Kesembuhan

Raja segala pengetahuan

Ditulis oleh Gede Prama

“Belajar menggunakan otak, bukan dipergunakan oleh otak”, begitu nasehat indah guru besar neuro-science dari Harvard bernama Rudi Tanzi dalam buku indah Super Brain. Tidak banyak orang pintar yang bisa sampai pada kesimpulan jenis ini. Kebanyakan orang, terutama orang pintar dengan otak kiri yang terlalu kuat, tanpa disadari sedang diperalat oleh otak.

Untuk direnungkan bersama, tatkala mata melihat sesuatu, telinga mendengar sesuatu, atau hidung mencium sesuatu, manusia tidak saja sedang melihat (mendengar, merasakan) realita di luar, tapi ia juga menemukan dirinya di dalam. Sebut saja melihat daun kering yang jatuh. Bagi orang kota, itu kotoran. Bagi tukang taman, itu pupuk. Bagi jiwa yang dalam, itu Guru soal kematian.

Perhatikan, hanya daun kering yang jatuh saja bisa menghasilkan beragam kesimpulan, apa lagi krisis multi dimensi yang sedang dialami umat manusia. Ajakannya untuk para sahabat, sebelum membuat pernyataan di ruang publik khususnya, lebih-lebih pernyataan yang penuh kekerasan, sadari sedalam-dalamnya, di balik kesimpulan seseorang tersembunyi kualitas yang bersangkutan di dalam.

Cermati orang-orang keras yang dengan entengnya melukai perasaan banyak orang, mereka tidak tahu bahwa dirinya sedang diperalat oleh otak kiri yang logis. Karena otak kiri yang keras yakin sekali merasa benar, serta tidak ada kebenaran yang lain, tanpa tahu dampak luka yang ditimbulkan ke orang-orang, kemudian menyebut orang lain dengan sebutan yang tidak sehat.

Di sepanjang sejarah telah dicatat, sebagian manusia jenis ini bahkan berani membunuh banyak orang karena merasa diri sangat benar di dalam. Prof. Rudi Tanzi benar ketika menyimpulkan: “Otak yang terlalu logis, serta stres berlebihan menghalangi seseorang memasuki kualitas tidur dengan gelombang otak delta”. Sebagai catatan, tidur yang dalam ditandai oleh gelombang otak delta.

Dengan kata lain, yang pertama-tama terluka jika seseorang otaknya terlalu keras adalah yang bersangkutan. Setidaknya tidurnya tidak pernah dalam. Tidur yang tidak pernah dalam bisa melahirkan banyak penyakit dan rasa sakit. Agar para sahabat dekat sehat selamat, mari bertumbuh dari “dipergunakan oleh otak” menjadi “mempergunakan otak”.

Pertama, kenali kecenderungan kuat otak di dalam. Sebut saja seseorang menyebut kata dog (anjing). Jika yang muncul pertama di otak adalah rangkaian huruf d, o dan g, kemungkinan besar seseorang otak kirinya (logika) terlalu kuat. Bila yang muncul di otak pertama kali adalah mahluk setia yang membangkitkan kasih sayang, itu tanda otak kanan (rasa) yang lebih kuat.

Contoh lain, begitu melihat kumpulan pepohonan di taman, jika pertama-tama seseorang menghitung jumlah pohon yang ada, itu tanda otak kiri sangat kuat. Seumpama Anda melihat pepohonan di taman sedang berbagi kesejukan, tidak saja ke manusia tapi juga burung-burung serta mahluk lain di sekitar, kemungkinan besar otak kanannya lebih kuat.

Kedua, setelah mengenali diri di dalam, hati-hati ketika melihat dan menyimpulkan sesuatu. Lebih-lebih jika kesimpulannya bisa melukai orang lain. Sambil jangan lupa, di balik kesimpulan yang dibuat tersembunyi identitas diri di dalam. Sebagaimana kerap dibagikan, orang-orang yang sangat pemarah sedang bercerita tidak saja otaknya mengeras, tapi jiwanya juga sangat panas.

Ketiga, latih otak untuk selalu tumbuh seimbang. Antara kiri dan kanan. Menyegarkan ingatan para sahabat, seseorang bisa meminimalkan dampak buruk ketidakseimbangan di luar dengan cara melatih diri agar seimbang sempurna di dalam. Caranya, saat di dalam otak kiri mengeras melalui ketersinggungan, imbangi ia dengan otak kanan yang kaya dengan kepekaan.

Sahabat empath (jiwa-jiwa peka) sebaliknya, ketika terlalu mudah terluka, apa lagi sedikit-sedikit tersinggung, imbangi diri dengan otak kiri yang penuh logika. Tidak saja Anda terluka, orang melukai juga terluka. Kita dilukai orang tua, orang tua dilukai nenek-kakek, dan seterusnya. Dengan mengenali jejaring rumit penderitaan, rasa kemudian diimbangi oleh logika.

Keempat, meminjam dari Prof. Rudi Tanzi: “Brain is a verb”. Otak terus menerus berubah. Dengan kata lain, sekeras apa pun keyakinan seseorang, seburuk apa pun masa lalu, selalu ada peluang otak bisa diubah. Karena di zaman kita otak disebut master organ (organ sangat menentukan), memperindah otak tidak saja memperindah organ yang lain, tapi juga memperindah kehidupan.

Kelima, jika otak kiri terlalu keras hati-hati dengan kecenderungan untuk terlalu mudah melukai. Bertumbuhlah di sekitar orang yang kaya rasa agar seimbang. Bila otak kanan terlalu kuat, saat di dalam sehat dan kuat, berdialoglah secara sehat dengan orang-orang otak kiri yang bisa diajak bertumbuh bersama. Intinya adalah melatih otak agar seimbang.

Ini yang disebut oleh salah satu buku suci tua: “The king of knowldege is the knowledge of who you are”. Raja semua pengetahuan adalah pengetahuan tentang siapa diri Anda. Konfusius jernih sekali dalam hal ini: “Ia yang mengenali dirinya mengenali musuhnya. Ia yang mengenali keduanya akan senantiasa menang di segala pertempuran”. Selamat berlatih para sahabat dekat.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Photo by Masahiro Naruse on unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.