Kesembuhan

Bunga Indah untuk Empath ***)

Ditulis oleh Gede Prama

Bioritme alam kali ini agak unik. Ia ditandai oleh banyaknya lahir para empath (jiwa-jiwa peka yang kaya rasa). Riset mendalam tentang para empath menyimpulkan, 1 dari 5 penduduk bumi saat ini adalah empath. Dan kelompok ini agak ekstrim, yang terlukai dan tersakiti paling banyak datang dari kelompok empath. Pembawa Cahaya di zaman ini kebanyakan datang dari kaum empath. Salah satu contoh menonjol adalah YMM Dalai Lama – beliau memperoleh hadiah nobel perdamaian di tahun 1989, diangkat sebagai warga negara kehormatan oleh senat AS dan Kanada – beliau menangis terharu di depan umum ketika orang melukai dilaporkan wafat. Begitulah kehidupan para empath, mudah terluka, sangat peka, namun juga menyimpan banyak sekali potensi Cahaya. Jika tidak menjaga diri dengan parasut emas penyelamat, para empath rawan tersakiti, terlukai bahkan bisa terkena penyakit kronis serta sakit mental.

Untuk diwaspadai oleh sahabat empath, api berbahaya paling sering datang dari kelompok narcist (maaf, orang yang mirip sapi di tengah barang pecah belah. Ia berbicara bertindak ke sana ke mari, tapi tidak tahu bahwa dirinya sedang melukai banyak orang), serta vampir energi (manusia yang membuat tubuh mudah lelah, perasaan mudah gelisah, pikiran mudah marah). Berita baiknya, kaum empath dengan mudah bisa mengerti para narcist serta vampir energi. Sebaliknya, mereka mengalami kesulitan untuk mengerti kelompok empath. Studi-studi mendalam tentang kelompok narcis, vampir energi dan empath menunjukkan, tatkala empath menjauh secara sopan dari mereka, rasa tenang dan nyaman hadir di kehidupan para empath. Tapi kaum narscist dan vampir energi gelisah. Terutama karena mereka kehilangan kesempatan untuk menguasai kaum empath. Dengan kata lain, para empathlah yang sebaiknya menjaga diri secara rapi. Bukan berharap berlebihan agar kaum narcist dan vampir energi berubah. Sambil ingat, ketika menjauh dari orang melukai para sahabat tidak saja menyelamatkan diri, tapi juga menyelamatkan orang lain dari kemungkinan melukai serta kemungkinan berurusan dengan polisi.

Mewaspadai bahaya dari luar

Sebagaimana kerap dibagikan, cara terindah untuk meminimalkan dampak buruk kegelapan di luar adalah dengan cara mengenali kegelapan di dalam. Salah satu perpaduan di dalam yang sering membahayakan para empath adalah bibir tidak peka tapi telinga sangat peka. Bibir yang tidak peka (baca: berbicara sembarangan tanpa tahu perasaan orang lain) mudah mengundang serangan orang lain. Untuk itu, hati-hati menjaga bibir. Jika tidak yakin kata-kata akan menyejukkan, bungkus bibir dengan senyuman. Kombinasi berbahaya lain bagi para empath adalah otak kiri yang mengeras (terlalu logis, terlalu kritis, terlalu sistimatis) dipadukan dengan emosi yang mudah panas. Ini juga serupa, kebiasaan otak untuk terlalu kritis juga rawan mengundang serangan orang lain. Sehingga saran Guru besar neuro-science dari Universitas Harvard bernama Dr. Rudi Tanzi layak diendapkan dalam-dalam: “Berhenti menjadi pelayan otak, belajar menjadi tuan di depan otak”. Tidak sedikit manusia yang otak kirinya terlalu mengeras, tidak disadari sedang menjadi pelayan berbahaya bagi otak kiri di dalam. Sebagian bahkan berani membunuh hanya karena menjadi pelayan otak kiri yang mengeras.

