Kesembuhan

Berhenti Menjadi Sumber Racun Bagi Diri Sendiri

Ditulis oleh Gede Prama

Di mana-mana muncul tanda-tanda alam yang menyentuh hati. Yang paling menyentuh tentu saja korban covid meningkat di mana-mana. Jumlah kota yang statusnya merah juga meningkat. Di Bali Utara bagian barat, kemaren masyarakat ribut soal terdengarnya ledakan besar misterius di pagi hari. Jika tidak diwaspadai, ia akan membuat manusia melahirkan banyak racun di dalam.

Dari racun ketakutan sampai kepanikan. Dari racun dendam sampai dengan amarah. Sebagaimana kerap dibagikan, apa yang terjadi di luar bisa melahirkan racun di dalam, bisa juga melahirkan obat di dalam. Tergantung pada bagaimana seseorang mengolahnya di pikiran. Jika pikirannya sangat negatif, bahkan berita paling indah pun bisa melahirkan racun di dalam.

Menyegarkan ingatan para sahabat, reaksi biokimiawi otak (the biochemical reaction of brain) adalah titik perjumpaan antara tubuh, pikiran, perasaan serta spirit. Jika reaksi biokimianya adalah cortisol (stres berlebihan) atau adrenalin berlebihan, tidak saja tubuh bisa roboh. Spirit di dalam juga mengundang datangnya spirit gelap dari luar.

Untuk itu, mari belajar berhenti menjadi sumber racun bagi diri sendiri. Agar relatif bersih dari ketakutan dan kepanikan, ingat perjumpaan berbahaya antara dua berita palsu. Berita palsu di luar, serta berita palsu di dalam (baca: pikiran yang jauh dari jernih dan bersih). Menjauhlah dari segala berita yang menakutkan. Lebih baik tahu sedikit tapi sehat, dibanding tahu banyak tapi kiamat.

Meditasi adalah langkah spiritual yang sangat disarankan dalam hal ini. Terutama dengan mengikat kapal pikiran menggunakan jangkar kuat bernama jeda diantara dua nafas. Jika mau lebih dalam, rasakan juga jeda diantara 2 suara, diantara 2 memori, diantara 2 pikiran, diantara 2 perasaan. Ia sangat membantu untuk bisa memiliki pikiran yang jernih dan bersih.

Agar relatif bersih dari racun dendam dan amarah, ini juga membuat otak menghasilkan reaksi biokimia yang tidak bersahabat, belajar memaafkan. Sesulit apa pun rasanya di dalam, belajar memaafkan. Tanpa memaafkan, tubuh akan terus menerus melahirkan racun berbahaya bagi dirinya sendiri. Ingat, luka jiwalah yang membuat orang melukai. Bukan kejahatan.

Dengan kata lain, tidak saja Anda sakit, orang melukai sakitnya malah lebih parah. Begitu Anda bisa merasakan rasa sakit hebat di balik kemarahan orang melukai, di sana bunga indah memaafkan bisa mekar di dalam. Sebagai tambahan semangat untuk para sahabat agar tekun dan tulus memaafkan, berikut manfaat indah memaafkan:

  1. Memaafkan membuat ketegangan (stres) menurun, sekaligus kemampuan untuk berbahagia dan damai jadi menaik
  2. Memaafkan membuat kualitas tidur jadi jauh lebih baik, kualitas hubungan dengan kehidupan juga jauh lebih baik
  3. Memaafkan membuat gelombang otak lebih mudah bertumbuh dari beta setidaknya ke alfa. Dan itu menyehatkan
  4. Studi mendalam sejumlah universitas dunia menyimpulkan, memaafkan ikut membuat kinjerja hidup membaik
  5. Memaafkan membuat seseorang bertumbuh dari menjadi “korban” menuju menjadi “tuan” dalam kehidupan
  6. Memaafkan meningkatkan self-love (cinta akan kelebihan dan kekurangan di dalam) sebagai akar dari semua cinta kasih
  7. Dalam pelatihan compassion (belas kasih), memaafkan adalah langkah pertama sekaligus yang paling utama

Di atas semuanya, ingat jiwa-jiwa yang indah, ketidakmampuan memaafkan orang lain adalah pantulan dari ketidakmampuan memaafkan diri sendiri di dalam. Dengan demikian, belajar memaafkan kesalahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan di dalam. Untuk dicatat bersama, semua manusia punya kekurangan dan ketidaksempurnaan.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.