Kesembuhan

Menyelaraskan diri dengan alam

Ditulis oleh Gede Prama

Menyusul ditemukannya varian baru virus corona di beberapa negara, dunia memasuki kepanikan baru. Sejauh yang terpantau di Bali Utara, cuaca beberapa hari ini memang tidak biasa. Di bulan desember yang biasanya banyak hujan, cuaca malah panas. Ajakannya, kurangi melawan alam, mari belajar menyelaraskan diri dengan alam. Berikut beberapa bahan renungan agar para sahabat sehat selamat.

  1. Belajar terhubung rapi dengan saat ini. Menyatulah dengan setiap panggilan kekinian. Jika memerlukan mantra, gunukan mantra ini: “Semua yang terjadi adalah yang terbaik”
  2. Terhubunglah dengan alam sekitar. Lihat semua yang terjadi sebagai sahabat pertumbuhan. Dengan respon yang tepat, semua unsur alam ada di sini untuk membuat kita sehat
  3. Apa pun yang terjadi, selalu bisikkan doa indah terimakasih. Lebih bagus lagi jika membisikkannya ditemani rasa syukur yang sangat dalam. Ingat, semua membawa bimbingan
  4. Latih diri agar sedikit lebih ramah dengan lingkungan sekitar. Jika sulit ramah pada manusia, ramahlah pada binatang liar, tetumbuhan, serta alam sekitar
  5. Pelayanan tidak saja disarankan oleh banyak buku suci, tapi memang jembatan meyakinkan agar tumbuh harmoni saat ada di bumi
  6. Gunakanlah kata-kata yang halus dan menyentuh. Kata-kata tidak saja berisi pesan, tapi juga sarana keterhubungan yang meyakinkan
  7. Karena pikiran bisa mengubah hal kecil sampai hal besar, bijaksanalan dalam menggunakan pikiran. Latih ia agar positif-holistik
  8. Semua hal yang ada di alam ini sakral dan suci. Kurangi menolak berlebihan hal negatif, kurangi menggenggam berlebihan yang positif
  9. Kendati sulit, belajar mendengar. Diawali dengan mendengar ke luar, kemudian mendengar ke dalam, sampai mendengar alam rahasia
  10. Berhenti bermusuhan dengan kekurangan. Perlakukan kekurangan sebagai bagian dari ke-u-Tuhan. Sesederhana alam mendekap sang malam
  11. Jangan pernah lelah untuk belajar. Selalu ada hal yang layak dipelajari. Belajar membuat Anda memiliki kekayaan yang tidak bisa dicuri orang

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Photo courtesy: twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.