Agar para sahabat empath sehat selamat, cepat belajar melatih otak. Pertama, agar cepat sembuh latih otak kiri yang keras dan kaku agar lebih luwes dan lebih lentur. Ingatkan diri lagi dan lagi, kebenaran tidak saja ada di kepala di dalam, tapi juga mungkin ada di kepala orang lain di luar. Apa yang dianggap benar di suatu hari bisa disebut salah di hari lain. Tiap kali berbeda dengan orang, pertanyaannya bukan siapa yang benar, tapi apa hubungan antara pendapat Anda dengan pendapat orang lain. Kedua, agar bertumbuh miliki pengertian tentang sukses yang lebih sehat. Dulunya, sukses dulu baru bersyukur. Sekarang, belajar bersyukur kemudian ada kemungkinan mengalami sukses. Dan wajah sukses jenis ini menghadirkan jauh lebih sedikit energi yang mengacaukan. Sebagaimana terlihat di sana-sini, sukses yang ditandai oleh uang dan kekuasaan selalu diikuti oleh energi mengacaukan seperti saling menjatuhkan bahkan saling mematikan. Ketiga, agar terhubung dengan kesucian di dalam (the divine within) terangi otak dengan praktik kesadaran penuh (mindfulness). Persisnya, lihatlah kehidupan sebagai pasang-pasangan yang utuh. Bukan dualitas yang saling mematikan. Sedih-senang, gagal-sukses, salah benar semuanya senantiasa berpasangan. Serta datang pergi silih berganti.

Di atas semuanya, diantara semua kekuatan penjaga di dalam yang sangat kuat adalah pikiran positif-holistik. Lihatlah apa yang terjadi dalam perspektif ke-u-Tuhan (whole). Di mana seseorang mengambil kesenangan, di sana ia akan membayarnya dengan kesedihan. Orang yang memuji berlebihan, suatu hari juga akan mencaci secara berlebihan. Jika mau penjaga di dalam yang paling kuat, ia bernama compassion (belas kasih): “Orang melukai jiwanya sangat terluka. Mereka mau menyembuhkan diri dengan cara menyerang orang lain. Ujungnya, ia tidak saja tidak mendapat obat, tapi malah meminum racun berbahaya yang lain”. Pengertian ini sangat menjaga serta sangat menyelamatkan. Ia tidak saja dibenarkan oleh buku suci, tapi juga dibenarkan melalui banyak pengalaman pribadi. Praktisnya, bayangkan anjing menggongong. Awalnya ia menimbulkan rasa takut. Ketika dilihat lebih dekat, kaki anjingnya terluka dan terjepit di pohon. Begitu cara memandang para narcist dan vampir energi. Sehingga di satu sisi para empath menjaga diri, di lain sisi menjaga para narcist dan vampir energi dari kemungkinan berurusan dengan polisi.

Merawat potensi Cahaya di dalam

Di setiap tubuh ada potensi Cahaya. Yang unik dari kehidupan para empath, potensi Cahaya yang paling layak untuk dirawat secara ekstra hati-hati adalah kepekaan. Ia melindungi ke dalam, sekaligus melayani ke luar. Dalam bahasa yang ringkas, padat namun dalam: “Trust the vibe. Energy never lies”. Belajar peka dengan vibrasi lingkungan sekitar. Jika terasa kurang nyaman, apa lagi hadir rasa takut, cepat lindungi diri dengan kesopanan. Hati-hati berkomentar, waspadai pertanyaan yang diajukan. Karena ia akan mengundang datangnya serangan orang. Sebaliknya, jika lingkungan sekitar terasa aman, nyaman, terlindungi, bergabunglah dengan sukacita alam sekitar. Boleh berbagi tawa dan canda. Dan cara tertawa yang paling sehat adalah mentertawakan kebodohan diri di dalam. Jangan pernah mentertawakan kebodohan dan kekurangan orang lain. Ia akan mengundang datangnya serangan orang.

