Kesembuhan

Mimpi yang Terang Benderang

Ditulis oleh Gede Prama

Di atap bumi Tibet ada ajaran tua bernama lucid dreaming (mimpi yang terang benderang). Ada sejumlah hal yang bisa dicapai manusia melalui mimpi jenis ini. Pertama, bercerita tentang the shadow istilahnya psikolog Carl Jung. Bagian-bagian diri yang ditekan dan disembunyikan. Semakin ditekan, semakin sering ia muncul ke permukaan dalam bentuk energi yang kurang bersahabat.

Kedua, mimpi jenis ini juga menghadirkan obat. Tidak saja obat sakit mental dan spiritual, tapi juga obat sakit fisik. Guruji mengalaminya sendiri secara pribadi. Ketiga, mimpi terang benderang kadang membuka alam rahasia. Yang perlu diwaspadai, tidak semua mimpi masuk dalam kelompok mimpi yang terang benderang. Dan mimpi jenis ini muncul dalam frekuensi yang lebih jarang.

Keempat, hasil olah spiritual di alam terjaga terlihat di alam mimpi. Dan alam mimpi menjadi masukan penting tentang apa yang akan terjadi di alam kematian nantinya. Jika para sahabat terbiasa tenang-seimbang, jauh dari ketakutan serta energi buruk lainnya di alam mimpi, ada kemungkinan nanti di alam kematian juga tenang-seimbang, serta jauh dari ketakutan.

Tanda penting lucid dreaming, setelah terjaga ia masih ingat jelas sampai detail. Nyaris tidak ada yang lupa. Di dalam merasakan, ada pesan yang mau disampaikan. Mimpi yang asli biasanya tidak mengundang kesombongan. Seperti memamerkan ke orang-orang bahwa yang bersangkutan lebih begini lebih begitu dibandingkan orang lain. Pada saat yang sama, rasa menangkap makna.

Cara praktis aplikatif lain untuk mengecek keasilian mimpi jenis ini, setelah bangun tarik nafas lewat lubang hidung kanan hembuskan lewat lubang hidung kiri, tarik nafas lewat lubang hidung kiri hembuskan lewat lubang hidung kanan, jika kedua lubang hidung tidak menunjukkan tanda-tanda tersumbat sama sekali, ada kemungkinan itu mimpi terang bederang.

Jika itu terjadi, kurangi minta penafsiran orang lain. Karena mimpi yang sama bisa bermakna berbeda ke orang yang berbeda. Mimpi yang sama bisa bermakna berbeda di waktu yang berbeda, kendati orangnya sama. Sehingga diperlukan perpaduan unik antara kecerdasan, kepekaan, serta perasaan yang super halus. Jika punya Guru sejati yang diyakini, boleh berkonsultasi ke sana.

Untuk membantu para sahabat agar sehat selamat, terutama di zaman yang kurang sehat, berikut beberapa bahan renungan, agar bisa mengalami mimpi yang terang benderang. Pertama, berangkatlah tidur dengan perut yang relatif kosong. Empat jam sebelum tidur usahakan tidak memakan makanan yang padat. Agar pencernaan ikut istirahat di malam hari.

Jika perut penuh, banyak energi yang diambil oleh pencernaan untuk mengolah makanan. Sehingga lebih sedikit energi yang tersisa untuk jalan-jalan ke alam lain. Kedua, karena energi alam terjaga ikut menentukan arah perjalanan di alam tidak terlihat, renungkanlah hal-hal yang layak disyukuri sebeum tidur. Ingat membisikkan mantra: “Saya adalah rasa syukur yang sangat dalam”.

Ketiga, jika ada sisa-sisa energi buruk menjelang tidur, seperti marah, dendam dan sakit hati, cepat sembuhkan diri dengan ketulusan memaafkan. Sadari jejaring rumit penderitaan di balik orang yang menyakiti. Bisa kehilangan pekerjaan, kesulitan keuangan, jarang bahagia sejak kecil, orang tuanya bermasalah, sampai dengan sekolahnya bermasalah. Dari sini lahirkan energi memaafkan di dalam.

Keempat, karena selama tidur chakra kelima kerongkongan energinya bergerak paling dinamis, usahakan membayangkan hurus suci agama masing-masing menjelang tidur. Seperti orang Hindu mengagumi huruf suci Om, atau orang Tantra Tibet mengagumi huruf suci Hum, di setiap agama ada huruf suci. Bayangkan ia tertulis rapi di sekitar kerongkongan.

Kelima, apa pun yang terjadi dalam mimpi, sebelum maupun setelah bermimpi, percantik taman jiwa di dalam dengan keikhlasan. Tidak perlu pakai target bahwa malam ini harus bermimpi. Tidak perlu kecewa jika tidak berjumpa mimpi terang benderang. Menyatulah dengan alam tidur ditemani keikhlasan sempurna. Selamat mencoba para sahabat dekat. Semoga selalu sehat walafiat.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Photo by Gemma Evans on unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.