapai oleh tubuh manusia

***) Ini ringkasan dari cerita yang akan disampaikan Guruji berturut-turut selama 3 hari jumat, sabtu, minggu 11, 12 dan 13 desember 2020. Di angkatan meditasi desember 2020. Guruji akan menyampaikan pesan dalam bahasa Inggris secara live. Melalui jaringan social media keluarga Compassion. Ringkasan ini dibuat untuk membantu para sahabat yang kurang paham akan bahasa Inggris. Admin

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.