Lebih dalam lagi, cara Anda memperlakukan orang lain akan membuka pintu pada bagaimana orang akan memperlakukan Anda. Dengan demikian, perlakukanlah orang lain sesantum mungkin. Kendati belum tentu orang lain memperlakukan Anda secara santun, setidaknya kemungkinan untuk diserang dan dilukai orang jauh lebih sedikit. Di saat ketika di dalam terasa lelah gelisah, self-compassion (berbelas kasih pada diri sendiri) adalah obat indah. Konkritnya, diantara 7 miliar manusia yang ada di bumi, hanya ada 1, sekali lagi hanya ada 1 yang bisa mengerti dan mengobati diri Anda secara utuh. Dan orang itu adalah diri Anda sendiri. Anjurannya, di saat lelah gelisah, bagikan air sejuk penerimaan ke dalam. Caranya, percakapkanlah di dalam hanya hal-hal yang menyirami rasa syukur, bekali diri dengan pengertian indah bahkan jiwa-jiwa paling suci pun melakukan kesalahan di awal sebagai cara untuk tumbuh semakin dewasa. Jika dikunjungi memori buruk, tersenyumlah. Sambil ingat, kegelapan tidak hadir untuk menyerang, tapi hadir untuk membuat Cahaya memancar semakin terang.

Sebagaimana cahaya listrik lahir sebagai akibat sintesis negatif-positif, latih diri untuk tidak manja hanya mau yang positif saja, tidak mau yang negatif. Sintesiskan negatif-positif di dalam dengan cara tekun menjadi seorang saksi. Sedih-senang, duka-suka, salah-benar mirip awan yang datang dan pergi. Dan para sahabat bukan awan, melainkan langit biru yang menyaksikan. Gagal-sukses, cacian-pujian serupa gelombang. Tapi Anda bukan gelombang, Anda adalah samudera yang maha luas. Sebagaimana mawar tidak bisa membuang duri, samudera tidak bisa membuang gelombang, alam tidak bisa membuang sang malam, para sahabat juga tidak bisa membuang hal-hal negatif seperti kesedihan dan kegagalan. Ingat jiwa-jiwa yang indah, pencerahan tidak membuang kesedihan dan kegagalan, melainkan tersenyum indah baik pada kesedihan-kesenangan, sekaligus kegagalan-kesuksesan. Itu cara paling praktis untuk merawat potensi Cahaya di dalam. Jangan pernah lupa, begitu Cahaya hadir, semua kegelapan akan minggir.

Puncak perjalanan para empath

Bagi sebagian orang, kepekaan disebut kelemahan. Dihormati saja. Tapi bagi kaum empath, kepekaan adalah sumber kekuatan. Teruslah asah kepekaan dari hari ke hari. Terutama dengan cara banyak memaafkan serta banyak mengalah. Di dunia memaafkan sering terdengar pesan seperti ini: “Teruslah belajar memaafkan, sampai suatu hari tidak ada yang layak untuk dimaafkan”. Di dunia mengalah kerap terdengar bimbingan seperti ini: “Teruslah mengalah, sampai suatu hari mengerti melalui pencapaian ternyata mengalah itu indah”. Sesampai di sini, sahabat empath akan mengerti melalui pencapaian, rumah terindah para empath adalah kesendirian yang ditemani penerimaan dan rasa berkecukupan. Dari sana lahir rasa syukur yang mendalam. Sebuah kombinasi yang membuat para sahabat empath bisa menemukan surga jinjing di muka bumi. Bukan karena banyak uang, bukan juga karena dipuji banyak orang, tapi karena menemukan melalui pencapaian, tempat suci terindah ada di dalam, Guru suci paling meyakinkan ada di dalam. Tetua Bali menyebutnya Pura Dalem. Tetua di atap bumi Tibet menyebutnya Rigpa. Dari rahim keheningan lahir bayi super cantik bernama kasih sayang.

***) Ini ringkasan dalam bahasa Indonesia tentang topik yang akan dibagikan Guruji secara live di tanggal 4-4-2021 (jam 11:33 dan jam 18:18 waktu Bali). Untuk membantu para sahabat yang tidak paham bahasa Inggris, terutama karena Guruji akan menyampaikan pesannya dalam bahasa Inggris. Admin

Photo by Dung Anh on unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.